Harga Paket Data Internet Naik, Apa Alasannya?


Harga Paket Data Internet Naik, Apa Alasannya? serasa lama gak update disini. Ceritanya kemarin beli perdana internet di konter, aku lihat semua paket data kini harganya lebih mahal dari sebelum-sebelumnya, entah itu perdana baru atau pun yang isi ulang. Jadi ingat beberapa waktu yang lalu lihat status teman yang mengeluhkan soal paket data internet yang kompak naiknya, saat itu sih aku cuek karena merasa kuotaku masih banyak gitu.

Pas kemarin beli baru terasa deh, “waduh produk yang aku pakai juga naik banget ternyata”, tapi rapopo lah, mau gak mau ya harus ambil karena hanya produk itu yang bisa konek di rumah-ku. Ternyata gak hanya aku aja yang merasa kaget dengan kenikan harga paket internet, beberapa pembeli juga mengeluhkan “kok sekarang mahal”.

Sekedar basa-basi, aku tanya ke mas konternya “kok naik sekarang mas?”, “iya setelah lebaran mulai pada naik”, kata mas konternya.

“Ini karena kemarin-kemarin harganya murah, terjangkau, yang pakai banyak anak dibawah umur, jadi ini pemerintah ikut campur, harga naik biar anak-anak mikir-mikir kalau mau beli”, sambung mas konter itu menjelaskan soal alasan kenaikan tarif internet.

Lalu aku hanya jawab “owh….”

Begitu bayar langsung pulang, tapi masih aja teringat penjelasan mas konternya tentang alasan kenaikan tarif itu, entah dari mana sumber alasan masnya itu tapi ya kalo dipikir-pikir ya gini:

Pernada internet murah, pasti orang lebih suka beli perdana baru setelah kuotanya habis dari pada isi ulang yang biasanya lebih mahal, dan jujur aku melakukan cara ini loh. Tapi aku kan gak dibawah umur dan aku manfaatin internet untuk hal positif kok suerrrrr deh.

Sebenarnya yang lebih masalah itu adalah perdana murah yang paket sms-nya murah atau justru gratis, yang cinderung membuat banyak sms-sms gak penting, entah mama minta pulsa, selamat menang undian, sms-sms rayuan atau apalah-apalah gitu.

Kalau internet kan bisa buat hal positif misalnya ngeblog kayak gini, tapi ya gak juga dhing pengaruh buruk pasti ada tergantung yang mengunakannya. Yah, memang kini dengan hp murah yang bisa untuk internetan dengan paket internet murah, banyak anak-anak yang cinderung memanfaatkan itu hanya untuk main jejaring sosial, itulah mengapa artis di Indonesia itu dengan mudah mendapatkan banyak follower di akun jejaring sosial mereka, karena ya itu tadi anak-anak pun kini mainannya udah twitter, instagram dan sekitarnya, yang kadang gaya komentarnya semacam alay eh gak dhing sadis-sadis, eh gak juga dhing, embuhlah gitu.

Tapi aku gak percaya sih kalau alasannya kenaikan tarif paket internet karena kenaikan jumlah pemakai internet dari kalangan bawah umur. Awal 2015 aku pernah baca memang para pengguna data internet disuruh bersiap-siap karena pak menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengizinkan operator seluler atau provider menaikkan tarif.

Alasan operator atau provider mengajukan kenaikan tarif adalah karena merasa tarif yang diterapkan terlalu murah sementara biaya pengembangan jaringan atau perbaikan cukup besar sehingga kenaikan tarif itu sudah semestinya dilakukan gitu.

Yah entah apa alasannya yang pasti selaku orang yang ngaku blogger dimana tiap hari butuh koneksi internet untuk hal-hal positif (pencintraan), aku sangat terpukul dengan segala kenaikan tarif yang ada (*lebay), kenapa bukannya makin murah, makin cepat tapi ini malah gak cepat-cepat amat tapi udah naik gitu.

