Showing posts with label teori periklanan. Show all posts
Showing posts with label teori periklanan. Show all posts

9/10/2012

Merancang Format Iklan Outdor

Merancang format iklan outdoor mencakup merancang warna, ukuran dan ilustrasi. Penataan elemen-elemen mekanis yang sesuai dapat meningkatkan kemampuan iklan outdor untuk menarik perhatian.

a. Merancang Warna
Desain yang penuh dengan warna yang brilian dapat membangkitkan tanggapan emosional yang akan memberikan inspirasi kesan yang abadi. Dalam iklan sangat penting untuk membuat pesan mudah dibaca, maka harus dipilih warna dengan kontras yang tinggi, baik dalam identitas warna (hue) misalnya merah, kuning, biru maupun dalam nilai (value). Nilai merupakan ukuran kecerahan atau kegelapan yang dapat dipisahkan dalam kecerahan relatif terhadap warna (tint) atau kegelapan relatif terhadap warna (shade). Warna yang kontras dapat dilihat dari jarak yang cukup jauh, sedangkan warna yang kurang kontras akan bercampur dan akan mengaburkan pesan yang disampaikan.


b. Merancang Ukuran
Periklanan menyampaikan pesan yang benar kepada audien yang benar, waktu yang benar dan tempat yang benar. Kalau ukuran iklan outdoor bergantung pada jenis iklan outdoor dan tempat iklan outdoor tersebut diletakkan. Berdasarkan jenis iklan outdoor dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu Billboard, Transit, Street Furniture dan Alternative Media. Billboard ukuran standarnya lebar 48 kaki dan tinggi 14 kaki (lebar 14,6 m dan tinggi 4,2 m).

c. Merancang Ilustrasi
Ilustrasi merupakan sebuah representasi visual (gambar, foto, warna, kata, simbol, logo dsb.) yang digunakan untuk membuat beberapa subyek menjadi lebih jelas, menarik dan mudah difahami. Merancang ilustrasi dalam periklanan harus membuat pesan yang disampaikan menjadi jelas, menarik dan mudah difahami.



salam hormat dariku,
widhawati


5/16/2011

Hal-hal Yang Diperhatikan Dalam Pemilihan Media Iklan

Meski ngantuk tapi update postingan dulu aja deh, ambil tema tentang Pemilihan Media Iklan saja. Media iklan memang begitu banyak alternatifnya sehingga para pengiklan bisa dengan leluasa memilihnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media iklan, antara lain sebagai berikut:

1. Tujuan periklanan
Tujuan periklanan perlu ditetapkan sebelum memilih media iklan, misalnya tujuan melakukan kegiatan periklanan adalah untuk meyebarkan informasi produk dengan cepat ke masyarakat luas, untuk mencapai tujuan tersebut bisa dicapai dengan memilih radio atau surat kabar sebagai media iklanya, karena radio dan surat kabar penyebaran informasinya lebih cepat.

2. Sirkulasi media
Sirkulasi media yang dipakai harusnya disesuaikan dengan segmen pasar yang dituju dan juga harus sesuai dengan distribusi produknya. Jika produk yang ditawarkan distribusi atau daerah penjualan untuk daerah lokal saja, maka media iklan yang dipilih baiknya yang menjangkau daerah penjualan produk tersebut. Misalnya, anda memiliki sebuah usaha mebel dengan pasaran di daerah Jogjakarta maka anda bisa memilih media cetak lokal jogja yaitu Harian Jogja atau Kedaulatan Rakyat (KR).

3. Waktu dan alokasi dimana keputusan membeli dibuat
Waktu dan alokasi dimana keputusan membeli dibuat sangat berpengaruh dalam pemilihan media iklan karena kemungkinan keputusan pembelian konsumen tidak selalu terjadi dirumah. Bahkan bisa jadi konsumen yang sudah merencanakan keputusan pembelian dari rumah akan berubah ketika melihat sebuah iklan.

4. Biaya yang harus dikeluarkan
Biaya yang harus dikeluarkan untuk beriklan harus diperhatikan agar tidak terjadi pembengkaan biaya karena aktivitas pereiklanan. Pemilihan media iklan perlu disesuaikan dengan dana yang tersedia dan seberapa jauh sirkulasi atau jangkauan penyebarannya. Biasanya semakin luas yang dijangkau oleh media iklan maka biayanya pun akan semakin mahal. Misalnya biaya iklan untuk TV lokal pastinya akan lebih murah dari pada TV nasional.

5. Kerja sama dan bantuan yang ditawarkan oleh media
Media iklan memang banyak tersedia, mereka berlomba menawarkan pelayanan yang berbeda-beda. Dalam memilih media iklan yang perlu diperhatikan salah satu diantaranya adalah kerja sama dan bantuan yang mereka tawarkan. Dan sebagai pihak yang memasang iklan sudah pasti akan memilih media yang menawarkan kerjasama yang baik dan bantuan promosi yang lebih besar.

