Rupiah Melemah, Ada Suka Ada Duka!

Rupiah oh rupiah, sepertinya makin lemah aja, bahkan sempat nembus 11rb lebih, terus mau sampai nembus angka berapa lagi? meski melemah tapi tak semua berduka loh ya, karena nyatanya banyak juga yang memanfaatkan pelemahan rupiah saat ini. Yah, gitu deh Rupiah Melemah, Ada Suka Ada Duka! Siapa yang suka? ya mereka yang punya simpenan uang dollar, pasti pada berbondong-bondong ke money changer untuk nuker duitnya, kan lumayan jadi lebih banyak ketimbang nilai tukar sebelumnya. Terus yang kerja diluar negeri pasti buru-buru ngirim uang ke kampung halaman, para turis manca yang lagi berlibur ke Indonesia juga pasti asik-asik jos, blogger yang jadi publisher google adsense pasti juga pada pengen buru-buru dapat PO.

Dengan rupiah melemah memang iya ada yang bersuka cita, tapi ada yang berduka loh ya, justru dukanya  lebih banyak dirasakan masyarakat karena menyengkut perokonomian Indonesia gitu. Yang jadi sorotan misalnya, banyak pengusaha tahu dan tempe yang galau karena bahan baku kedelai saat ini mahal, kenapa mahal? karena kedelai yang selama ini memenuhi kebutuhan produksi pembuatan tahu dan tempe itu adalah kedelai import. Kalau dollar tinggi otomatis harga kedelai jadi mahal kan?

Gak hanya kedelai, barang import seperti barang elektronik pun kini mulai merangkak naik mengikuti kuatnya dollar saat ini. Ngomong-ngomong soal kedelai, masak iya kedelai import? ya memang iya, Indonesia meski dikatakan negara agraris dimana para petani keliatan pada panen tapi tetep aja beras import, kedelai import dll. Karena konon hasil panen dalam negeri saja tidak cukup memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia. Tanya kenapa? entahlah, mungkin karena banyak sarjana pertanian tidak jadi petani karena merasa jadi PNS aja cukup. Terus juga banyak yang suka lahan jadi mall ketimbang jadi sawah.

Udahlah, kok jadi ngomongin kedelai import? ginilah kalau blog gado-gado, judulnya apa juga bisa nulis kemana-mana. Balik lagi ke pelemahan rupiah, dimana disatu sisi mengundang suka disisi lain mengundang duka. Nah, kamu termasuk yang suka atau duka?

Kalau aku sih yang duka, karena sekarang mau makan tahu dan tempe aja susah, masak iya harus makan daging sapi? takut disidang ah...*gak dhing, yang disidang si papa kini sendiri bukan daging sapinya

salam hormat dariku,

widha utawi idha

Kissing Bugs di Indonesia Apakah Berbahaya?

Pernahkah anda tidur kemudian bangun merasakan gatal, bentol-bentol gede udah gitu berasa cenat-cenut gimana gitu dibentolan itu. Bisa jadi itu karena digigit oleh kissing bugs atau Triatoma yakni serangga penghisap darah yang biasanya menyerang manusia disaat terlelap tidur. Aku sendiri gak cuma sekali dua kali jadi mangsa serangga penghisap darah ini, sudah berkali-kali aku mengalaminya ditempat-tempat yang berbeda.

Pertama kali, dulu waktu masih kos di Semarang, dimana dulu aku gak tau, aku kira alergi, terus dikasih obat alergi kakak kos hingga berangsur-angsur rasa gatal yang disertai bentol-bentol besar dan keras itu menghilang. Suatu ketika aku lihat seekor serangga, aku cuma menduga apa karena digigit dia? terus aku pukul serangga itu dan banyak darahnya. Tapi sejauh itu masih sebatas dugaan sih, aku belum ada bukti apakah serangga itu yang menyebabkan aku gatal-gatal tak terkira.

Setelah sekilan lama, ketika dirumah (*Klaten), saat tidur terbangun mataku yang sebelah susah dimelekin dan ternyata bentol gede rasanya sama persis waktu di Semarang itu. Dan ternyata siang harinya aku melihat serangga yang serupa saat di Semarang itu didekat tv, entah mengapa rasanya seperti dendam, jadi ya udah langsung plakkkkkk, matilah dia.

