07 July 2020

Rail Express Solusi Kirim Paket Super Murah Dengan Kereta Api, Surabaya - Solo 12kg Hanya Rp 2000?

Ada yang sudah nyoba kirim paket via rail express? Bisa dibilang Rail Express Solusi Kirim Paket Super Murah Dengan Kereta Api. Surabaya - Solo 12kg Hanya Rp 2000? Aku sendiri syok, mosyok rong ngeweng tok? Tapi beneran loh duit dua ribu bisa buat ongkos kirim dari Surabaya ke Solo.
Cara Kirim Paket Dengan Rail Express Kereta Api

Ceritanya pada suatu hari beli sesuatu, tadinya aku minta dikirim pakai Kalog aja tapi sama penjualnya disaranin pakai rail express aja lebih murah dan sama pakai kereta. Aku manut aja lalu kemudian cari info tentang rail express itu. Oh ternyata rail express itu produk baru KAI yang tercetus sejak adanya pembatasan wilayah karena corona.

Jadi ceritanya pihak KAI mengeluarkan rail express itu untuk mendukung pengiriman logistik entah berupa makanan, sayuran, beras, dokumen, motor atau lainnya. Minimal berat paketnya 5kg, selebihnya berton-ton boleh karena sekali angkut kapasitasnya 215 ton untuk KA parcel ONS dan 20 ton untuk KA BHP.


Cara Kirim Paket Dengan Rail Express


  1. Pelanggan atau pengirim menyerahkan barang (yang sudah di-packing sesuai standar yang berlaku) ke loket Rail Express di stasiun dengan melampirkan data pengirim dan penerima kepada petugas. Rail Express tidak ada jasa packing jadi paket harus sudah dalam keadaan dipacking.
  2. Penimbangan barang dan penempelan sticker pada barang.
  3. Pembayaran oleh pelanggan di loket stasiun Rail Express sesuai biaya angkutan.
  4. Pemuatan barang ke dalam kereta bagasi.
  5. Proses pengiriman barang.
  6. Pembongkaran barang dari dalam kereta bagasi.
  7. Pengambilan barang oleh pelanggan/penerima dengan menunjukkan bukti transaksi barang, kartu identitas asli di loket pengambilan barang Rail Express di stasiun tujuan.
  8. Pihak penerima biasanya dihubungi jika paket sudah tiba agar segera diambil.

Loket pengambilan paket rail express statiun purwosari Solo

Syarat dan ketentuannya kirim paket dengan rail express



  • Pengirim harus menyatakan isi kiriman dengan sebenarnya. Misal makanan atau apa gitu.
  • KAI berhak melakukan pemeriksaan (uji petik) terhadap kiriman yang dicurigai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PTKAI (Persero) secara khususd an/atau yang berlaku di Indonesia secara umum.
  • Barang/dokumen yang dilarang untuk dikirim adalah: Surat/dokumen berharga bernilai uang; Uang tunai (rupiah/mata uang asing), surat berharga, perhiasan, dan sejenis lainnya; Barang berbahaya dan mudah meledak, beracun, dapat menimbulkan percikan api dan dapat merusak barang lainnya (barangB3); Barang yang mengandung psikotropika dan narkotika; Barang/dokumen yang dilarang menurut ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku; Barang/dokumen cetakan,foto dan barang lainnya; Yang dapat melanggar aturan kesusilaan/pornografi.
  • KAI dapat menentukan sarana angkutan tercepat untuk mengirim barang/dokumen ke tempat tujuan yang tidak selalu sama dengan informasi sebelumnya, terutama dalam keadaan terpaksa atau terdapat gangguan transportasi yang dapat mengganggu pengiriman ketempat tujuan.

Oh iya, kalau mau kirim paket lewat rail express ini barang harus sampai station sebelum jam 1 siang, proses perjalanan malam. Jadinya misal kirim hari ini besuk pagi sudah bisa diambil di statiun tujuan gitu.

Tarif rail express surabaya solo 12kg Rp 2000

Apakah produk rail express ini akan ada selamanya? Akankah tarif super murahnya akan konsisten? Entahlah aku kurang tau kedepannya kek gimana, yang pasti saat postingan ini diketak-ketik tarif rail express beneran murahnya.


