Home » , , , » Piala Dunia, Penjualan Televisi Meroket

Piala Dunia, Penjualan Televisi Meroket

VIVAnews - Animo masyarakat Yogyakarta untuk menikmati tontonan piala dunia melalui televisi sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penjualan televisi di sejumlah toko elektronik.

Seperti toko alat-alat elektonik di Jalan Affandi Yogyakarta. Setiap hari toko-toko tersebut bisa menjual televisi rata-rata lima unit.

Padahal jauh sebelum ada pesta pertandingan bola sejagat itu hanya bisa terjual 2 atau 3 unit televisi perhari. Malah, tak jarang pula televisi yang dilego tidak laku.

Namun berbeda dengan toko yang besar. Televisi yang dipilih oleh para pembeli adalah yang harganya di bawah Rp 1 juta.

"Yang banyak laku adalah televisi yang harganya di bawah Rp 1 juta. Selain itu banyak juga yang membeli kabel dan antena," kata Nugroho, pelayan salah satu toko elektronik di Jalan Afandi.

Di toko elektronik yang cukup besar di Kota Yogyakarta seperti toko elektonik Atakrib di Jalan Kiai Mojo Yogyakarta, penjualan televisi meningkat drastis.

Dalam satu hari toko elektornik yang besar mampu menjual 20 unit televisi. Padahal sebelumnya tidak sampai 10 unit televisi. Sampai dua kali lipat. Di toko kecil, penjualan televisi mencapai 5 unit per hari, padahal sebelumnya hanya dua atau tiga unit saja.

"Sejak dua minggu yang lalu penjualan televisi berbagai merek dan ukuran meningkat dua kali lipat. Bahkan banyak yang menggemari televisi dengan LCD bukan tabung," kata Yuli Suryawati, staf Administrasi Toko elektonik Atakrib.

Harga televisi LCD (liquid crystal display) berkisar Rp 3 juta untuk ukuran paling kecil (21 inchi) hingga 60 inchi yang harganya mencapai Rp 60 juta. Sedangkan harga televisi tabung berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta.

Setiap hari, di toko itu banyak berdatangan para pembeli televisi. Jika ditanya untuk apa membeli televisi, selain ditonton setiap hari memang sengaja ingin menikmati pertandingan sepak bola akbar Piala Dunia.

"Setiap ditanya pembeli ingin menikmati tontonan piala dunia yang berlangsung 4 tahun sekali," pungkasnya.

Laporan: KDW l Yogyakarta

ciak...desing....jrootzzzz....

salam hormat dariku,
wong_anTeng

G+

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon usahakan komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama aneh-aneh entah judul postingan blog atau produk jualan misal "obat anu apa gitu"