Dari Blog Menjadi Buku


Seperti yang aku ceritakan dipostingan Kopdar Itu Sederhana, bahwa dalam sebuah acara bertemakan tentang tulis menulis aku sudah dapat point namun masih dalam bayang-bayang, nah sekarang saatnya menuangkan dalam bentuk tulisan agar lebih bermanfaat dan tidak terlupakan begitu saja. Penyampaian materi waktu itu lebih banyak ke dalam bentuk cerita bergambar, pematerinya Wisnu Nugraha wartawan dari anu, sebut saja inisialnya ya, yaitu Kompas *eh-eaaa.
Dari blognya ia menerbitkan sejumlah buku yang berisi tentang pak SBY atau hal-hal diseputar istana, karena memang tugasnya di Istana Presiden saat yang jabat pak SBY kemarin. Cerita-cerita yang diangkat adalah hal-hal yang sekilas sih sederhana bahkan cinderung gak penting, mulai dari tailalatnya pak SBY, saimbara berburu kucing di Istana, produk-produk merek asingnya pejabat yang padahal mereka gencar promosi cintailah produk dalam negeri, SBY yang gemar makan bakso, beban septitank Istana dan lain sebagainya.

Dari apa yang disampaikan oleh beliau itu, point-point yang aku tangkap bila hendak menjadikan blog menjadi buku itu adalah:
  • Tentukan Niche-nya
Pilihlah niche atau tema tertentu, bisa dari sesuatu yang disukai atau hal-hal yang terjadi dilingkungan sekitar atau apalah gitu. Misal sukanya artis-artis korea, suka nonton film korea dan sekitarnya maka bisa bikin blog yang berbau-bau artis atau film korea, entah nulis tentang anunya atau apanya, tulis dengan gaya sendiri yang fun gitu. Seperti misalnya juga pak Wisnu itu kan dia tugas di Istana dia nulisnya tentang hal-hal yang terjadi disekitar istana entah kelakuan SBY-nya atau yang lainnya.

Kalau blognya gak punya niche khusus alias gado-gado semacam blogku ini, ya susah kali, apalagi blogku ini hanya sekedar menuliskan hal-hal yang sedang heboh, begitu masa berlaku kehebohannya lewat ya langsung basi gitu.
  • Berisi
Berisi disini maksudnya adalah postingan blognya gak ngasal tapi bermakna, informatif dan pokoknya bisa mengena gitu lah. Dalam membuat tulisan itu harus meneliti dulu atau mewawancara nara sumber atau apa lah gitu. Misal menulis tentang "7 jalan paling menyesatkan di Jakarta", nama jalannya apa, lokasinya dimana, bagaimana kok menyesatkan apa karena ada horornya atau mirip dengan jalan lainnya atau apa gitu, terus siapa saja yang sudah pernah tersesat, atau apalah (*ini ngasal karena hanya contoh loh ya)
  • Fokus
Ketika sudah menentukan niche, silakan fokus pada niche itu, jangan sampai terkontaminasi dengan bebauan yang lain sehingga niche jadi buyar dan menjadi blog gado-gado. Biasanya sih blogger itu misal awalnya sudah yakin ambil niche tertentu tapi tiba-tiba menggado-gadokan isi blognya.
  • Konsisten
Blognya diupdate terus, jangan sampai mentok karena merasa terbatas oleh niche, maka dari itu dari awal harusnya direncanakan agar nantinya tidak kehabisan ide. Atau agak dipaksakanlah biar gak mentok, karena kalau memang dasarnya sudah niat pasti bisa dan ada saja yang bisa dijadikan bahan update gitu. Lain halnya kalau hanya sekedar coba-coba, begitu mentok langsung tinggalkan, sibuk nyari niche yang lain, begitu ketemu dicoba lagi merasa mentok tinggalkan lagi, begitu seterusnya akhirnya malah gak ada yang jadi.

Mungkin point-nya kayak gitu, tapi aku sempat mikir sih, gimana kita yang selaku orang biasa menentukan niche, kalau pak Wisnu kan enak, di Istana gitu loh, terus kalau bikin tulisan atau buku dengan embel-embel pak SBY kan sudah pasti laku, secara tokohnya yang diangkat seorang Presiden gitu (Presiden waktu itu, kalo sekarang dibaca mantan).
Tapi aku kembali mikir bahwa semua itu gak tergantung siapa tokoh yang diangkat dhing, semua tergantung kita yang menulisnya, hal-hal sederhana kalau kita bisa mengemasnya menjadi sesuatu yang menarik yang mungkin gak terpikirkan oleh orang lain, yakin deh itu bakal menjadi hal yang istimewa dan laku dijual.
Lalu aku juga sempat mikir, kalo misal kita ambil niche tertentu yang dari segi SEO tidak banyak dicari orang soal pengunjung blog gimana? kalo pengunjung blognya aja gak ada gimana mau laku?
Tapi aku kembali mikir bahwa mungkin dari segi mesin pencari apa yang kita tulis tidak menarik tapi pasti ada solusinya, yakni rajin-rajin BW atau blogwalking, aktif cari bolo yang suka saling komen gitu.
Kalau aku sejauh ini memang masih sukanya ngeblog asal doang, kalau tentang dari blog menjadi buku kayaknya sih masih belum deh, karena ya menurutku, ini menurutku loh ya! agar hasilnya maksimal harus ada perencanaan, gak ngasal semacam aku ketak-ketik diblog ini gitu. Meski aku belum melakukan point yang aku tangkap namun aku ketak-ketik disini ini dengan maksud siapa tau point yang aku dapatkan lebih bermanfaat untuk orang lain gitu.

salam hormat,
dr pojokan

Comments