6. Karakteristik media
Karakteristik media perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan pemilihan media. Karekteristik media yang dipilih baiknya disesuaikan dengan jenis produk yang akan diklankan. Jika produk yang akan diklankan sudah cukup digambarkan dengan tulisan, pilih saja media cetak sebagai media iklanya. Jika produk yang ditawarkan bisa digambarkan melalui suara, pilih saja radio sebagai media iklannya.

7. Kebaikan dan keburukan media
Kebaikan dan keburukan media perlu dipertimbangkan karena keberhasilan dalam periklanan yang akan dilakukan nantinya juga tergantung dari buruknya suatu media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan. Dari sekian banyak media iklan yang ada, masing-masing tentu memiliki kebaikan dan keburukan. Sebagai pemasang iklan tentunya akan memilih yang paling baik dan paling minim keburukanya.

Hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media iklan agar aktivitas iklan yang akan dilakukan dapat efektif dan efisian dalam mencapai tujuan. Sebagai pihak pemasang iklan memang perlu jeli dalam memilih media yang tepat sesuai dengan apa yang akan diiklankan.



salam hormat dariku,
@widhawatitok



5/14/2011

Macam-macam Jenis Media Iklan

Bicara soal Jenis Media Iklan jadi inget masa kuliah matkul periklanan, padahal dulu aja gak pernah belajar sekarang bikin postingan seputar materi-materi dulu kala ya anggap aja remidi US. Media iklan merupakan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan iklan kepada khalayak. Media iklan juga termasuk sarana komunikasi yang digunakan untuk mempromosikan suatu barang atau jasa kepada konsumen. Media iklan yang digunakan untuk penyampaian iklan sebagiknya dipilih sesuai dengan kebutuhan. Banyaknya media yang bisa dipilih saat ini menjadikan para pengiklan lebih leluasa dalam memilih alternatif yang paling efektif dan tepat sasaran. Media iklan bisa digolongkan menjadi dua yaitu sebagai berikut:

1. Media Iklan Lini Atas (Above The Line)
Media above the line merupakan media iklan yang dipasang ditempat yang terbuka seperti di pusat keramaian, di tempathttp://www.blogger.com/-tempat umum atau di pinggir-pinggir jalan. Media Above the Line adalah media yang terukur, terukur ratingnya, pembacanya, pengeluarannya, serta efeknya, mudah untuk diawasi pergerakannya. Media iklan above the line meliputi:

a. Surat kabar atau koran
b. Majalah
c. Televisi
d. Radio
e. Media luar ruangan seperti billboard
f. Internet
g. dll

2. Media iklan line bawah (Bellow The Line)

Below The Line ( BTL) adalah segala aktifitas marketing atau promosi yang dilakukan di tingkat retail/konsumen dengan salah satu tujuannya adalah merangkul konsumen supaya aware dengan produk kita, contohnya : program bonus/hadiah, event, pembinaan konsumen dll. Pada intinya definisi below the line adalah bentuk iklan yang tidak disampaikan atau disiarkan melalui media massa, dan biro iklan tidak memungut komisi atas penyiarannya/pemasangannya. Kegiatan promosi below the line suatu brand paling banyak dilakukan melalui beragam event. Dengan event ini, konsumen akan berhubungan langsung dengan brand, sehingga bisa terjadi komunikasi antara brand dengan konsumen.

salam hormat dariku,
IG @widhawatitok


5/11/2011

Strategi Merancang Simbol Dalam Pemasaran

Simbol merupakan obyek dari obyek lainnya jika yang lambangkannya tidak mempunyai hubungan intrinsik sebelumnya, tetapi dihubungkan secara kiasan atau sesuka. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang simbol adalah untuk :
a. menciptakan visual sederhana
b. menampilkan informasi atau mengekspresikan makna
c. menciptakan sebuah tanda yang berbeda
d. menciptakan desain yang dapat dikenali dengan cepat
e. sesuai dengan ide atau sesuatu yang disajikan
f. mudah disesuikan baik reprodusi hitam dan putinya ataupun ukuranya.
g. Untuk menciptakan hubungan simbolis, perancang iklan menggunakan bahasa kiasan atau nonliteral atau non harfiah.
Bahasa kiasan mengekspresikan sesuatu dengan hal yang biasanya digunakan untuk melambangkan hal lain yang dianggap berkaitan. Bahasa kiasan tersebut terdiri dari perumpamaan, metafora dan alegori.

• Perumpamaan
Perumpamaan merupakan majas perbandingan menggunakan kata pembanding, misalnya serupa, seperti, umpama, laksana, bagaikan atau sebagai item gabungan kelas yang berbeda. Contohnya “cinta” serupa dengan bunga “mawar”. “Kekuatan yang kencang” serupa dengan “kuda”.

• Metafora
Metafora adalah penggunaan kata yang mengandung makna perbandingan dengan benda lain karena adanya persamaan sifat antara kedua benda itu, misalnya tangan kursi, karena bagian kursi itu menyerupai tangan, demikian juga leher botol, leher baju dan sebagainya. Dalam periklanan metafora menggunakan sebuah kata atau frase untuk menyatakan sebuah konsep atau obyek dengan kiasan atau tidak secara harfiah atau tidak secara lateral dengan tujuan untuk membuat ide yang abstrak menjadi lebih nyata.

