Polisi Sergap Teroris di Cawang Jakarta Timur

Lagi-lagi densus 88 berhasil mengobrak-abrik teroris dan beikut berita selengkapnya dari liputan 6. Liputan6.com, Jakarta: Penyergapan teroris di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, diawali dengan penyergapan tiga orang yang juga diduga anggota teroris di Jalan Mayor Jenderal Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (12/5). Tiga anggota teroris ditangkap di tempat yang berdekatan sekitar pukul 12.00 WIB.

Menurut Rudi, seorang warga yang melihat aksi penangkapan, seorang anggota teroris ditangkap saat baru turun dari sebuah taksi, dan mencoba menaiki sebuah sepeda motor dengan membawa bungkusan. Anggota Densus 88 langsung menembak tersangka dan kemungkinan tewas.




Dua tersangka teroris lainnya yang berada sekitar 50 meter dari lokasi penembakan berusaha melarikan diri. Namun anggota Densus 88 yang sudah mengetahui upaya tersangka menghindar dengan cepat meringkus keduanya saat berada di depan sebuah pool bus antarkota ALS.(AYB)

Liputan6.com, Cikampek: Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Polri kembali beraksi. Kali ini, pasukan khusus antiteror itu dilaporkan menembak mati Saptono dan satu orang lelaki, dua dari enam orang yang dibekuk di Desa Jati, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (12/5), sekitar pukul 15.30 WIB. Saptono dikabarkan melawan saat hendak dibekuk.

Menurut informasi yang dihimpun Liputan6.com, Saptono adalah sosok yang paling dicari pasca-Bom Kuningan. Komandan pelatihan jaringan teroris di Aceh itu disebut-sebut sebagai otak Bom Kuningan. Pengeboman itu bertujuan menghancurkan Kedutaan Besar Australia di Jalan H.R. Rasuna Said, Kavling C 15-16, Jakarta Selatan, pada 9 September 2004.

Kasus Bom Kuningan adalah aksi terorisme besar ketiga yang ditujukan terhadap Australia yang terjadi di Indonesia setelah Bom Bali pada 2002 dan Bom JW Marriott pada 2003. Bom Kuningan terjadi saat sebuah bom mobil meledak di depan Kedubes Australia pada pukul 10.30 WIB. Pemerintah Indonesia berhasil mengidentifikasi sembilan orang, namun pihak Australia menyebut angka 11 korban tewas. Di antara korban yang meninggal adalah satuan pengamanan kedubes, pemohon visa, staf kedubes serta warga yang berada di sekitar tempat kejadian saat bom tersebut meledak [baca: Korban Berjatuhan dalam Ledakan di Kuningan]. Tidak ada warga Australia yang meninggal dalam kejadian ini. Beberapa bangunan di sekitar tempat kejadian juga mengalami kerusakan.

Polri menduga kelompok teroris Jemaah Islamiyah yang berada di balik peristiwa ini. Motif pengeboman masih belum jelas, namun ada kemungkinan berhubungan dengan Pemilihan Presiden yang akan datang. Pengeboman itu dipercayai dilakukan seorang pengebom berani mati bernama Heri Kurniawan alias Heri Golun dengan menggunakan van mini jenis Daihatsu berwarna hijau. Kepastian sosok Heri berhasil diidentifikasi melalui tes DNA.

Pada 5 November 2004, polisi menangkap empat orang yang dianggap sebagai pelaku dalam peristiwa ini. Mereka adalah Rois, Ahmad Hasan, Apuy, dan Sogir alias Abdul Fatah di Kampung Kaum, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jabar. Pada 13 September 2005, Rois dijatuhi vonis hukuman mati dalam sidang di Pengadilan Negeri Jaksel. Sehari kemudian, tersangka lainnya, Hasan, juga dijatuhi vonis hukuman mati.(EPN)
sumber: Liputan 6 SCTV
ciak...desing....jrootzzzz....

salam hormat dariku,

wong_anTeng

Comments

Baca Juga

PEMASARAN LANGSUNG (DIRECT MARKETING)

Tugas Account Executive/AE

Kissing Bugs di Indonesia Apakah Berbahaya?

Siswa SD Joget Seronok, Guru Justru Tertawa Seolah Terhibur!

Belajar Menggunakan Google Plus/Google+