Tanggal 26 Agustus 2013 *di Jogja, aku tidur dengan seperangkat online masih menyala, kemudian bangun niatan mau matiin gitu. Tapi kok, lengan serasa gatal, otomatis garuk-garuk, aku pikir efek gigitan nyamuk karena lagi musim nyamuk gitu. Rasanya kok lama-lama senut-senut gimana gitu, begitu lihat bentolan merah, wah ini. Gak lama kemudian aku lihat serangga yang sama. Gak salah lagi nih, aku pura-pura diam, dalam hati "Ya Tuhan ijinkan aku membunuhnya", ambil pentungan, plakkk...., matilah dia.

Endingnya gak jadi matiin seperangkat alat online tapi malah googling, karena aku gak tau hewan apa itu, aku ketik saja di google pic "hewan penghisap darah manusia" gitu, muncullah banyak gambar dimana salah satunya adalah hewan yang suka menghantui aku itu, setelah aku baca-baca ya itu ternyata namanya kissing bugs atau triatoma. Jika di Amerika sono ternyata hewan itu termasuk serangga berbahaya karena bisa membuat korbannya meninggal dunia atau bisa berefek setelah 20th nantinya. Pokoknya informasi yang ada ngeri gitu, karena diulasnya berdasarkan kejadian diluar negeri sono.

Yang bikin heran dari serangga penghisap darah ini, apakah dia mempunyai kreteria tertentu untuk dijadikan mangsa, karena dulu kosan di Semarang sering kok dijadikan pangkalan nongkrong teman-teman dimana mereka kadang ada yang nginep tapi mereka gak digigit, kok aku yang digigit? Terus dirumah (*Klaten) penguhuninya kan gak cuma aku, tapi kok hanya aku yang punya pengalaman digigit, yang lain tidak. Lalu di Jogja pun aku juga harus mengalaminya lagi? Seolah dimanapun aku berada mereka selalu menguntid dan menjadikan aku sebagai mangsanya.

Atau mungkin efek gatal dan bentol cenat-cenut itu hanya bereaksi pada orang-orang tertentu aja, kayak alergi itu kan biasanya sama-sama makan udang pun bisa jadi yang satu gatal yang satu tidak, karena yang satu alergi udang gitu. Entahlah tapi karena bukan sekali atau dua kali, setidaknya aku sudah ada cara biar gatal dan bentol itu tidak merata yaitu dengan tidak menggaruk rasa gatal itu, sebisa mungkin ditahan aja, ya emang rasanya gimana gitu tapi hasilnya dari gigitan yang terakhir aku rasakan itu bentolan tidak menyebar, hanya bekas samar-samar 2 bentolan yang agak merah karena gak nyadar terlajur digaruk-garuk. Pengalaman-pengalaman sebelumnya karena tidak tahu begitu gatal digaruk sehingga bentolan itu justru merambat kemana-mana. Sekali lagi tip-nya "bila digigit jangan digaruk".

Terus yang bikin penasaran itu adalah Kissing Bugs di Indonesia Apakah Berbahaya? kalau diblog-blog sih banyak juga yang memposting pengalaman mereka digigit serangga kissing bugs ini dengan efek gatal dan bentol mungkin sama seperti yang aku rasakan. Aku tidak menemukan informasi apakah serangga ini tuh berbahaya atau tidak kalau di Indonesia gitu. Buat yang punya informasi bagi dong, karena informasi yang ada diinternet itu pembahasaanya versi yang berbahaya karena berdasarkan kasus diluar negeri bukan di Indonesia. Atau yang pinter-pinter, bikin penelitian tentang serangga kissing bugs di Indonesia ini dong.

