Cilok Mengandung Boraks dan Kerupuk Pedas Mengandung Pewarna Tekstil Ditemukan Di Bayat - Klaten


Cilok Mengandung Borak dan Kerupuk Pedas Mengandung Pewarna Tekstil Ditemukan Di Bayat - Klaten || Waspada nih buat para orang tua karena jajanan berbahaya beredar dilingkungan sekolah, gak hanya diperkotaan tapi juga dipedesaan. Seperti yang dilakukan petugas Kecamatan Bayat - Klaten yang mengetes jajanan di Sekolah dimana sampel yang diambil dalam kurun waktu 5 hari secara random dari 10 Sekolah yang ada di Kecamatan Bayat.

Hasilnya ternyata ada cilok yang mengandung pengawet boraks dan kerupuk pedas yang mengandung pewarna tekstil (rhodamin-B). Kedua bahan tersebut termasuk berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi terus menerus, efeknya memang tidak langsung terasa namun dalam jangka 5 sampai 15 tahun bisa saja mengakibatkan muculnya penyakit kanker.

Maka dari itu masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dan mengawasi jajanan anak-anaknya. Terkait dengan penemuan boraks dan pewarna tekstil dalam jajanan sekolah itu camat Bayat Edy Purnomo akan melakukan edukasi dan mengumpulkan para kepala sekolah untuk sosialisasi.

"Selain itu, kepada para pedagang kami juga akan mengadakan pembinaan, agar tidak berdagang menggunakann zat berbahaya," jelasnya.

Boraks adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak dan gendar. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Dalam dunia industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoa.

Boraks tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan dalam dosis berlebihan. Mengkonsumsi makanan berboraks dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian. Batas aman/legal penggunaan boraks dalam makanan adalah 1 gram / 1 kg pangan.

Boraks biasanya dipakai dalam pembuatan makanan berikut ini:

  • karak/lèmpèng (kerupuk beras), sebagai komponen pembantu pembuatan gendar (adonan calon kerupuk)
  • mie, sebagai pengawet dan pengenyal
  • lontong, sebagai pengeras
  • ketupat, sebagai pengeras
  • bakso, sebagai pengawet dan pengeras
  • kecap, sebagai pengawet
  • cenil, sebagai pengeras

Semoga postingan ini bermanfaat, untuk wilayah Klaten dan sekitarnya.

salam hormat,
dr pojokan

Comments

Baca Juga

PEMASARAN LANGSUNG (DIRECT MARKETING)

Tugas Account Executive/AE

Kissing Bugs di Indonesia Apakah Berbahaya?

MACAM-MACAM PROMOSI PENJUALAN

Mata Uang Termahal Di Dunia