salam hormat,
dr pojokan

Aku Introvert dan Aku Memilih Menjadi Blogger


Ketika Seorang Introvert Memilih Menjadi Blogger || Ceritanya perjalanan dunia kerjaku gak jelas banget gitu kan, gonta-ganti kerja gak ada yang cocok, mungkin itu semua pengaruh dari karakterku yang cinderung introvert dan pemalu, soal gonta-ganti kerjaan aku posting di BAGAIMANA NASIB SEORANG INTROVERT SAAT MEMASUKI DUNIA KERJA. Intinya aku gak cocok kerja kantoran atau sejenisnya, hingga akhirnya aku ingin kembali kedunia online karena ketika aku lulus kuliah itu aku sempat mengenal yang namanya blog, sempat sejenak belajar secara otodidak tapi kemudian vakum gitu kan. Lalu, setelah mentok gontan-ganti kerja memutuskan untuk pilih kerja jadi penjaga warnet aja dengan niatan sambil mempelajari blog dan memanfaatkan blog untuk jualan.

Meski pekerjaanku gak keren seperti layaknya pegawai kantoran atau PNS, tapi entah mengapa aku justru suka-suka aja alias nyaman. Apapun yang aku lakukan saat itu, yang pasti aku tetep aktif ngeblog terutama di blogdetik dan lalu kemudian juga jualan online.

Tapi akhir tahun 2014 aku berfikir berhenti jualan onlinenya, tanya kenapa? aku senang sih jualan online, karena pas banget gitu, gak perlu banyak ngomong, gak perlu apalah-apalah tapi ada aja yang beli. Tapi rasanya aku gak kuat aja gitu, tiap saat hp bunyi, ngadepin orang dengan macem-macem karakter ya meski hanya via sms atau chathing gitu, tapi tetep aja semacam stress, terlebih ketika blognya yang buat jualan kelilangan banyak visitor efek ganti template. Rasanya saat itu berhenti jualan adalah penyembuh yang mujarab.

Saat berniat menonaktifkan blog toko onlineku itu aku ingat bahwa aku kan punya akun google adsense gitu, mungkin bisa dicoba untuk cari penghasilannya dari google adsense aja gitu. Kemudian saat itu aku niatan fokus pada sebuah blogspot untuk nyari receh sementara blogdetik-ku hanya sebatas untuk nulis sesuatu untuk kesenangan belaka.

Mungkin sudah saatnya bersyukur (*halahhh) dengan cara memanfaatkan akun google adsense yang telah aku punyai, mengingat perjuanganku mendapatkan akun google adsense pun tak mudah, berkali-kali aku ditolak, soal perjuangan mendapatkan google adsense selebihnya aku pernah posting di postingan Menurut Kamu Google Adsense itu Gimana?

Desember 2014 adalah pertama kali aku PO dari google adsense-ku itu meski jumlahnya hanya 111$ aja, sebelumnya aku pernah juga ngerasain hasil google adsense tapi dari akun orang karena waktu itu belum punya akun sendiri. Saat PO pertama itu aku lega sekali, seolah menemukan jalan keluar untuk benar-benar menonaktifkan blogku yang untuk jualan online itu. Aku semakin mantap hingga akhirnya 2015 (entah bulan apa aku lupa, yang pasti awal tahun, kayaknya Januari) blog toko onlineku benar-benar aku tarik dari dunia maya, postingan-postingannya aku sembunyikan, meski alamatnya masih bisa diakses tapi aku tak ada niat untuk memperpanjanganya dimana bulan september 2015 domain toko onlineku itu akan kadaluaraso.

Dan tau gak apa yang terjadi? Bulan-bulan berikutnya gak PO, bayangin aja betapa keroncongannya kantong ini. Aku sadar bahwa dengan kemampuanku yang seadanya untuk terjun dalam dunia google adsense itu sungguh sulit terasa karena untuk mencari pendapatan dari google adsense itu seharusnya main SEO sementara aku paling males main SEO, walau sebenarnya aku belajar tapi aku males praktek karena ribetnya itu loh, jadinya ya meski tanpa SEO aku tetap terus posting diblogspotku itu dan akhirnya bulan Maret 2015 aku kembali PO dengan jumlah yang tak kalah jauh minimnya dari PO sebelumnya yakni 113$.

Galau sih sangat, tapi aku terus tetap berusaha aktif ngidupin blogspotku itu dan tragisnya bulan April gak PO lagi, galau menjadi-jadi, gimana nasibnya kalau gini-gini terus? tapi aku tetap seolah-olah ra popo.

