Baliho Ksatria Bergitar, Strategi Kampanye Atau Guyonan?

Pemilu 2014 semakin mendekat, para parpol pun sudah sibuk menyiapkan capres-capresnya bahkan sudah ada yang mendeklarasikan diri dan mulai berkamanye. Nah, masih ingat Rhoma Irama kan? yang dulu pernah jadi perbincangan karena sang raja dangdut tersebut mengaku hendak nyapres gitu. Dimana pengakuan itu mengundang sejumlah komentar, ada yang mendukung ada pula yang justru tertawa karena itu berasa gimana gitu. Dan bahkan pencapresan bapaknya Rhido Roma itu dianggap dagelan politik semata.

Tapi agaknya Rhoma Irama Serius, karena sudah berani kampanye dengan pasang baliho gitu berupa sosok Rhoma Irama yang naik kuda dengan membawa gitar dan dibawahnya ada tulisan "Menuju Indonesia Lebih Bermatabat", dimana baliho tersebut dipasang di Jl Warung Buncit, Jaksel. Tapi menurutku, ini menurutku loh ya! balihonya gimana gitu, bikin bertanya-tanya itu Baliho Ksatria Bergitar, Strategi Kampanye Atau Guyonan? entahlah, Ya mungkin itu strategi kampanye yang menggunakan beberapa daya tarik.

Meski cuma blogger gini, dulu kan aku pernah dapat teori tentang periklanan *walau kini sudah lupa! kalo menurutku, ini menurutku loh ya! iklan yang berbentuk baliho ksatria bergitar itu adalah strategi kampanye yang menggunakan daya tarik artis dipadukan dengan daya tarik guyonan alias humor. Karena tokoh dalam iklan itu adalah seorang publik figur yakni artis/penyanyi, terus humornya adalah gambarnya si tokoh naik kuda membawa gitar terus tulisannya itu loh "Partai-nya Ksatria Bergitar", padahal itu maksudnya promosi PKB kan?. Setauku yang bener itu kalo PKB "Partai Kebangkitan Bangsa", iya kan?

Apakah dengan baliho tersebut itu berarti Rhoma Irama adalah capres dari PKB? entahlah, kalo kata Rhoma Irama sih baliho itu memang bagian dari deal pencapresannya. Dari PKB sendiri baliho itu sempat bikin galau, dan meminta agar baliho itu diturunkan kemudian diralat karena singkatan PKB adalah Partai Kebangkitan Bangsa bukan Partai-nya Ksatria Bergitar.

Begitulah iklan, kalo tidak tepat bisa jadi menimbulkan kesan yang tidak pas, misal baliho kstaria bergitar itu kesan yang timbul adalah promosi partai baru, yakni PKB "Partai-nya Ksatria Bergitar", berasa kayak becandaan. Alangkah baiknya bila iklan pencapresan itu yang lebih menyentuh saja gitu, bukan dengan gaya guyonan.

Kalau dari partainya sendiri aja membuat kepanjangan plesetan begitu, berarti kalo misal aku bikin kepanjangan PKB itu PAPA KINI BERSEDIH gak apa-apa kan ya, emang kenapa kok Papa Kini Bersedih? karena PKS Papa Kini Sendiri, Eaaaa... Kalo ini baru guyonan!!! Jadi jangan diambil hati loh ya....

Kalau menurut anda dan kamu gimana, Baliho Ksatria Bergitar, Strategi Kampanye Atau Guyonan?


salam hormat dariku,

widha utawi idha

G+

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon usahakan komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama aneh-aneh entah judul postingan blog atau produk jualan misal "obat anu apa gitu"