PENJUALAN PERSEORANGAN (PERSONAL SELLING)

Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara langsung dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Sifat penjualan perseorangan lebih luwes karena penjual bertatap muka secara langsung sehingga seketika bisa menyesuaikan penawaran penjualan dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing pembeli. Selain itu, penjual juga dapat segera mengetahui reaksi calon pembeli terhadap penawaran penjualan, sehingga dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian di tempat pada saat itu juga.

Penjualan perseorangan termasuk alat yang efektif dalam hal biaya, membantu proses pembelian lebih lanjut, membangun preferensi, keyakinan, dan tindakan pem¬beli. Penjualan personal, memiliki tiga ciri khusus yaitu:

a.Konfrontasi perseorangan: Penjualan perseorangan mencakup hubungan yang hidup, lang¬sung dan interaktif antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak dapat mengobservasi reaksi dari pihak lain dengan lebih dekat, terjadi kontak langsung sehingga memungkinkan terjadinya sebuah dialaog antara penjual dan pembeli.

b.Mempererat: Penjualan perseorangan memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan mulai dari hubungan penjualan sampai hubungan persahabatan sehingga memungkinkan adanya hubungan yang dekat antara penjual dan pembeli.

c.Tanggapan: Penjualan perseorangan membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh penjual sehingga memungkinkan adanya sebuah tanggapan langsung.

Contoh pihak pelaku usaha kecil yang melakukan personal selling adalah penjual pakaian, penjual sepatu, penjual klontongan, sales-sales yang menjual barang secara keliling dan lain-lainya.

Salam hormat,

IG @widhawatitok


Related Posts

PENJUALAN PERSEORANGAN (PERSONAL SELLING)
4/ 5
Oleh

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon usahakan komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama aneh-aneh entah judul postingan blog atau produk jualan misal "obat anu apa gitu"