Kejutan Muhammad Syarif untuk Keluarga?

Jumat 15 April 2011 Kapolresta Cirebon dihebohkan dengan meledaknya bom ketika shalat Jumat hendak dimulai, BOM bunuh diri itu telah melukai sejumlah pejabat kepolisian cirebon dan menewaskan sang pelaku itu sendiri. Pelaku bom bunuh diri itu kini mulai terkuak, ia diduga bernama Muhammad Syarif seorang yang kesehariannya bekerja sebagai desain grafis. Benar tidaknya kini masih menunggu pihak kepolisian namun orang tua M syarif menyakini bahwa orang yang diduga itu benar Muhammad Syarif.

Menurut orang tuanya, Muhammad Syarif adalah sosok yang temperamental, suka mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan dia, termasuk orang tuanya sendiripun ia anggap kafir. Dia juga sering berdebat masalah dengan orang taunya masalah agama, ia mulai sering menghilang sejak taun 2009, sesekali ia terlihat dengan tampilan yang berbeda yaitu sering mengenakan jubah. Bahkan Muhamamd Syarif juga pernah melakukan pengrusakan di toko-toko seperti alfamaret, dengan dalih memusnahkan miras. Dalam beberapa kesempatan demo yang terekam kamera, Muhammad Syarif sering kali tampil dibarisan paling depan dan sesekali bertindak brutal seperti mendorong polisi yang mengamankan demo atau menggebarak mobil.

Orang tua Muhammad Syarif mengatakan bahwa M Syarif akan memberi kejutan orang tuanya, orang tuanya mengira ia akan dikasih modal atau apa oleh anaknya tapi ternyata yang dimaksud kejutan itu adalah bom bunuh diri yang dilakukan M Syarif jumat lalu, selain mengejutkan keluarga tentu kelakuan Muhamad Syarif itu juga mengejutkan warga Cirebon dan bahkan Indonesia. Orang tua Muhammad Syarif mengaku malu atas perbuatan yang dilakukan anaknya, dan ia pun meminta maaf kepada semua pihak, ia menyatakan bahwa ia dan keluarga tidak terlibat dengan aksi biadap M Syarif.

Namun dilain pihak istri Muhammad Syarif yakni Sri Maliha, belum yakin bahkan pelaku bom bunuh diri itu adalah suaminya, ia mengaku masih samar dan melakukan kontak langsung dengan suaminya terakir tanggal 3 April lalu. Sri Maliha kini sedang hamil sembilan bulan. Sri menyayangkan jika benar Syarif melakukan aksi tersebut. Ia khawatir anaknya kelak hanya akan mengenal sosok bapaknya sebagai pelaku peledakan bom.

Sumber:ngeliat TV

salam hormat dariku,

widhawati

Comments