Dan untuk selanjutnya aku belum tau juga bisa rutin PO atau enggaknya, yang pasti masih ingin mengasah kemampuan ngeblog agar dapat penghasilan dari online, selebihnya mencoba kembali belajar untuk membuat blog jualan tapi tidak seperti sebelumnya karena kali ini aku hanya bikin wadah onlinenya selebihnya soal CS, produk dan sebagainya orang lain yang ngurus, meski bagiannya tak sebesar ketika jualan sendiri tapi tak mengapa, seenggaknya gak bikin aku stres seperti ketika jualan sendiri.

Disini aku sebut diri ini sebagai blogger dengan alasan punya blog dan aktif ngeblog gitu ajah sih, meski sebenarnya dengan karakter introvert-ku aku merasa tak seperti blogger lainnya yang aku jumpai saat kopdar atau acara lainnya, aku merasa beda juga gitu. Blogger lainnya yang aku jumpai ketika kopdar-kopdar itu biasanya orangnya ramai-ramai gitu, sementara aku tetap aja yang gak banyak ngomong, gak suka ikut selfie atau foto-foto dan sekitarnya. Tak sedikit juga yang sepertinya terkejut karena dari blog-blogku mengira aku ini orangnya ramai gitu, padahal enggak, aku cinderung pendiam alias gak banyak ngomong.

Apapun yang terjadi tapi yang pasti harus disyukuri bahwa sebagai introvert aku masih diberi kemampuan untuk bisa mengungkapkan sesuatu dalam bentuk tulisan, alias seneng nulis sesuatu meski aslinya gak suka baca. Dan menjadi blogger adalah cara yang menyenangkan untuk tetap eksis meski tanpa banyak ngomong.

Saat memilih menjadi full time blogger aku memang niatan harus bisa dapat penghasilan dari apa yang aku lakukan, karena kalo tidak ya itu tadi betapa laparnya kantong ini gitu kan ya? meski secara jumlah apa yang aku hasilkan belum seperti para mastah tapi aku menikmatinya, aku senang dengan apa yang aku lakukan.

Untuk menghasilkan uang dari blog pun memang ada banyak cara bisa dari job review atau dari adsense dan lain sebagainya atau mungkin ikut lomba kalo menang kan ya lumayan gitu. Tapi dari kesekian cara yang ada aku cinderung milih adsense karena yah itu tadi memanfaatkan akun yang sudah dipunyai dimana dapatnya pun penuh perjuangan. Dan aku sendiri merasa kurang aktif nyari job review atau seperti blogger-blogger lain yang sering ikut acara ini itu, jadi ya mungkin adsense lah yang sementara bisa aku coba dengan diam-diam tanpa harus kemana-mana gitu.

Yah, apapun pilihannya entah blogger atau yang lainnya yang pasti kalau kamu seorang introvert pasti tau apa yang harus kamu pilih yang sesuai dengan passion kamu.

salam hormat,
dr pojokan

Trend Serial Turki Membius Pemirsa Televisi


Trend Serial Turki Membius Pemirsa Televisi || Beberapa waktu yang lalu sejumlah station tv swasta sempat berlomba-lomba menyuguhkan tayangan-tayangan serial asal India. Yah, saat itu antusiasme penikmat hiburan Indonesia bagian pecinta sinetron memang sangat bagus, banget malah. Tapi agaknya kini serial India mulai berangsur-angsur berkurang dan giliran serial asal Turki yang digandrungi. Berawal dari ANTV, SCTV, TransTV hingga RCTI. Bahkan ada salah satu dari station tv tersebut yang sudah mengundang artis Turki dari serial yang ditayangkannya untuk meet and great dengan penggemarnya yang ada di Indonesia.

Begitu mudahkan serial-serial luar itu mencari pangsa pasar di Indonesia? jelas dong, apa sih yang gak laku di Indonesia? khusus untuk serial itu sih asal artis-artisnya cantik dan ganteng gitu dah pasti laku banget, soal cerita serial atau sinetronnya jelek atau jlimet itu urusan belakangan.

