Tali "Flying Fox" Candi Borobudur Tidak Layak

Liputan6.com, Magelang: Tali dan alat-alat "flying fox" dinilai polisi sudah tidak layak, sehingga putus saat digunakan, sehingga menewaskan seorang pemandu wisata (guide). Hingga Ahad (27/6), petugas Polsek Borobudur dan Polres Magelang masih meminta keterangan dan memeriksa enam orang. Mulai dari penanggung jawab hingga petugas wahana permainan flying fox di area candi.

Menurut Kapolres Magelang AKBP Kif Aminanto, jika peristiwa tersebut terbukti disebabkan kelalaian manusia maka tersangka akan dijerat Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman minimal lima tahun. Barang bukti berupa tali kawat seukuran ibu jari dan beberapa peralatan flying fox turut disita. Di lokasi kejadian juga tampak masih dipasangi garis polisi.

Korban bernama Budi Rahayu pada Jumat (25/6) lalu tewas karena terjun bebas setelah tali flying fox yang dimainkannya putus. Saat kejadian, Budi sedang membawa beberapa turis dari Belanda dan Amerika yang ingin mencoba flying fox. Korban pun ikut menjajal permainan tersebut.

Menurut Mijib, salah satu operator wahana mengatakan, sebelumnya korban sempat diperingatkan untuk tidak naik lantaran berat badan yang melebihi ketentuan. Meski demikian korban tetap nekat mencoba flying fox tersebut.(TES/AYB)


ciak...desing....jrootzzzz....

salam hormat dariku,

wong_anTeng

Comments

Baca Juga

PEMASARAN LANGSUNG (DIRECT MARKETING)

Tugas Account Executive/AE

Kissing Bugs di Indonesia Apakah Berbahaya?

Kelebihan dan Kelemahan Media Iklan

MACAM-MACAM PROMOSI PENJUALAN