"Energi Kita Adalah Kerja Keras"

“Energi Kita Adalah Kerja Keras”, nah kok gitu? Adakah yang salah dengan kalimat tersebut? Bukankah yang benar itu “Kerja Keras Adalah Energi Kita”?. Kalau dari Pertamina memang benar bahwa “Kerja Keras Adalah Energi Kita” ( kita = pertamina), tetapi dari rakyat jadinya “Energi Kita Adalah Kerja Keras” (kita = rakyat). Untuk pertamina berarti Kerja Keras Adalah Energi Kita Untuk Menjual Produk-produk Pertamina, sedangkan untuk rakyat berarti Energi Kita Adalah Kerja Keras untuk Membeli Produk Pertamina. Ini hanyalah sekedar permainan kata belaka yang bisa mendatangkan kebingungan, bagi para awak yang tidak bingung bisa jadi tidak normal. Siapa Pertamina dan siapakah Rakyat? Antara Pertamina dan Rakyat seolah-olah berkebalikan, untuk itu saya lebih suka menulis susunan katanya menjadi “Energi Kita Adalah Kerja Keras” bukan “Kerja Keras Adalah Energi Kita”. Kebalikan antara pertamina dengan rakyat ialah sebatas produsen dan konsumen, Pertaminalah sang penjual dan Rakyatlah sang pembeli. Pertamina adalah perusahaan kelas kakap yang belum ada pesaingannya dalam lingkup nasional, yah katakanlah serumpun dengan PLN. Sedangkan rakyat lebih identik dengan orang-orang yang perekonomiannya menengah kebawah, ini bukan berarti yang kaya bukan rakyat loh. Sebagai blogger yang hidup didaerah pinggiran bersama rakyat kelas menengah kebawah saya tak begitu paham dengan produk-produk yang dijual oleh pertamina, namun menurut saya produk pertamina yang erat dan melekat dengan kehidupan rakyat antara lain meliputi: ===================================================================================== *Pertamax*, merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan dan amat dianjurkan bagi para pemakai kendaraan diatas tahun 1990, ini bukan berarti yang memiliki kendaraan dibawah tahun 1990 tidak boleh memakai pertamax, semua boleh memakai pertamax agar kerja mesin kendaraan anda bekerja lebih baik, hemat bahan bakar, emisinya rendah serta lebih bertenaga. Jenis bahan bakar pertamax ini lebih ramah lingkungan karena sudah tidak memakai campuran timbal dan ini merupakan hasil dari penyempurnaan produk pertamina sebelumnya. Tapi entah mengapa pemakai pertamax masih kalah banyaknya dengan produk yang sebelumnya, mungkin saja karena rakyat belum paham akan keunggulan dari pertamax. Menurut saya, rakyat lebih suka pakai produk sebelumnya karena harga pertamax lebih mahal. Jika memang “Kerja Keras Adalah Energi Kita” tetaplah menyempurnakan produk-produk pertamina, hasilkan produk-produk yang lebih baek demi kepuasan rakyat. *Premium* atau dalam bahasa rakyat sering kali dikenal dengan nama BENSIN. Bahan bakar premium alias bensin ini sering digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermesin bensin seperti sepeda motor, mobil dan sejenisnya. Premium alias bensin ini sering kali juga disebut dengan istilah gasoline atau petrol. Bensin merupakan asupan tinggi BBM yang amat menyedot persediaan karena sebagian besar rakyat adalah pengguna kendaraan bermotor baik yang kredit maupun dibayar tunai. Dengan banyaknya pengonsumsi bensin hendaknya pertamina tetap menjaga persediaan, hindari kelanggkaan dan jika mampu ciptakan bensin ataupun bahan bakar lainya yang paling ramah lingkungan. Jika bumi ini udaranya berpolusi, salah satu pihak yang pantas untuk turut serta bertanggungjawab adalah pertamina karena sebagaian dari masalah polusi baik darat ataupun laut penyebabnya adalah BBM. Meski polusi lingkungan bukan sepenuhnya kesalahan pertamina, namun jika memang "Kerja Keras Adalah Energi Kita” maka sudah barang tentu pertamina turut menjaga kelestarian lingkungan dengan menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan. Dan saya suka dengan program pertamina yang menyumbangkan bibit pohon seperti yang diiklankan di TV-TV itu-tuuu? Meskipun itu bukan program dalam menciptakan produk namun itu dah termasuk upaya yang positif *Solar*, merupakan bahan bakar untuk semua jenis mesin diesel dengan perputaran