• Alegori
Alegori merupakan perluasan dari metafora. Alegori menggunakan perbandingan yang utuh, misalnya hidup diumpamakan dengan biduk atau bahtera yang terkatung-katung di tengah lautan, kesukaran dengan badai dan topan, suami istri dengan nahkoda dan jurumudi yang harus seia sekata mengemudikan bahtera itu melalui topan dan badai menuju kebahagiaan yang dibandingkan dengan tanah tepi yang kan dicapai. Alegori merupakan persamaan obyek dalam bagian narasi, yang mengadung arti diluar narasi itu sendiri.
Alegori menggunakan karakteristik lain, yaitu personifikasi. Melalui personifikasi, kualitas abstrak dalam suatu narasi menyerupai karakteristik manusia.


salam hormat dariku,
IG @widhawatitok


5/09/2011

Strategi Merancang Logo Sebagai Identitas Merek

Logo merupakan suatu identitas merek yang mengkomunikasikan secara luas tentang produk, pelayanan dan organisasi dengan cepat. Logo tidak sekedar suatu label, tetapi menampilkan pesan kualitas dan semangat produk, salah satunya lewat pemasaran, periklanan dan kinerja produk. Logo sudah semestinya berbeda dengan pesaing, selain itu juga bersifat unik, mudah diingat dan dikenali. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain atau merancang logo antara lain:


a. Kelas dan bisa dibaca
b. Membedakan produk, pelayanan dan organisasi dari pesaing
c. Sesuai dengan usaha bisnis
d. Mengekspresikan semangat, kualitas, kepribadian produk, pelayanan dan organisasi
e. Konsisten dengan prinsip keseimbangan dan kesatuan
f. Menciptakan hubungan yang positif
g. Mudah diingat
h. Dapat bekerja pada reproduksi hitam dan putih serta berwarna.
i. Mudah diatur ukurannya baik dikecilkan atau dibesarkan.
j. Mempunyai dampak visual yang efektif.
k. Agar logo mempunyai dampak visual yang efektif harus berhubungan dengan karakteristik dasar desain, yaitu bentuk, tampilan, bobot dan kontras yang baik.

contoh logo apple:



salam hormat dariku,
IG @widhawatitok

4/30/2011

STRATEGI MERANCANG SLOGAN

Kesuksesan dalam periklanan akan lebih mudah didapat dengan menampilkan slogan dalam iklan. Slogan terdiri dari satu atau beberapa kata yang dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik dan bermakna. Slogan yang dituangkan dalam sebuah iklan baiknya dibuat sejelas mungkin agar mudah dibaca, apalagi jika media iklannya outdoor seperti space-space iklan dipinggir jalan. Slogan mempunyai dua fungsi utama, yaitu untuk menjaga keberlangsungan serangkaian iklan dalam kampanye dan untuk menyederhanakan sebuah strategi pesan periklanan pada pernyataan positioning agar menjadi ringkas, dapat diulang, menarik perhatian dan mudah diingat. Kita biasa mendengar kiasan “Gambar merupakan seribu kata”, sebaliknya dalam merancang slogan berlaku : Kata (Slogan) merupakan seribu gambar.



Misalnya, “Inspiring Beauty” merupakan slogan dari Wardah Cosmetic



“Gaya Islami”, slogan dari Shafira





salam hormat dariku,
IG @widhawatitok

4/13/2011

Fantasi (fantasy) dalam Strategi Merancang Gaya Iklan

Gaya ini bermaksud untuk menciptakan fantasi di sekitar produk tersebut atau penggunaannya. Dengan gaya ini pengiklan bisa mengiklankan produk dengan sebuah fantasi yang seolah-olah nyata. Produk menjadi bagian pusat dari situasi yang diciptakan oleh pengiklan. Dengan menguasai teknologi digital (multimedia), orang-orang kreatif di periklanan sekarang dapat menghasilkan urutan fantasi yang seolah-olah nyata Iklan kosmetik biasanya menggunakan gaya fantasi untuk menarik konsumen.





salam hormat dariku,
widhawati

3/02/2011

PERIKLANAN TANGGAP LANGSUNG (DIRECT RESPONS ADVERTISING)

'Blognya Mbak Widha' posting lagi terkait Periklanan dengan judul PERIKLANAN TANGGAP LANGSUNG (DIRECT RESPONS ADVERTISING). Walaupun periklanan (Advertising) merupakan alat komunikasi pemasaran tersendiri, “iklan tanggap langsung” lebih cenderung menjadi bagian Direct Marketing. Iklan tanggap langsung berbeda dengan iklan konsumen umum dalam beberapa hal sebagai berikut:

1. Iklan tanggap langsung memberi penawaran tertentu yang menghendaki tanggapan segera. Iklan tanggap langsung tidak dimaksudkan untuk mengarahkan konsumen dalam kerangka berpikir yang positif pada masa yang akan datang. “Iklan tanggap langsung” tidak mencoba membuat citra bagi pengiklan. Iklan tanggap langsung secara cepat mengarahkan para konsumen dalam kerangka berpikir yang positif untuk pembelian pada saat ini. Iklan tanggap langsung menginginkan penjualan: sekarang juga!