Salam ketak-ketik,
dr pojokan

25 June 2020

Jual US Slice Beef Dan Sabarnya Mereka Yang Makan Dengan Cara Grill / Shabu / Semacamnya

Ketak-ketik kini makin jarang posting, lalu ngapain aja? Gak ngapa-ngapain sih. Blog juga tinggal blog yang ini dan blog satunya yang buat jual ikan dori, jual ikan kakap, jual ikan tilapia, jual udang, jual cumi kupas dll. Intinya jual ikan beku dan ketika corona datang tambah jual US slice beef di Solo dan sekitarnya.
Jual US Slice Beef di Solo
Selaku blogger introvert yang gak gaul aku gak suka keluyuran ke mall, enggak suka makan di resto-resto yang banyak orang, apalagi nongkrong di cafe malam-malam? ya jelas gak pernah lah ya. Lihat resto shabu-shabuan atau grill-grillan atau semacamnya gitu lah mending belok kiri lurus wae alias enggan jajan begituan gitu loh.

Tapi pada akhirnya aku jual daging sapi slice yang untuk shabu/grill/semacamnya. Hal yang bisa aku petik dari mereka-mereka yang suka makan dengan cara di grill atau semacamnya adalah kesabaran. Orang yang makan jalur grill atau semacamnya itu adalah orang yang sabar dan santuy.

Misal jajannya di resto maka yang jajan masak sendiri gitu kan? Nyalain kompornya, olesin mentega, panggang dagingnya, wolak-walik, ketika berubah warna langsung hap-hap hahhhhss nanassss...anaasss. *kepanasan maksudnya.

Belum lagi kalo jajan rombongan yang mungkin setiap insan paling kebagian berapa iris doang. Nah, kalo aku mikirnya sama-sama jajan lah enakan beli makanan yang langsung mateng jadi gak perlu wolak-walik alias tinggal makan. Tapi yang namanya selera orang pastinya beda-beda ya kan? Kalo aku kebetulan masuk team yang tinggal helep *tinggal ngemplok maksudnya.

Terus misal grill sendiri di rumah ya berarti sabar amat gitu loh, karena selain harus beli slice beef juga perlu belanja bahan lainnya. Meja penuh ini itu, masih harus wolak-walik gitu kan.

Tapi berhubung aku jual slice beef bukan berarti aku gak pernah nyobain daging slice itu. Sesekali tetep nyoba makan tapi via jalur cepat, misalnya ambil slice beef kemasan 250gr masaknya masukin teflon semua lalu diongsreng bentar terus dimakan pakai nasi. Kenyang dah tuh, kalo disuruh wolak-walik sehelai demi sehelai gitu bisa stres, rasanya kelamaan gitu loh.

Slice beef itu biasanya ada lemaknya, yang tanpa lemak ada tapi harga lebih mahal. Kalo aku yang ready stok banyak yang slice beef ada lemaknya. Tapi aku suka ngongsreng rib eye slice yang tanpa lemak.


Unboxing wagyu rib eye slice 200gr, kalo slice beef kan tipis dan berlemak, kalo yang ini minim lemak. Daging ini bisa juga buat grill atau semacamnya. Tapi ini berhubung 'bakule' gak gaul jadi dibikin lauk dimakan pakai nasi, hasil olahan 200gr buat lauk berdua lebih dari cukup. Kalau mau hemat buat berempat juga cukup 😂. Mau dimasak apa silakan, barangkali ibu/bapak/kakak/adek/mbak/mas lebih jago masaknya ketimbang saya. Kalo ini tuh sekedar jurus diongsreng bentar ala kadarnya dengan bumbu yang tidak rahasia karena cuma pakai 'brambang, bawang, mrico lan konco-koncone'. *ini video unboxingnya juga ngasal bikinnya. karena saya tuh blogger bukan vlogger **alasan.... 😂. Silakan yang mau order, sebut saja rib eye slice 200gr kirim ke WA nomor yang diprofil itu atau DM aja. Harganya hanya 35rb aja. #ribeyeslice #jualribeyeslice #dagingsapitipis #jualdagingsapitipis #supplierdaging #supplierdagingsapi #slicebeefsurakarta #slicebeefsolo #meatshopsolo #meatshopsurakarta #widhabeefsupplier #widhafrozenfood #dagingenak #dagingtipisjuicy
Sebuah kiriman dibagikan oleh Widha Frozen Food&FishSupplier (@widhadong) pada

Mau yang lemak atau tanpa lemak juga sesuai selera sih, kalo slice beef yang ada lemaknya itu ada sensasi gurih rasa lemak-lemak gimana gitu. Kalo orang yang anti lemak atau takut gemuk gitu-gitu pasti merasa berdosa banget kalo makan ginian.

Berkaitan dengan slice beef ini apakah anda seperti mereka team penyabar yang suka makan-makan jalur ngegrill? Aku sih enggak, aku team ongsreng ditelflon aja.

