Men-Tweet Untuk Uang, Apa Hanya Ada di Indonesia?

Di reuters ada judul "In Indonesia, buzzers are not heard, but tweet for money", yang isinya menceritakan tentang fenomena buzzer di Indonesia yang mana mereka ngetweet diakun twitter mereka tapi dibayar oleh brand atau sponsor produk tertentu. Men-Tweet Untuk Uang, Apa Hanya Ada di Indonesia? ah aku kira tidak, diluar sana juga pasti ada lah fenomena tweet berbayar. Karena makin kesini twitter semakin dimanfaatkan untuk media promosi yang tentu bukan hanya terjadi di Indonesia. Banyak brand atau pemilik produk membayar mungkin artis atau pengguna twitter yang memiliki banyak follower untuk mempromosikan produk mereka baik dikemas secara diam-diam alias yang seolah-olah tidak promosi ataupun yang kadang bisa dengan mudah ketebak kalo tweetnya promosi gitu.

Apakah anda termasuk salah satu pecandu twitter yang juga men-Tweet untuk uang? itung-itung sambil menyelam nimum kopi eh susu gitu. Bagi yang banyak follower tentu lebih gampang mencari sponsor, kalo gak punya follower ya jangan harap bisa ngetweet berbayar gitu. Akun twitter yang disukai advertiser itu selain yang banyak follower juga yang aktif ngetweet atau aktif berinteraksi gitu.

Emang berapa sih pendapatan mereka yang suka ngetweet berbayar itu? aku pernah tanya keteman dulu followernya dibawah 10 ribuan dia per tweet dibayar 250 ribu, kalau sekarang gak tau soalnya followernya udah 20 ribu lebih. Karena dia blogger seputar makanan jadi biasanya sponsornya ya gak jauh-jauh dari dunia makanan.

Adanya fenomena tweet berbayar di Indonesia, bikin orang pada kebelet punya banyak follower hingga jasa jual-beli akun twitter pun ada, atau bayar berapa gitu dapat akun follower berapa gitu. Gak hanya twitter sih, apapun itu kalo pangsa pasarnya banyak pasti menarik untuk jadi media promosi. Seperti FB misalnya, ada juga kok yang bisnis jual beli akun facebook atau bayar berapa dapat like berapa gitu, dimana semua itu juga untuk keperluan promosi.

Kalau aku gimana? jelas dong, jelas gak pernah ngetweet dibayar maksudnya. Karena selain follower dikit, aku juga gak begitu aktif ditwitter. Rasanya gimana gitu kalau harus aktif ditwitter, dikit-dikit update cemungut ya, cemungut ya, gitu paling gak bisa. Twitterku paling cuma buat ngesare link postingan aja. Aku lebih suka update blog ketimbang update status twitter atau fb.

salam hormat dariku,

widha utawi idha

Mendadak Keperawanan Anak SMA Dipertanyakan!

Belakangan ini banyak orang ramai membicarakan soal keperawanan. Ada apa nih, kok Mendadak Keperawanan Anak SMA Dipertanyakan! Yah, semua bermula dari dari SMA di Prabumulih Sumsel yang punya wacana bakal memasukan tes keperawanan dalam penerimaan siswa sekolah menengah atas dan sederajat di daerah itu pada 2014. Dimana dana tes keperawanan itu nantinya akan diajukan dalam anggaran APBD 2014. Nah, dari situlah marak perbincangan tentang tes keperawanan karena ada yang mendukung ada yang tidak setuju. Kalau anda dan kamu gimana?

Kalau aku enggak deh, kenapa? ya sekilas aja dah kayak diskriminasi gitu, kalo tes keperawanan kan itu berarti untuk cewek aja dong, lah terus yang cowok gimana? Terus juga kalau sudah tau perawan atau tidak mau apa? yang tidak perawan mau dibalikin lagi keperawanannya gitu? Terus belum lagi kalau masalah itu dikaitkan dengan hak asasi atau privasi.

Kalau memang tes keperawanan itu berkaitan dengan keprihatinan makin maraknya anak-anak sekolah yang sudah tidak perawan lagi karena melakukan sek bebas bahkan melakukan praktek prostitusi atau aborsi, sepertinya tes keperawanan itu bukanlah solusi handal deh. Harusnya dinas pendidikan membuat terobosan yang lebih efektif untuk mencegah agar para siswa-siswi masa kini itu tidak semakin terjerumus dalam pergaulan sek bebas.

Masalah banyak anak SMA yang kini tidak perawan lagi ya sebenarnya tidak mutlak salah sekolah yang mungkin dirasa kurang mendidik, tapi yang bertanggungjawab sebenarnya adalah keluarga terutama orang tua. Karena memang pergaulan masa kini semakin ada-ada saja dan anak bila tak diarahkan jarang yang menyadari dengan sendirinya.

Berkatian dengan dunia pendidikan, ingat sebenarnya ada masalah yang lebih pantas untuk ditelusuri terkait morat-maritnya unjian nasional kala itu.




salam hormat dariku,

widha utawi idha