NB: Gak nyangka ternyata banyak teman-teman yang punya pengalaman digigit. Postingan diatas aku buat 27 Agustus 2013. Dan sejak posting tulisan diatas aku lama tak berjumpa dengan si Kissing Bug, jumpa lagi itu sekitar bulan April 2016. Dan sempat aku foto seperti dibawah ini.




salam hormat dariku,
widha utawi idha

Ustad Bertarif? Jangan dipakai!

gambar search di google
Belakangan ini media sempat heboh memberitakan seputar Ustad bertarif, dimana semua bermula dari batalnya ceramah ustad solmed di Hongkong. Solmed membatalkan karena merasa ceramahnya di Hongkong itu dibisniskan, karena penyelenggara memungut biaya kepada jamaah yang ingin mengikuti dakwahnya. Sementara itu pihak EO yang mengundang pak Solmed di Hongkong itu merasa difitnah, menurutnya bahwa pihak pak Solmed lah yang merugikan karena ada perubahan kata dan permintaan. Konon pak Solmed minta bagian penjualan tiket itu, selain itu juga mengubah tarif dakwahnya dan yang tadinya minta 2 tiket pesawat nambah minta 4 tiket.

Dari situlah masing-masing pihak saling membela diri, jatuhnya kayak ribut gitu, terus ya jadinya heboh juga karena isu pasang tarifnya jadi pembicaraan dimana-mana. Ada yang menyatakan bahwa ustad pasang tarif itu HARAM, tapi ada juga yang berpendapat bahwa itu boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Pas kapan itu nonton liputan TVone dimana nara sumbernya ustad dari Malasia, dimana beliau tidak pernah pasang tarif karena pesan gurunya adalah jangan sampai menjual ilmu. Lalu dari mana ia dapat uang untuk kebutuhan hidupnya? ia berdagang madu, buku, parfum yang ia bawa dan dijual saat ngisi-ngisi ceramah.

Terus pas siang-siang hari Sabtu *24 Agustus 2013, nonton tv gak sengaja liat tayangan ulang entah acara apa itu di tvone yang jelas nara sumbernya ada Solmed, dari MUI, dari majalah C&R. Gak nonton full sih, tapi kalau dari MUI sendiri sepertinya menolak ustad bertarif. Yang menarik adalah ketika ibu nara sumber dari C&R itu menyampaikan bahwa Ustad Solmed itu adalah ustad yang satu sisi dicintai tapi satu sisi juga ada yang membenci, dan dia juga salah satu ustad yang sering muncul dimedia Infotaiment mau umroh diliput, mau ini itu apa diliput. Terus disaranin agar gak gampangan menerima liputan media, kalaupun diterima harusnya tetep yang disampaikan itu berupa dakwah entah bagaimana cara mengemasnya gitu. Terus pak Solmed kayak gimana gitu bilang oke kedepannya bakal mau lagi diliput, tutup pintu buat semua media, tapi gak tau itu omongannya serius atau bercanda.

Emang bener sih kata ibu dari C&R itu kalau pak Solmed itu sering banget muncul dimedia, terlebih media infotaiment, yang mana kesan yang ada itu seolah pamer kemesraan, harta atau pamer-pamer yang lain gitu. Jadi ya mungkin bener juga masukan ibu itu, agar tidak gampangan diliput, jangan bangga diliput karena merasa semakin diliput semakin terkenal gitu. Dan bener juga kata bapak dari MUI itu bahwa seorang ustad itu tidak cukup dengan halal atau haram saja tapi juga akhlaq, kalau pasang tarif itu ya kurang berakhaq gitu.

Sebenarnya kalau sedemikian kasusnya maka gampangnya sih gini aja: kalau anda bosen lihat ustad solmed atau siapapun yang sering muncul di infomatiment ya udah matiin tv atau kalau enggak pindah chanel. Terus kalau soal isu pasang tarif, ya udah jangan pakai ustad yang pasang tarif, cari yang lainnya aja, karena dakwah itu sebenarnya yang diutamakan adalah ilmunya bukan masalah kepopulerannya. Tapi ya gimana ya, kecenderungan masyarakat kita emang lebih tertarik pada orang-orang yang sudah terkenal, misal pengajian yang diisi ustad seleb gitu meksi acaranya bayar pasti lebih diminati ketimbang yang diisi haji RW kampung sebelah meski acaranya gratis dapat goodyback-makan-hingga snack.

Dari rumitnya postingan yang kemana-mana ini intinya sih, cuma mau bilang: Ustad Bertarif? Jangan dipakai! Udah gitu aja!

salam hormat dariku,

widha utawi idha