Oke deh, ketak-ketik kali ini gak usah panjang-panjang takut dikira promosi. *padahal aslinya memang pengin promosi hahaha....

Oke byeeee....


Salam ketak-ketik,
dr pojokan


27 May 2020

Bekerja Dari Rumah, Pakai Masker, Menghindari Kerumunan? Bagi Kaum Introvert Ini Sangat Mudah!

Bekerja dari rumah, pakai masker, menghindari kerumunan adalah bagian dari protokol pencegahan covid 19. Selebihnya ada menjaga kebersihan cuci tangan pakai sabun, tidak menyentuh wajah, menerapkan etika batuk/bersin, jaga jarak dll. Nah khusus bekerja dari rumah, pakai masker, menghindari kerumunan/keramaian sepertinya tidak semua orang nyaman dengan hal itu. Tapi tau gak sih, bagi introvert sepertiku yang namanya bekerja dari rumah, pakai masker, menghindari kerumunan itu justru zona nyaman banget jadi sangat mudah dilakukan.



1. Bekerja Dari Rumah

Dari jaman embuh aku sudah WFH loh ya alias bekerja dari rumah lebih tepatnya dari pojokan. Awalnya dulu jualan online lalu sempat menjadi pengabdi google adsense, youtube adsense. Hingga akhirnya kembali ke jalur jualan online lagi diantaranya jual slice beef Solo (aneka daging dan ikan beku area Surakarta).

Namun dulu itu seWFH-WFHnya aku, tetep aja dikira gak punya pekerjaan alias pengangguran. Tapi ya gak masalah sih, karena bagiku bekerja dari rumah adalah keinginan diri sendiri dan perkara dipandang gak terpandang itu ora popo yang penting ada penghasilan gitu aja.

Mungkin bekerja dari rumah itu cocok bagi sebagian orang tapi bagi yang biasa bekerja diluar rumah tentu bekerja dari rumah dirasa membosankan atau bahkan merasa tidak nyaman. Kalau aku sendiri merasa bekerja dari rumah itu tidak bosan dan merasa nyaman. Dulu kala ketika coba kerja ala-ala kantoran justru tidak nyaman.

2. Pakai Masker

Dari sebelum adanya covid 19, ketika keluar aku udah biasa pakai masker atau penutup hidung dan mulut. Walau hanya pakai kain atau slayer. Namun agaknya pakai masker ini juga tidak semua orang bisa melakukan karena di era covid 19 masih banyak orang yang melenggang keluar rumah tanpa memakai masker.

3. Menghindari Kerumunan

Menghindari kerumunan adalah hal biasa bagi introvert. Karena pada dasarnya introvert tidak suka keramaian, didalam kerumunan atau keramaian itu akan membuat si introvert mudah lelah dan tidak nyaman. Dan dimasa covid 19 tentu lebih banyak orang yang menderita atau tersiksa karena gak lagi mudah jalan ke mall seperti dulu, gak mudah untuk nongkrong atau pergi ke bioskop dll. Kalau aku sih emang gak suka ke mall, pasar, bioskop atau tempat ramai lainnya jadi ketika ada anjuran menghindari ke tempat-tempat yang ramai itu jiwaku tidak memberontak.

Yah itulah hal-hal yang bagi orang introvert sepertiku sangat mudah dilakukan tapi bagi orang lain belum tentu merasa nyaman melakukannya.

Salam ketak-ketik,
dr pojokan

19 April 2020

Pengin Hidup Tenang? Gampang, Jalani Hidup Apa Adanya!

Ketak-ketik kali ini edisi jalani hidup apa adanya tanpa syarat ketentuan. Dari dulu aku suka mengamati iklan, terlebih dulu waktu masih sekolah ada mapel periklanan yang kadang ada tugas menganalisa sebuah iklan. Dalam sebuah iklan pasti ada pesan yang disampaikan. Berkaitan dengan apa yang aku lihat, ini ada video menarik:



Dalam video singkat diatas bisa ditangkap berbagai pesan yang intinya tentang "jalani hidup apa adanya".

Misalnya: berani tampil apa adanya tanpa make up, berani ngobrol ma teman apa adanya tanpa basa-basi, berani foto apa adanya tanpa aplikasi atau efek-efek kamera jahat, posting ya posting aja apa adanya tanpa nungguin dilike follower palsu, dll silakan dipetik sendiri.

