Kabar Gunung Merapi 11 November 2010

Hingga hari ini Gunung Merapi tetap masih bergejolak dan sulit diprediksi. Berikut sedikit informasi terkait Kabar Gunung Merapi 11 November 2010 untuk memperbaharui info seputar Gunung Merpai. Kondisi Merapi pagi ini mulai pukul 05.00 masih terlihat kepulan asap putih coklat membumbung tinggi ke atas dengan volume yang besar dan mengarah ke arah barat dengan kecepatan sedang. 05.10 WIB. Terjadi semburan awan berwarna kecoklatan membumbung ke atas dengan volume cukup besar. Angin masih menuju ke arah barat dengan kecepatan angin sedang. ‎05.20 WIB. Terjadi gumpalan awan vulkanik dengan volume yang sangat besar mengarah ke atas. Arah angin masih mengarah ke arah barat dengan kecepatan angin normal. Guguran awan panas juga terlihat menyusuri lereng merapi. ‎05.40 WIB. Awan vulkanik masih menyembur besar ke atas dengan volume sangat besar di sertai dengan warna hitam abu-abu pekat. Arah angin masih ke arah barat dengan kecepatan sedang. Ini berarti hari ini 11 November 2010 Merapi masih agresif namun tetap masih ada warga yang naik keatas untuk menengok rumah meraka serta memberi makan ternak.

Energi merapi saat ini masih sangat tinggi sekitar separuhnya, namun pemerintah belum merencanakan relokasi penduduk secara besar-besaran dan masih berkonsentrasi pada penanganan tanggap darurat. Saat ini, lanjut dia, pemerintah fokus pada mengelola kehidupan pengungsi yang mencapai 370 ribu orang sehingga mereka terhindar dari kebosanan dan tetap patuh pada imbauan pemerintan agar tidak kembali ke rumah masing-masing.

Pengungsi korban Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (10/11), bertambah lagi sekitar 8.000 jiwa. Semuanya kini berjumlah 107.795 jiwa. Mereka tersebar di 18 kecamatan yang meliputi 280 titik pengungsian. Selain warga Kabupaten Klaten, pos pengungsian di daerah ini juga menampung warga asal Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang terkena dampak letusan gunung berapi teraktif di dunia itu. Sebagian besar dari jumlah pengungsi kini tinggal di pos pengungsian Kecamatan Prambanan, Jogonalan, dan Jatinom. Kemudian di pos pengungsian Kantor Pemkab Klaten, GOR Gelarsena, GOR SMAN 3 Klaten, dan Dokdiklatpur Klaten Selatan.

Letusan Gunung Merapi yang terus menerus sulit diprediksi. Namun, yang perlu dilakukan adalah mencermati magma yang terkandung di dalam perut gunung ini. Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 dan 5 November 2010 meletus, sehingga menyebabkan 106 warga yang berada di kawasan gunung teraktif di Indonesia dan bahkan termasuk paling aktif di dunia itu, tewas.

Sedangkan korban yang mengalami luka bakar yang masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito Yogyakarta sebanyak 26 orang, dan korban nonluka bakar 57 orang. Total korban terluka yang masih dirawat di rumah sakit ini sebanyak 83 orang.

Tim Forensik RS Dr Sardjito dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil melakukan identifikasi 49 korban yang meninggal dunia akibat letusan Merapi yang ditemukan di lokasi kejadian.

Sementara itu, di pos antemortem DVI Polda DIY sejak Jumat (5/11) menerima laporan mengenai 233 orang hilang. Jumlah korban yang meninggal dunia akibat bencana letusan gunung ini kemungkinan masih akan terus bertambah, karena TNI bersama relawan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban.

sumber:Metro TV, TV one, FB Informasi Merapi Up To Date.


salam hormat dariku,
wong_anTeng

Kabar Gunung Merapi 11 November 2010 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mbak Widha

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon usahakan komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama aneh-aneh entah judul postingan blog atau produk jualan misal "obat anu apa gitu"