Home » » Kisah-Kisruh Debt Collector Kartu-Kredit

Kisah-Kisruh Debt Collector Kartu-Kredit

Kehebohan dunia perbankan oleh Malinda Dee belum meredam tapi sudah dihebohkan lagi dengan adanya Kisah-Kisruh Debt Collector Kartu-Kredit yang menyebabkan salah satu anggota parpol atas nama Irzen Octa meninggal dunia. Izen Octa meninggal karena dianiaya oleh para debt collector dikantor Citibank. Irzen Octa terjerat utang karena kartu kredit yang dipunyainya. Konon kisahnya sebelum peristiwa naas itu terjadi, beberapa hari terakir memang sudah ada debt collector yang datang ke rumah Irzen Octa untuk melakukan penagihan bahkan ada yang sampai menginap diteras rumahnya. Hingga dilain hari ada debt collector yang datang kerumahnya dan kemudian menyuruhnya datang kekantor Citibank. Siapa sangka, kedatanganya ke Citibank untuk menanyakan perihal kartu kreditnya itu justru berujung dengan penghembusan nafas terakirnya.

Benarkah Irzen Octa meninggal dikantor Citibank? konon kisahnya, ada teman parpol dari Irzen Octa yang menelpoh beliau tetapi yang mengangkat orang lain dan orang itu mengabarkan bahwa Irzen Octa pinsan dikantor Citibank. Sang teman pun bergegas menuju TKP, diapun sedikit emosi kepada orang-orang di TKP mengapa kalau tau itu orang pinsan tidak segera ditolong atau dibawa kerumah sakit. Dan ternyata ketika sang teman mengecek detik nadinya sudah tidak ada. Sang teman pun segera menelpon ambulan dikantornya dan menelpon pihak berwajib, sejak itulah adanya Kisah-Kisruh Debt Collector Kartu-Kredit mulai terungkap dimuka pucblik.(kisah ini aku buat dari hasil nonton TV)

Dengan peristiwa naas ini, terlebih yang bersangkutan adalah orang parpol jadi bisa membongkar Kisah-Kisruh Debt Collector Kartu-Kredit sehingga pihak-pihak yang teraniaya lainya berani menuturkan kisahnya-kisahnya terkait debt collector. Kisah kekerasan itu tidak hanya terjadi pada Irzen Octa saja, Ada orang yang harus menjalani operasi karena mata kirinya rusak dan kepalanya retak akibat dihajar oleh debt collector, Ada yang harus kehilangan banyak uang untuk biaya suap debt collector dan suatu hari barang-barang dagangan seisi distronya digondol oleh para penagih hutang. Kalau sesuai dengan namanya mestinya tugas debt collector itu adalah menagih hutang bukannya membunuh, menganiaya, memoroti dan merampok. Aturan yang tidak jelas dan tindakan yang bringas membuat sesuatu yang seharusnya tidak terjadi menjadi terjadilah.

KTA alias Kredit Tanpa Agunan yang berupa Kartu Kredit memang nampak menggiurkan dan mudah digunakan tapi seraca tidak disadari itu bisa menimbulkan efek samping besar pasak dari pada tiang, hidup dengan penuh lilitan hutang. Kewajiban orang hutang adalah melunasi utangnya dan resiko orang hutang yang tak kunjung memenuhi kewajibannya adalah harus berhadapan dengan para penagih hutang, masih mending kalo penagih hutangnya orang-orang yang sopan, lah kalo dapet orang-orang yang kayak preman bisa jadi hidup tak tenang, penuh teror, bahkan bisa berujung pada penganiayaan. Pelajaran bagi kita semua adalah tak usahlah melibatkan diri dalam dunia hutang jika memang tidak penting, hidup seadannya saja tidak usah tampil uwah bila sebenarnya memang susah.

salam hormat dariku,

widhawati

G+

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon usahakan komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama aneh-aneh entah judul postingan blog atau produk jualan misal "obat anu apa gitu"