tinggi seperti truk dll atau sering kali juga digunakan oleh usaha-usaha kecil menengah yang ingin menekan biaya produksi dan tentunya dengan hasil pembakaran yang bersih. Jika memang “Kerja Keras Adalah Energi Kita” maka teruslah memproduksi solar karena solar amat dibutuhkan rakyat. ===================================================================================== *Minyak Tanah*, merupakan bahan bakar yang sering kali digunakan oleh kaum rakyat sebagai bahan bakar untuk kompor, alat penerangan dan sejenisnya. Saya tahu bahwa beberapa waktu yang lalu telah hadir program kompor gas gratis yang katanya untuk mengalihkan pemakaian minyak tanah menuju pemakaian gas, namun kini apa gerangan yang terjadi???? Masih banyak tuh rakyat yang tetap memakai kompor minyak tanah, bahkan masih pakek kayu bakar, bahkan ada pula yang menjual tangki dan kompor gasnya loh, suwer!!!!! Kalo gak percaya ceklah ke pelosok-pelosok. Jadi meski telah ada program yang itu-tuuu? tetep saja minyak tanah masih diburu oleh rakyat, jadi mohon dijaga peredarannya dan jika memang begini adanya gimana tindak lanjut program kompor gas yang dulu itu? apakah berhenti sampai disini tanpa tindak lanjut dengan penyuluhan yang lebih gencar dan intensif lagi? Agar rakyat benar-benar terbuka pintu hatinya, karena biar bagaimanapun factor kekolotan rakyat cinderung menjadi sebab musabab atas bertahannya mereka dengan minyak tanah, jadi kurang suksesnya program itu bukan sepenuhnya salah pertamina. Jika memang “Kerja Keras Adalah Energi Kita” maka sudah barang tentu akan ada tindak lanjut dari pihak pertamina untuk menuntaskan masalah konversi miyak tanah ke gas, agar rakyat benar-benar mau beralih ke gas. ==================================================================== *Gas LPG*, merupakan bahan bakar yang dipakai rakyat untuk memasak, apalagi setelah adanya program konversi miyak tanah ke gas. Meski masih ada rakyat yang memilih bertahan dengan minyak tanah namun pemakaian gas LPG sudah jauh meningkat dibandingkan sebelum ada program konversi minyak tanah. Jika memang “Kerja Keras Adalah Energi Kita” maka permudahlah rakyat untuk mendapatkan gas LPG agar mereka tetap menggunakan LPG dan bahkan yang belum pakaipun menjadi tergoda untuk berpaling dari minyak tanah. ==================================================================== Dari produk-produk yang saya tau diatas, kategorinya adalah sebagai berikut: • Premium, Minyak tanah, dan Solar termasuk dalam kategori Bahan Bakar Minyak alias BBM • Pertamax termasuk kategori Bahan Bakar Khusus alias BBK • Gas LPG termasuk kategori Gas Dalam kaitanya dengan rakyat ada hal yang paling penting yang berkaitan dengan produk-produk diatas, dimana hal penting ini mengalahkan kualitas, rasa, warna atau apapun dan sangat sensitive dan amat berpengaruh dengan selera rakyat. Hal penting itu adalah “HARGA”, jika harga-harga produk tersebut melambung atau mengalami kelangkaan. Untuk menghindari huru-hara, demo ataupun yang lainya alangkah baiknya jika harga produk tersebut tetap dijaga kemurahanya agar “Kerja Keras Adalah Energi Kita” dan bukan "Energi Kita Adalah Kerja Keras" atau mungkin menjadi "KERJA KERASKU ADALAH ENERGIMU" (ku=pertamina, mu=rakyat). Setelah melihat http://www.pertamina.com/ ternyata produk pertamina gak Cuma produk-produk diatas karena masih banyak lagi produk-produk dari pertamina. Namun sebagai rakyat, saya Cuma menuliskan produk yang dekat dihati rakyat saja, kalo saya tulis semua produknya bisa-bisa postingan ini kagak ada abisnya. ciax...desing....jrootzzzz... salam hormat dariku, wonga_anTeng Pertamina Blog Contest =====================================================================================

"Energi Kita Adalah Kerja Keras" Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mbak Widha

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon usahakan komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama aneh-aneh entah judul postingan blog atau produk jualan misal "obat anu apa gitu"