Peringkat Dunia UGM Menurun

YOGYA (KRjogja.com) - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional dengan ditempatkan pada peringkat 321 dari 650 Perguruan Tinggi terbaik dunia. Namun, dibandingkan dengan perolehan tahun lalu, peringkat tersebut cenderung menurun, karena pada tahun lalu UGM berhasil meraih peringkat 250.

Kepala Humas dan Protokol UGM, Suryo Baskoro mengungkapkan, peringkat yang diraih UGM tersebut merupakan hasil survey yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds Ltd. pada QS World University Rankings 2010 yang dipublikasikan di London pada 8 September 2010 yang lalu. Survey ini dilakukan pada 15.000 akademisi, lebih dari 5.000 institusi pengguna lulusan, dan 40.000 calon mahasiswa S1 dan Pascasarjana di seluruh dunia.

Diakui, penurunan peringkat ternyata dialami pula oleh hampir semua Perguruan Tinggi ternama Indonesia. Diantaranya UI yang turun dari peringkat 201 pada 2009 ke posisi 236, ITB turun dari peringkat 351 menjadi antara 401-450, Unair menurun dari peringkat antara 401-500 menjadi 451-500, dan Universitas Brawijaya (UB) dari posisi 501-600 turun ke posisi 601+. Satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang relatif stabil adalah Institut Pertanian Bogor, dari peringkat 501-600 pada tahun 2009 menjadi 501-550.

"Jika diperhatikan pemeringkatan dari tahun ke tahun, terjadi fluktuasi yang cukup signifikan. Hal itu ditengarai karena Perguruan-perguruan Tinggi di dunia senantiasa berupaya keras untuk meningkatkan kualitasnya, dan besar kecilnya hasil yang dicapai itulah yang mengakibatkan fluktuasi pada daftar peringkat. Faktor lain yang mungkin menyebabkan flkuktuasi adalah adanya sekitar 25 PT baru yang berkualitas yang masuk peringkat dunia," ujarnya di Yogyakarta, Sabtu (18/9).

Meskipun demikian, UGM merasa bersyukur atas peringkat terbaru yang diperolehnya dan menyadari bahwa daftar peringkat tersebut banyak dipergunakan oleh Perguruan Tinggi dan Institusi lain di dunia untuk mengukur kualitas sebuah Perguruan Tinggi.

"Kami terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, fasilitas, serta sarana dan prasarana. Ini bukanlah demi mencari peringkat bagus, melainkan demi kepentingan dan kemakmuran bangsa, sebagaimana termaktub pada Visi UGM," katanya.

Ditambahkan, penentuan peringkat 321 yang diperoleh UGM tersebu ditentukan dengan menggunakan 4 indikator melalui pembobotan yang berbeda-beda. Diantaranya review dari para akademisi dengan bobot 40 persen, review dari institusi pengguna lulusan 10 persen, rasio dosen dibanding mahasiswa 20 persen, indeks sitasi karya ilmiah 20 persen, dan atmosfir internasional 10 persen.

Di kawasan Asia Tenggara sendiri, eberapa perguruan tinggi berada di atas Indonesia, seperti National University of Singapore (peringkat 31), Chulalongkorn University (Thailand, posisi 180), dan Universiti Malaya (Malaysia, peringklat 207). "Pada jajaran elit dunia, Harvard University (AS), yang sejak tahun 2004 bertengger pada peringkat 1 dunia, kali ini tergeser ke peringkat 2 oleh University of Cambridge (Inggris)," imbuhnya. (Ran)
@http://www.krjogja.com/news/detail/50511/Peringkat.Dunia.UGM.Menurun.html

salam hormat dariku,
wong_anTeng

Comments

Baca Juga

PEMASARAN LANGSUNG (DIRECT MARKETING)

Tugas Account Executive/AE

Kissing Bugs di Indonesia Apakah Berbahaya?

Mata Uang Termahal Di Dunia

MACAM-MACAM PROMOSI PENJUALAN