Borobudur Turut Mandi Abu Merapi

BOROBUDUR (KRJogja.com) - Bangunan Candi Borobudur juga tidak luput dari guyuran hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi, Selasa (26/10) malam. "Ketebalan abu Merapinya sekitar 2-3 milimeter," kata Drs Marsis S MSi, Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, kepada KRJogja.com, Rabu (27/10).

Yang menempel di bebatuan Candi Borobudur ternyata tidak hanya sekadar abu, tetapi ada juga yang berbentuk seperti pasir kecil-kecil. Dibanding dengan letusan Gunung Merapi Tahun 2006 lalu, abu letusan Gunung Merapi Tahun 2010 ini lebih tebal.

Abu Gunung Merapi ini berbeda keberadaannya dengan abu atau debu biasa. Dilihat dari bau atau aromanya, abu Merapi bukanlah debu atau pasir netral. "Mungkin agak asam," tambah Marsis. Material dari dalam gunung bisa bersifat asam dan bisa juga bersifat netral. Dan abu yang menempel di bebatuan Candi Borobudur ini sepertinya asam. Kalau asam, sifatnya korosif yang dapat merusak bebatuan candi.

Karena itu dalam proses pembersihan abu Merapi yang ada di bangunan Candi Borobudur hari ini, juga dilakukan dengan cara berbeda. Karena kondisi abunya ada yang masih agak basah, masih melekat atau lengket di bebatuan lantai. Yang demikian ini belum dapat disapu, dan masih perlu menunggu agak kering sedikit, disapu dan diserok. Kalau keberadaannya tinggal tipis, proses pembersihannya dapat dilanjutnya dengan cara disiram atau disemprot air.

Dalam proses membersihkan atau menyapu, juga harus dilakukan penuh kehati-hatian dan pelan. Bila sudah terkumpul, kemudian diserok. Karena itu kalau hanya dilakukan secara manual dengan memanfaatkan tenaga yang ada, waktu yang dibutuhkan sekitar 3-4 hari agar dapat bersih lagi.

Karena sedang dilakukan pembersihan, pengunjung dibatasi agar mereka tidak naik ke bagian atas bangunan Candi Borobudur terlebih dahulu. Di bangunan bagian atas, Rabu, 'ditutup'. Pengunjung dapat berjalan di pelataran Candi Borobudur atau di selasar 1 maupun selasar 2. (Tha)


salam hormat dariku,

wong_anTeng

Comments

Baca Juga

PEMASARAN LANGSUNG (DIRECT MARKETING)

Tugas Account Executive/AE

Kissing Bugs di Indonesia Apakah Berbahaya?

Mata Uang Termahal Di Dunia

MACAM-MACAM PROMOSI PENJUALAN