2. Naskah iklan lebih panjang, memuat semua informasi yang dibutuhkan prospek untuk mengambil keputusan. Isi pesan lebih infomatif, dan memiliki headline (judul) yang menjanjikan-keuntungan yang lebih kuat daripada iklan umum. Naskahnya mengemukakan secara rinci berbagai manfaat produk yang ditawarkan. Penulis naskah sebaiknya menyusun semua bukti yang ada untuk memberikan jaminan kepada para pembaca, khususnya jaminan uang kembali, dan bonus khusus untuk jawaban yang cepat. (Hal ini dikenal sebagai rumusan PAPA, yaitu sebagai: Promise [janji], Amplification [penjelasan], Proof [bukti], Action [tindakan].)

3. Iklan tanggap langsung diarahkan kepada audiens yang lebih selektif. Karakteristik sasaran “cukup” dikenali. Itu sebabnya iklan tanggap langsung harus lebih bersifat pribadi daripada iklan umum. Medium diarahkan secara pribadi, dan naskah sebaiknya dilukiskan dalam gaya yang sama sebagaimana surat pribadi atau penjualan melalui telepon.

4. Dalam iklan tanggap langsung, hasil-hasilnya segera diperoleh. Tidak seperti iklan-iklan umum (kecuali periklanan eceran), tanggap langsung menyediakan ukuran keberha¬silan yang berjangka pendek, teliti, dan berhubungan dengan penjualan. Iklan tanggap langsung memuat penggunaan sarana untuk melakukan respon (kupon, no telepon, atau keduanya) untuk memfasilitasi tindakan langsung. Mekanismenya harus mudah (mis telp bebas pulsa) Peribahasa lama yang mengatakan, “Iklan adalah petugas penjualan dalam bentuk cetak,” barangkali merujuk kepada tanggap langsung.

Sekiranya sekian cukup terkait PERIKLANAN TANGGAP LANGSUNG (DIRECT RESPONS ADVERTISING), jika butuh promosi bisa dengan Jasa Review Murah di BMW, Promosinya sederhana tapi Jelas!


salam hormat dariku,
widhawati

2/28/2011

Langkah-langkah Pemilihan Media Iklan

'Blognya Mbak Widha' menyambung postingan yang sebelumnya terkait Promosi dengan Iklan. Selelumnya dengan tema Kelebihan dan Kelemahan Media Iklan, Postingan kali ini mengulas mengenai Langkah-langkah pemilihan media Iklan. Dalam memilih media Iklan yang akan digunakan untuk promosi tentu perlu memperhatikan beberapa hal. Untuk memilih media iklan langkah-langkahnya antara lain adalah sebagai berikut:


1. Menentukan jangkauan, frekuensi dan dampak
Dalam memilih media seberapa jauh jangkauan dan freksuensi yang dibutuhkan harus diputuskan untuk mencapai sasaran periklanan. Jangkauan adalah jumlah orang maupun rumah tangga yang melihat jadwal media tertentu. Sedangkan frekuensi adalah jumlah berapa kali dalam periode waktu tertentu, rata-rata orang atau rumah tangga menerima pesan iklan. Dampak adalah suatu pembeberan iklan lewat media tertentu.

2. Memilih diantara jenis-jenis media utama
Perencanaan media harus mengetahui jenis media utama untuk mendapatkan jangkauan, frekuensi dan dampak iklan. Yang termasuk jenis media utama antara lain surat kabar, televisi, pengiriman lewat pos, radio, majalah dan media luar ruang.

3. Menetapkan jadwal media
Setiap perusahaan dapat mengubah-ubah iklanya mengikuti musiman, berlawanan dengan pola musiman, atau sama sepanjang tahun. Maka perusahaan harus meimilih pola periklanan yaitu berkesinambungan berarti menjadwalkan iklan merata dalam periode tertentu. Meletup berarti iklan tidak mendatar dalam periode waktu tertentu.

Aku kira sekian cukup terkait Langkah-langkah Pemilihan Media Iklan lajut lagi dengan tema lainya di postingan. Jika butuh promosi via internet bisa melalui Jasa Review Murah di BMW, promosinya sederhana tapi Jelas?


salam hormat dariku,
widhawati

2/26/2011

Pemilihan Media Iklan

Blognya Mbak Widha (BMW) kembali memasuki area dunia marketing dalam tema Pemilihan Media Iklan. Hal ini terkait pemilihan media iklan, HAL-HAL APASAJA YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMILIHAN MEDIA IKLAN? Media iklan memang begitu banyak alternatifnya sehingga para pengiklan bisa dengan leluasa memilihnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media iklan, antara lain sebagai berikut:

1. Tujuan periklanan
Tujuan periklanan perlu ditetapkan sebelum memilih media iklan, misalnya tujuan melakukan kegiatan periklanan adalah untuk meyebarkan informasi produk dengan cepat ke masyarakat luas, untuk mencapai tujuan tersebut bisa dicapai dengan memilih radio atau surat kabar sebagai media iklanya, karena radio dan surat kabar penyebaran informasinya lebih cepat.