Seolah video yang disampaikan itu mengajak kita untuk hidup jujur, apa adanya, gak usah berpura-pura, cukup jadi diri sendiri aja agar hidup jadi lebih tenang dan nyaman. Apalagi diera serba sosmed seperti saat ini, dimana dikit-dikit cepret lalu posting. Kadang mungkin juga ada dimana apa yang diposting tak sesuai dengan keadaan sebenarnya alias hanya pencitraan atau pura-pura biar kelihatan wah wih wuh weh gitu. Di dunia maya yang ngeri itu ketika pura-pura tapi terlanjur viral, misal pura-pura sosialita dijagat sosmed, tapi suatu ketika ketahuan aslinya, apa yang terjadi? Ya minimal pasti dibully ya kan? Jadi ya mending biasa aja gak usah pura-pura apalagi tipu-tipu. Kalau sama teman sendiri ya mending jujur-jujuran aja, gak perlu basa-basi apalagi pura-pura baik didepan tapi dibelakang ngedumel gak jelas, jangan sampai jadi toxic bagi diri sendiri atau orang lain.

Kalau aku pribadi memang sangat setuju dengan prinsip jalani hidup apa adanya. Sangking setujunya dengan prinsip apa adanya atau ngotot jadi diri sendiri hingga kadang jatuhnya malah kayak keras kepala alias 'ngeyelan'. Bahkan ketika aku ngeblog atau mainan sosmed pun tetep pegang prinsip jalani apa adanya, misal:

1. Jalani ngeblog dengan ketak-ketik apa adanya, aku posting ya posting aja, tanpa harus ngejar PA atau DA atau semacamnya. Aku ngeblog memang karena suka ketak-ketik sesuka hati, isi blognya pun gado-gado banget. Tujuan ngeblog disini tuh untuk menghibur diri, bisa ketak-ketik entah apapun itu rasanya seperti ada sensasi 'mak plonggg' gitu loh. Lah kalau ngeblognya semaunya sendiri dan niche-nya gak jelas gitu berarti susah dapat job konten berbayar atau semacamnya gitu dong? Ya iya, lagian aku juga gak nyari job yang ada syarat ketentuan berlaku yang blog harus segini, begini, begitu. Aku cari duit lewat blog-nya dengan cara jualan sajalah. Tapi kadang kalau ada tawaran lalu mau menerima blogku apa adanya dengan syarat ketentuan yang gak ribet dan aku memang ada pengalaman memakai produknya ya udah boleh deh diambil, kalau enggak ya gak perlu diambil.

2. Aku main IG ketika posting ya posting aja, tanpa harus menata feed. Pusing amat mau posting aja harus ngurutin feed. Loh kalo gitu tampilan IG-nya amburadul dan miskin follower dong? Ya iya, lagian buat apa kaya follower kalau yang follow akun palsu atau akun asli tapi gak pernah interaksi. *eaaa... bisa aja ngelesnya, dasar miskin follower -hahaha-. Btw, kalau miskin follower berarti gak pernah dapat job endorse atau semacamnya gitu dong? Ya iyalah..... Eh tapi kalau boleh jujur pernah dhing, dulu pernah dapat satu post IG yang dibayar IM3 Ooredoo. Waktu itu sempat heran sih, kok posting berbayar tapi tanpa syarat ketentuan misal follower harus sebanyak sekian sekian. Beneran gak ada syarat jumlah follower loh waktu itu, ajaib kan? Di instagram biasanya aku cuma posting capung, laba-laba, pemandangan sawah ketika sepedaan, foto bunga atau semacamnya.



Lepas dari kehidupan maya entah blog, IG atau sosmed lainnya, jalani hidup apa adanya di kehidupan nyata juga tak kalah penting. Misal punyanya motor ya naik motor aja, kalau maksain kredit mobil pasti dijamin hidupnya tambah stres karena ada beban cicilan yang menghantui. Ya pokoknya hidup itu entah di dunia maya atau dunia nyata gak perlu pura-pura. Apalagi kalau sampai maksain diri ngikutin gaya hidup orang lain. Hidup kalau penuh kepura-puraan atau cuma ngikutin orang lain pasti bakalan capek sendiri, makanya jalani hidup apa adanya dan jadi diri sendiri aja biar hidup lebih tenang lahir dan batin. Tidak usah malu hidup apa adanya, daripada harus berpura-pura tapi diri sendiri merasa terpaksa dan gak bahagia, ya kan?

Nah ngomongin soal jalani hidup apa adanya tanpa syarat, rupanya IM3 Ooredoo sangat mendukung terutama kaum muda agar menjalani hidup apa adanya dengan menghadirkan lini produk telekomunikasi yang simple, bebas syarat ketentuan seperti Freedom Internet. Dengan freedom internet kita bisa jalani hidup apa adanya, tetap bahagia dan fokus berkarya.


Salam ketak-ketik,
dr pojokan