Lalu bagimana nasib sinetron atau FTV yang asli buatan Indonesia? karena meski sama-sama menayangakan serial asal Turki, masing-masing station tv itu nayangin di jam yang berbeda loh, misal ada yang siang, ada yang agak sore dan ada yang malam. Sementara itu antusiasme penonton juga luar biasa loh, apa gak menggeser produk dalam negeri? entahlah….

Soal banyaknya antusias penonton terhadap serial Turki yang kini hit dikalangan pecinta sinetron yang pasti para penonton tidak bisa disalahkan, mungkin para penonton merasa butuh hal yang berbeda, terutama dari wajah-wajah pemerannya, dimana kalau orang luar itu kan dimata penonton Indonesia tampak cantik dan ganteng gitu. Soal bagus jelek cerita serialnya ya itu tadi urusan belakangan.

Berdasarkan pantauan ketak-ketik memang antusiasme penonton luar biasa, karena aku ikuti salah satu serial Turki dan kesimpulannya memang banyak yang suka nonton. Jangan-jangan kamu juga suka nonton? Berikut adalah beberapa serial Turki yang disukai di Indonesia:



Mana yang suka kamu tonton? atau sama sekali gak pernah nonton karena gak suka serial atau sinetron?


salam hormat,
dr pojokan

Heboh Ada Indomie Palsu Beredar, Benar kah?


Heboh Ada Indomie Palsu Beredar, Benar kah? Kemarin-kemarin di facebook heboh pada share gambar bungkus indomie, dimana orang yang posting foto itu seolah menguak adanya indomie palsu. Dia membandingkan antara mie yang dibeli di warung dan dibeli di supermarket, katanya yang beli di warung stampelnya manual sementara itu yang dibeli di supermarket stampelnya pakai mesin jadi dia mikirnya itu lebih canggih dan yakin itu yang asli. Gak hanya soal stampel, soal urutan saus dan kecap pun dibahas, gak adanya tulisan dibumbunya itu pun juga dipermasalahkan.

Saat pertama lihat hal itu yang banyak dishare di dinding facebook aku gak langsung percaya dan gak ikutan share. Tapi memang malamnya aku hawanya pengin makan mie, kebetulan mie rebus sih, sementara yang heboh dibicarakan itu mie goreng jadi aku seolah cuek aja. Tapi pas lihat stampelnya “loh manual”, lihat kemasan minyaknya “polos gak ada tulisan apa-apa”. Wah jangan-jangan itu palsu? ah mosok, yang pasti aku nekat bikin aja sih.

Saat itu gak kepikiran untuk foto-foto bungkusnya. Tapi berhubung mendadak pengin ketak-ketik jadi stok indomie yang ada aku foto seperti diatas, aku pilihin yang mie goreng tuh. Yah itu stampelnya kayak huruf manual yang gak canggih gitu, tapi bumbu-bumbunya gak polos sih, tapi habis aku buka aku plastikin lagi, karena aku lagi gak pengin makan mie, aku makan mie cuma kalo pas pengin aja dan itu diusahakan sejarang mungkin kepinginnya.

Lalu apa iya sih ada indomie palsu hanya berpatokan pada stampel, yang terlihat manual dicurigai lalu yang terlihat pakai mesin terkesan canggih langsung dianggap asli gitu.

Ternyata, gak ada yang namanya indomie palsu. Pihak indomie sendiri mengakui, entah yang terlihat manual atau mesin itu semua adalah produknya. Soal stempel yang berbeda itu adalah karena variasi mesinnya yang berbeda gitu:

“Itu tidak benar itu, sudah ada klarifikasi juga dari (pengguna) akun Facebook-nya itu. Kan mesin itu kan suka beda variasinya kan, tetapi itu memang produksi kami, jadi enggak palsu,” tutur Stefanus Indrayana, General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk

“Jadi, itu produk kami. Kalau berbeda, memang ya karena biasa kan, ada varian, atau lain produksi, jadi mungkin capnya enggak sama. Biasalah. Ini termasuk soal itu juga (perbedaan letak bumbu),” imbuhnya

Jadi gimana? gak jadi kelar kan hidup loe?

Pelajarannya adalah jangan buru-buru bilang ini itu kucrut, salah-salah malah jadi isu, kalo seperti itu apa gak malu?

Salam hormat,
dr pojokan