2. Sirkulasi media
Sirkulasi media yang dipakai harusnya disesuaikan dengan segmen pasar yang dituju dan juga harus sesuai dengan distribusi produknya. Jika produk yang ditawarkan distribusi atau daerah penjualan untuk daerah lokal saja, maka media iklan yang dipilih baiknya yang menjangkau daerah penjualan produk tersebut. Misalnya, anda memiliki sebuah usaha mebel dengan pasaran di daerah Jogjakarta maka anda bisa memilih media cetak lokal jogja yaitu Harian Jogja atau Kedaulatan Rakyat (KR).

3. Waktu dan alokasi dimana keputusan membeli dibuat
Waktu dan alokasi dimana keputusan membeli dibuat sangat berpengaruh dalam pemilihan media iklan karena kemungkinan keputusan pembelian konsumen tidak selalu terjadi dirumah. Bahkan bisa jadi konsumen yang sudah merencanakan keputusan pembelian dari rumah akan berubah ketika melihat sebuah iklan.

4. Biaya yang harus dikeluarkan
Biaya yang harus dikeluarkan untuk beriklan harus diperhatikan agar tidak terjadi pembengkaan biaya karena aktivitas pereiklanan. Pemilihan media iklan perlu disesuaikan dengan dana yang tersedia dan seberapa jauh sirkulasi atau jangkauan penyebarannya. Biasanya semakin luas yang dijangkau oleh media iklan maka biayanya pun akan semakin mahal. Misalnya biaya iklan untuk TV lokal pastinya akan lebih murah dari pada TV nasional.

5. Kerja sama dan bantuan yang ditawarkan oleh media
Media iklan memang banyak tersedia, mereka berlomba menawarkan pelayanan yang berbeda-beda. Dalam memilih media iklan yang perlu diperhatikan salah satu diantaranya adalah kerja sama dan bantuan yang mereka tawarkan. Dan sebagai pihak yang memasang iklan sudah pasti akan memilih media yang menawarkan kerjasama yang baik dan bantuan promosi yang lebih besar.

6. Karakteristik media
Karakteristik media perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan pemilihan media. Karekteristik media yang dipilih baiknya disesuaikan dengan jenis produk yang akan diklankan. Jika produk yang akan diklankan sudah cukup digambarkan dengan tulisan, pilih saja media cetak sebagai media iklanya. Jika produk yang ditawarkan bisa digambarkan melalui suara, pilih saja radio sebagai media iklannya.

7. Kebaikan dan keburukan media
Kebaikan dan keburukan media perlu dipertimbangkan karena keberhasilan dalam periklanan yang akan dilakukan nantinya juga tergantung dari buruknya suatu media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan. Dari sekian banyak media iklan yang ada, masing-masing tentu memiliki kebaikan dan keburukan. Sebagai pemasang iklan tentunya akan memilih yang paling baik dan paling minim keburukanya.

Hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media iklan agar aktivitas iklan yang akan dilakukan dapat efektif dan efisian dalam mencapai tujuan. Sebagai pihak pemasang iklan memang perlu jeli dalam memilih media yang tepat sesuai dengan apa yang akan diiklankan. Sekiranya sekian cukup terkait Pemilihan Media Iklan lanjut lagi dipostingan lain.

Butuh souvenir payung untuk sarana promosi yang unik? pesan ditempatku aja ya murah loh. *eaaa... malah promosi hahaha...


salam hormat dariku,
widhawati

7/13/2010

PRINSIP-PRISIP DASAR IKLAN

Piala Dunia udah kelar, Berita Hot Aril-Luna-Cut Tari dah jenuh, mending kembali lagi ke Dunia Marketing dalam BERITA'KU aja dah. Langsung saja masuk ke area PRINSIP-PRISIP DASAR IKLAN. Sebagai salah satu bentuk promosi, jelas bahwa iklan memiliki prinsip-prinsip dasar. Prinsip-prinsip dasar iklan tersebut perlu diketahui sebelum membuat atau mengiklankan usaha bisnis agar iklan yang dibuat nantinya tidak melenceng dari tujuan. Ada beberapa prinsip dasar iklan antara lain:

1.Adanya pesan tertentu.

Dalam sebuah iklan pasti ada pesan tertentu yang tersirat untuk pihak lain. Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan, itu berarti tanpa pesan iklan tidak akan berwujud. Pesan yang disampaikan dalam sebuah iklan, dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan non verbal.
Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan berupa kata-kata. Dalam pesan verbal, iklan merupakan rangkaian kata-kata yang tersusun dari huruf vokal dan konsonan yang membentuk makna tertentu. Betuk pesan verbal lisan dapat disampaikan melalui media audio maupun audio visual. Sementara pesan verbal tulisan dapat disampaikan melalui media cetak dan audio visual.


Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
Semua pesan yang bukan pesan verbal ádalah pesan non verbal. Sepanjang bentuk non verbal tersebut mengandung arti, maka ia dapat disebut sebagai sebuah pesan komunikasi. Pesan non verbal dapat berupa non verbal visual, non verbal auditif dan non verbal non visual. Pesan non verbal visual adalah pesan yang dapat diterima khususnya melalui indra mata. Pesan non verbal visual secara umum terdapat tiga jenis, yaitu berbentuk kinestik, proksemik dan artifaktual. Pesan non verbal visual kinestik berwujud gerakan-gerakan tubuh/badan. Ia dapat berupa gerakan dari sebagian atau seluruh badan.

2.Dilakukan oleh komunikator (sponsor)

Pesan iklan ada karena dibuat oleh komunikator. Sebaliknya, bila tidak ada komunikator, maka tidak akan ada pesan iklan. Dengan demikian, ciri sebuah iklan adalah bahwa pesan tersebut dibuat dan disampaikan oleh komunikator atau sponsor tertentu secara jelas. Komunikator dalam iklan dapat datang dari perseorangan, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi bahkan negara.

3.Dilakukan dengan cara non personal.

Dari pengertian iklan yang diberikan, hampir semua menyepakati bahwa iklan merupakan penyampaian pesan yang dilakukan secara non personal, meskipun ada juga iklan secara personal. Non personal artinya tidak dalam bentuk tatap muka secara langsung melainkan melalui sebuah media atau saluran. Penyampaian pesan dapat disebut iklan bila dilakukan melalui media baik itu media cetak seperti koran, brosur dan lainya ataupun audio seperti radio dan televisi.

4.Disampaikan untuk khalayak tertentu.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam beriklan, sebaiknya khalayak sasarannya bersifat khusus yaitu ditujukan untuk khalayak tertentu saja. Pesan yang disampaikan dalam sebuah iklan tidak diberikan kepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu sesuai dengan produk yang dijual. Sasaran khalayak yang dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memiliki keinginan, kebutuhan, kesukaan, karakteristik dan keyakinan yang khusus. Dengan demikian, pesan yang diberikan harus dirancang khusus yang sesuai dengan target khalayak.

5.Dalam penyampaian pesan tersebut, dilakukan dengan cara membayar.

Penyampaian pesan yang dilakukan dengan cara bukan membayar oleh kalangan pengiklan, dianggap bukan iklan. Pesan komunikasi yang disampaikan dengan cara tidak membayar, akan dimasukkan dalam kategori kegiatan komunikasi yang lain. Pesan komunikasi yang disampaikan dengan cara tidak membayar, akan dimasukkan dalam kategori kegiatan komunikasi yang lain. Dalam kegiatan periklanan, istilah membayar sekarang ini harus dimaknai secara luas. Sebab, kata membayar tidak saja dilakukan dengan alat tukar uang, melainkan dengan cara barter berupa ruang, waktu dan kesempatan.

6.Penyampaian pesan tersebut, mengharapkan dampak tertentu.

Dalam sebuah visualisasi iklan, seluruh pesan dalam iklan semestinya merupakan pesan yang efektif, artinya pesan tersebut mampu menggerakkan khalayak. Semua iklan yang dibuat oleh pengiklan dapat dipastikan memiliki tujuan tertentu, yaitu berupa dampak tertentu di tengah khalayak misalnya agar khalayak mengikuti pesan iklan, seperti membeli barang dengan segera, tetap setia menggunakan produk yang diiklankan dan lain-lainya.


Salam ketak-ketik
IG @widhawatitok

6/09/2010

Tujuan Iklan bagian Kedua

Oke lanjut lagi posting materi marketingnya. Sebelumnya pada dulu kala telah mengulas Tujuan Iklan bagian pertama. Sehingga Pada kesempatan kali ini sambung menyambung yang sudah ada, saya tampilkan Tujuan Iklan Bagian Kedua. Iklan memang bukan satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan pemasaran dan dapat memberikan dampak peningkatan penampilan jangka panjang, meskipun demikian iklan merupakan salah satu kegiatan yang efektif dalam menunjang aktivitas pemasaran. Apakah tujuan dari iklan itu? Secara umum ada beberapa tujuan iklan yaitu:



1.Menciptakan pengenalan merek / produk / perusahaan
Melalui periklanan seorang pemilik usaha bisa memperkenalkan merek/produk/usaha bisnis, misalnya anda baru saja mendirikan sebuah warung makan baru dengan nama “ANEKA TAHU” yang menyediakan berbagai macam makanan dengan bahan utama dari tahu. Dengan mengiklankan usaha warung makan tersebut berarti anda telah mengenalkan merek usaha baru anda dengan nama “ANEKA TAHU” dengan produk berbagai macam makanan dengan bahan utama dari tahu.

2.Memposisikan produk dimata konsumen
Dengan mengiklankan produk barang/jasa itu berarti merupakan sebuah usaha memposisikan barang/jasa dibenak para konsumen. Tujuan mengiklankan barang/jasa tidak lain agar produk yang dijual masuk dalam posisi utama dibenak konsumen, sehingga mereka bisa menjadi pelanggan yang setia. Contonya dengan mengiklankan warung “ANEKA TAHU” maka orang-orang yang melihat iklan tersebut berarti telah mengenal dan sempat memasukan “ANEKA TAHU” dalam database pikiran mereka.

