Kabar Gunung Merapi 14 November 2010

Aktivitas gunung merapi 13 November lebih agrasif dibandingkan tanggal 12 November 2010. Kabar Gunung Merapi 14 November 2010, pukul 00.10 WIB. Merapi tidak tampak karena masih tertutup kabut pekat. Tampak juga dari langit masih ada asap kecoklatan dengan volume sedang. Arah angin mengarah ke arah selatan dengan kecepatan di atas sedang. Pukul 00.30 WIB. Merapi masih tetap tertutup kabut sangat pekat. Jarak pantau masih belum maksimal akan tetapi dari atas langit masih terlihat asap vulkanik dengan volume sedang. Arah angin masih mengarah ke arah selatan dengan kecepatan angin di atas sedang. 06.10 WIB. Merapi sudah jelas terlihat tanpa kabut lagi. Merapi masih terlihat awan kecoklatan membumbung tinggi dengan volume sedang. Arah angin masih mengarah ke barat daya dan selatan dengan kecepatan normal. Perubahan jarak aman di Boyolali 10 Km, Magelang, 15 Km, Klaten 10 km, Sleman masih tetap 20 Km. Status Merapi masih tetap : AWAS. Salah satu pertimbangan perubahan radius untuk tiga kabupaten di Jawa Tengah tersebut, melihat dari fakta pergerakan awan panas Gunung Merapi selama ini yakni di Magelang melalui Kali Bebeng mencapai 11,5 kilometer, Boyolali melalui Kali Apu mencapai empat kilometer, dan Klaten melalui Kali Woro mencapai tujuh kilometer. "Sleman melalui Kali Gendol 14 kilometer,"

Sejak meletus pada 5 November 2010, intensitas Merapi cenderung menurun. Namun, masyarakat tetap diminta tetap waspada dan tidak gegabah karena penurunan intensitas bukan patokan Merapi akan kembali ke kondisi normal. Para warga diharapkan bersabar dan tidak menembus zona bahaya yang telah ditetapkan untuk menghindari bahaya merapi karena meskipun aktifitasnya menurun tapi gejolak merapi tetap tidak bisa diprediksi alias bisa saja awan panas meluncur sewaktu-waktu.

Korban meninggal musibah letusan Gunung Merapi hingga Sabtu (13/11) malam mencapai 168 orang. Sebanyak 91 korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Dr Sardjito, Yogyakarta. Evakuasi masih akan dilaksanakan, dan kemungkinan masih akan ditemukan korban tewas lainya.

Tumpahan material vulkanik akibat bencana erupsi Gunung Merapi yang terbawa air hujan berdampak pada perikanan di Kabupaten Bantul. Lahar dingin Gunung Merapi mengaliri sejumlah sungai yang menuju di wilayah Kabupaten Bantul, di antaranya sungai Code, Opak, Gajah Wong dan Winongo, sehingga petani ikan yang mengambil air dari sungai tersebut untuk budi daya perikanan berdampak buruk pada ikan-ikan itu, sejumlah ikan milik petani ikan kondisinya mabuk bahkan mati, karena memang aliran air yang digunakan untuk kolam tercemar material vulkanik.

Meski gunung Merapi terus mengeluarkan letusan setiap hari, namun warga di wilayah kecamatan Selo tidak lagi mendengar suara gemuruh sebagaimana terjadi pada letusan besar pekan lalu. Hal itu membuat warga yang kini masih tinggal di pemukiman di wilayah Selo semakin tenang tinggal di rumah mereka meski kawawsan itu masuk wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang diperluas.

sumber: fb Informasi Merapi Up To Date, metrotv, kr jogja, tv one

salam hormat dariku,
wong_anTeng

Kabar Gunung Merapi 14 November 2010 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mbak Widha

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon usahakan komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama aneh-aneh entah judul postingan blog atau produk jualan misal "obat anu apa gitu"