Kabar Gunung Merapi 12 November 2010

Sudah lebih dari dua pekan Gunung Merapi tak kunjung diam, sesekali masih batuk dan sering kali mengepulkan asapnya, suara gemuruhpun masih sering terdengar dengan lantangnya. Kabar Gunung Merapi 12 November 2010, Suara gemuruh terdengar sekitar pukul 01.10 WIB, beberapa saat diam namun suara gemuruh kembali terdengar pukul 01.50 WIB. ‎04.45 WIB. Terlihat samar awan vulkanik tersapu angin ke arah selatan dengan volume sedang dan kecepatan angin sedang. Suara gemuruh juga terdengar sesekali. 04.50 WIB. Abu vulkanik kembali menyembur dari puncak Merapi dengan volume yang sangat besar menuju ke arah selatan dan tenggara. Kecepatan angin masih sedang. ‎05.20 WIB. Semburan sangat besar bergumpal ke arah atas tetapi pendek langsung tersapu oleh angin menuju ke arah barat daya dan selatan dengan kecepatan angin sedang. Dengan beberapa pengamatan tersebut berarti hari ini 12 November 2010 Gunung Merapi masih sibuk dengan aktifitasnya, warga diharap tetap waspada dan berhati-hati, jangan terkecoh dengan isu-isu yang menyesatkan.

Kementerian Kesehatan mencatat jumlah korban tewas akibat erupsi Gunung Merapi mencapai 198 orang hingga Kamis (11/11). Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah mengingat ratusan orang masih dilaporkan hilang. Kemenkes mendata korban tewas itu berasal dari Sleman sebanyak 163 orang, 17 orang dari Magelang, 15 orang asal Klaten, dan 3 orang dari Boyolali. Berbeda dengan data Kemenkes, Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta melaporkan 151 warga tewas. Sebanyak 37 di antaranya tewas saat letusan pertama pada 26 Oktober. Sedangkan 114 lainnya tewas pada letusan 5 November. Hingga kini, baru 60 orang yang berhasil diidentifikasi. Rumah sakit tersebut masih merawat 22 orang korban luka bakar dan 74 lainnya mengalami luka non bakar. Sementara itu, Pos Antemortem Polda Yogyakarta menerima laporan 230 orang hilang sejak erupsi kedua Gunung Merapi.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan bahwa Kendati Gunung Merapi hingga kini berstatus Awas dan terus mengeluarkan erupsi, Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan tetap aman untuk dikunjungi. Yogyakarta berada di luar zona bahaya Merapi yang ditetapkan yaitu 20 KM.

sumber: fb informasi update merapi, metronews.com, TV one.



salam hormat dariku,
wong_anTeng

Comments