3.Mendorong konsumen untuk mencoba barang/jas yang ditawarkan
Iklan yang bagus adalah iklan yang menarik sehingga membuat orang yang melihat jadi penasaran untuk mencoba apa yang ditawarkan dalam iklan tersebut. Misalnya jika anda mengiklankan usaha “ANEKA TAHU” maka bikinlah yang menarik agar orang yang melihat iklan tersebut terdorong untuk mencoba membeli produk diwarung “ANEKA TAHU”.

4.Mendukung terjadinya pembelian ulang
Sebuah iklan juga dimaksudkan untuk mendorong konsumen melakukan pembelian ulang. Seandainya sudah ada konsumen yang pernah membeli produk yang dijual maka dengan adanya iklan diharapkan bisa mengingatkan para konsumen atas keberadaan barang/jasa yang dijual tersebut sehingga mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Misalnya jika warung “ANEKA TAHU”nya sudah berjalan kian waktu maka dengan adanya iklan bisa mengingatkan konsumen kembali akan produk dari warung “ANEKA TAHU”, kalau sudah ingat kemungkinan mereka akan terdorong untuk membeli kembali.

5.Membina loyalitas pelanggan
Salah satu harapan yang ingin dicapai setelah mengiklankan produk adalah membina loyalitas atau kesetiaan konsumen terhadap produk yang diiklankan. Dengan adanya iklan secara tidak langsung mampu mengingatkan konsumen atas keberadaan produk yang diiklankan itu dan bisa saja produk itu mampu menempati posisi yang bagus dibenak para konsumen sehingga mereka bisa menjadi pelanggan setia. Misalnya, dengan mengiklankan “ANEKA TAHU” itu berarti anda telah mencoba membina loyalitas konsumen atau kesetiaan konsumen agar tetap menggunakan produk yang dijual di “ANEKA TAHU”. Dengan iklan tersebut anda telah mengingatkan para konsumen atas keberadaan “ANEKA TAHU, sehingga para konsumen senantiasa terdorong untuk mengonsumsi produk dari “ANEKA TAHU”.

6.Menginformasikan barang/jasa baru dan keistimewaannya
Iklan juga bisa digunakan untuk menginformasikan produk baru dengan menjelaskan keunggulan dan keistimewaan dari barang bari tersebut. Misalnya, di warung “ANEKA TAHU” kini menjual makanan baru yaitu “TAHU GULUNG AYAM” dengan paduan Tahu dan ayam dibalut dengan daun singkong dengan rasa khas dan istimewa. Anda bisa menginformsikan menu baru itu kepada konsumen dengan cara mengiklankanya dengan selembar brosur yang penuh daya tarik.

7.Meningkatkan citra
Sebuah produk yang diiklankan kemungkinan kenaikan citranya lebih besar dari pada tidak diiklankan sama sekali. Jadi agar produk dari usaha kita bisa naik nilai citranya dimata konsumen maka ada baiknya diiklankan. Sebagaian besar konsumen Indonesia akan merasa bangga mengonsumsi produk-produk yang terkenal atau paling tidak yang pernah mereka lihat dari iklan atau dengar dari orang lain. Misalnya, dengan mengiklankan warung “ANEKA TAHU” maka diharapkan bisa menaikan citra dimata konsumen bahwa warung itu memang warung yang berkualitas.

Tujuan Iklan bagian kedua Udahan dula deh, sambung lagi di Tujuan Iklan bagian selanjutanya dilain postingan.

Salam Hormat,
IG @widhawatitok

5/29/2010

Tujuan Iklan Bagian Pertama

Blog ini sudah memasuki tema Tujuan Iklan, berhubung agak panjang maka akan diulas menjadi beberapa episode. Sebagai pembukaan kita sambut Tujuan Iklan bagian Pertama. Agar promosi melalui iklan yang dilakukan tidak sia-sia, maka baiknya diarahkan untuk mencapai tujuan khusus dari periklanan. Tujuan-tujuan periklanan adalah tujuan-tujuan yang diupayakan untuk dicapai oleh periklanan. Ada tiga alasan utama, mengapa tujuan periklanan perlu disusun sebelum dibuat keputusan yang berhubungan dengan seleksi pesan dan penetapan media, yaitu:



1. Tujuan-tujuan periklanan merupakan ekspresi dari konsensus manajemen.

2. Penyusunan tujuan memandu aspek-aspek penganggaran, pesan dan media dari strategi periklanan suatu merek.

3. Tujuan-tujuan periklanan menyediakan standar-standar sehingga hasil-hasil periklanan dapat diukur.

Suatu tujuan bidang periklanan yang baik memang seharusnya mampu menunjukkan hubungan terhadap tingkat penjualan secara langsung tetapi itupun sebenarnya juga tidak bersifat operasional. Hal ini disebabkan oleh dua hal yaitu :

1. Iklan bukan satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan pemasaran

2. Iklan memberikan dampak bagi peningkatan penampilan perusahaan dalam jangka panjang.

Sekian dulu Tujuan Iklan bagian pertama, lanjut nanti di Tujuan Iklan bagian kedua


Salam hormat,

IG @widhawatitok



5/08/2010

Pengertian PERIKLANAN (ADVERTISING)

Pembahasan sebelumnya sudah mengulas tentang Bentuk-bentuk Promosi. Salah satu Bentuk-bentuk Promosi itu adalah Periklanan atau advertising, maka dari itu saatnya mengulas lebih lanjut mengenai arti dari Periklanan dan juga iklan itu sendiri.

Periklanan adalah bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.

Bentuk penyajian periklanan berupa ide yang berisi informasi, bujukan serta pengingat agar orang yang milihat iklan itu tertarik terhadap barang/jasa yang diiklankan sehingga terdorong untuk melakukan pembelian.

 Pada dasarnya pengiklanan barang/jasa merupakan komunikasi yang efektif dalam merubah sikap dan perilaku konsumen. Promosi melalui periklanan ini banyak sekali macamnya, dari yang sederhana hingga yang istimewa, dari yang elekronik seperti televisi dan radio hingga yang cetak seperti Koran, majalah, brosur dan lain sebagainya. APAKAH IKLAN DAN PERIKLANAN ITU?

Iklan dapat ditemui dimana saja, baik itu iklan terselubung ataupun iklan yang terang-terangan. Siapa saja bisa menjumpai iklan ketika membaca Koran, menonton TV, mendengarkan radio, saat melakukan perjalanan dan lain sebagainya. 


 Dengan mudahnya orang menjumpai berbagai iklan, maka sudah dapat dipastikan bahwa hampir semua orang sudah tau dan pernah melihat iklan. Meski banyak orang yang tidak menyukai selingan iklan, seperti di TV atau diradio dan lainya namun iklan mampu menarik perhatian dan cukup berpengaruh bagi perilaku konsumen sehingga berpengaruh pula terhadap keputusan pembelian. Masyarakat cenderung merasa bangga memakai produk-produk yang diiklankan atau produk-produk yang terkenal ketimbang produk yang tidak pernah dilihat dalam iklan dan tidak terkenal.

Apa itu iklan? Iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk barang/jasa yang disampaikan lewat suatu media baik cetak maupun elektronik yang ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat


Dengan demikian iklan merupakan suatu alat komunikasi antara produsen/penjual dengan para konsumen/pembeli. Menurut Kotler (2000:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.

Menurut Rhenald Kasali, secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Agar iklan mimiliki perbedaan dengan pengumunan biasa maka akan lebih baik bila diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.

Apa itu Periklanan? Periklanan adalah keseluruhan proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan penyampaian iklan. Sebelum menyampaikan iklan kepada masyarakat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu Pertama, perlu mengenal dan menentukan sasaran khalayak-nya. Setelah itu menentukan Media yang akan digunakan. Baru kemudian merancang pesan iklan yang sesuai dengan kebutuhan.

Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari institusi/sponsor tertentu melalui media massa yang bertujuan memengaruhi/mempersuasi khalayak agar membeli suatu produk atau jasa. 


Iklan memiliki berbagai karakteristik antara lain merupakan suatu bentuk komunikasi yang berbayar, non personal komusikasi, menggunakan media masa sebagai penyebaran pesannya, menggunakan sponsor yang teridentifikasi, bersifat membujuk masyarakat, bertujuan untuk meraih khalayak sebanyak-banyaknya.

Iklan merupakan salah satu bagian dari aktivitas promosi, seorang pemilik usaha bisa menyebar luaskan usaha bisnisnya melalui iklan. Misalnya dengan iklan di koran, radio, spanduk, brosur dan lain-lainya. Salah satu bentuk promosi yang efektif dan efisien adalah iklan jadi tak ada salahnya untuk mencoba mengiklankan usaha bisnis kecil-menengah melalui iklan agar barang/jasa semakin banyak pembelinya sehingga keuntungan pun juga semakin besar.

Keberhasilan dari suatu perekonomian nasional banyak ditentukan oleh kegiatan-kegiatan periklanan dalam menunjang usaha penjualan yang menentukan kelangsungan hidup usaha bisnisnya. Negara-negara yang sudah maju senantiasa disemarakkan oleh kegiatan periklanan yang begitu gencar. Lain halnya di negera-negara yang ekonominya masih lemah kegiatan iklanya pun masih berada pada taraf yang belum maksimal.

Pada perusahaan-perusahaan kecil umumnya kegiatan iklan ditangani oleh seseorang di departemen pemasaran atau penjualan, yang bekerjasama dengan biro iklan. Sedangkan di perusahaan besar sering membentuk departemen periklanan sendiri. Periklanan merupakan salah satu tahapan dalam pemasaran yang mencerminkan produk barang atau jasa, baik penamaannya, pengemasannya, penetapan harga, dan distribusinya. Tanpa adanya periklanan berbagai produk belum tentu bisa sampai ke tangan konsumen atau pemakainya dengan mulus.

Butuh souvenir payung untuk sarana promosi yang unik? pesan ditempatku aja ya murah loh. *eaaa... malah promosi hahaha...

Salam hormat,
IG @widhawatitok

Lapak Aneka Souvenir Promosi Widhadong

 









Konveksi Kaos Widhadong