03 September 2020

Perpanjangan Kartu ATM MANDIRI Kadaluarso Mudah dan Gratis

Aku bikin rekening mandiri tahun 2010 dan dikartu ATM tertera batas kadaluarso 2020. Masa aktif kartu ATM mandiri 10th. Lalu bagaimana jika kartu ATM kadaluarso? ATM tidak bisa digunakan, agar bisa digunakan maka harus melakukan perpanjangan. Dan ternyata perpanjangan kartu ATM Mandiri kadaluarso mudah dan gratis.



Cara Perpanjangan ATM Mandiri Kadaluarso


Bagi yang kartu ATM masa aktif habis atau kadaluarso silakan diperpanjang, gimana caranya?

1. Silakan datang ke kantor cabang mandiri terdekat

Aku orang desa ya dan dulu waktu buka rekening pertamakali di kantor cabang yang ada di kabupaten kota. Lalu apakah perpanjangan kartu ATM itu harus ke cabang yang dulu buat buka rekening? Tidak harus kesana ya, selama masih di kota yang sama maka bisa datang dicabang terdekat. Karena kini bank-bank itu sudah buka cabang ditingkat kecamatan jadi gak harus ke kota gitu loh.

2. Bawa Kartu ATM, KTP dan Buku Tabungan

Jangan lupa ya bawa kartu ATM, KTP dan buku tabungan. Silakan ambil nomor antrian dan isi data. Jika bingung bisa bilang pak satpam saja biar diarahkan pak satpam. Isi datanya berupa alamat, no rek, NIK, nomer kartu debit. Tunggu dipanggil CS, nanti data akan dicocokan, ditanya nama ibu, transaksi terakhir kapan, saldo berapa. Kemudian CS akan mengganti kartu ATM lalu dibawa ke teller untuk memasukan pasword. Setelah itu kartu ATM bisa digunakan minimal 10 menit kemudian.

3. Perpanjangan Kartu ATM Kadaluarso Gratis

Berdasarkan pengalaman ini ternyata untuk perpanjangan kartu ATM yang habis masa aktifnya itu tidak dipungut biaya alias gratis.

Jadi kesimpulannya kalo sekedar perpanjangan kartu ATM Mandiri itu mudah dan gratis. Alurnya cepat dan tidak ribet. Dengan catatan syaratnya kumplit ya, enggak yang buku tabungan ilang atau gak punya kartu identitas.

Kartu ATM yang lama masa aktifnya sampai 10th gitu, kini yang baru cuma 4th aja. Oke gitu aja ketak-ketik kali ini, buat yang habis silakan diperpanjang. Alur bank lain untuk perpanjangan kurang lebih sama.


Salam ketak-ketik, 
dr pojokan


27 August 2020

Misteri Kematian Kucing, Begini Rasanya Nungguin Kucing Sekarat!

Ketak-ketik kali ini tentang misteri kematian kucing. Setahuku kucing kalau mau mati itu pasti menyendiri. Konon kucing yang sakit atau usianya udah tua bisa tau kapan dirinya mati sehingga dia cinderung mencari tempat yang sepi. Tapi pada suatu ketika aku pernah nungguin kucing sekarat hingga akhirnya mati.




Nah ceritanya pada suatu hari rumah kedatangan seekor kucing kecil. Tadinya kucing itu sempat ikut rumah sebelah, tapi entah kenapa akhirnya lebih milih tinggal dirumahku. Hari demi hari kucing itu makin gemuk dan lincah. Dan suatu ketika rasanya begitu takut kehilangan dia. Rasanya dia itu udah kayak teman gitu loh. Ketika hendak ditinggal beberapa hari ke rumah mertua si kucing nampak baik-baik aja. Pas balik rumah juga dia nampaknya biasa aja.

Paginya tanggal 2 Agustus 2020 dia ngaong-ngaong kenceng banget, mikirku dia ketemu gebetan gitu. Nah pas kebelakang dia nampak diantara kayu-kayu, kelihatan dari matanya udah tak berdaya. Mikirku dia kejepit gitu, pas mau dikeluarin kok dia makin teriak-teriak kayak gak mau dipindahin gitu loh. Akhirnya tetep dikeluarin, aku bawa ketempat biasanya dia leyeh-leyeh tiduran.

Dia nampak makin tak berdaya, aku tau dia sekarat, aku tungguin dia hingga akhirnya tubuhnya mengejang, nampaknya nyawanya lepas dari kaki belakang hingga akhirnya matanya melihatku dengan meneteskan air mata dan akhirnya sedikit terpejam. Saat itu nafasnya udah berhenti. Aku megang hp tapi gak tega merekamnya. Berhubung saat itu gak ada orang lain yang lihat jadinya saat itu aku malah mewek ditempat. Nungguin bapak pulang terus dikubur deh.

Setelahnya ibu bilang kayaknya dia sakit, dari hari sebelumnya gak mau makan dan sempat muntah kayak keracunan gitu. Aku mikir atau jangan-jangan dia diantara kayu-kayu itu maksudnya sembunyi bukan kecepit? Soalnya gak mungkin juga kecepit karena normalnya dia lincah gitu kok, dia masih muda, kalo sehat pasti dia bisa membebaskan dirinya sendiri karena tempatnya agak longgar dan saat itu gak ada luka ditubuh juga.

Sedih rasanya tapi ya begitulah, dimana ketika sesuatu yang bernyawa dan sudah saatnya dipanggil olehNya maka yang masih hidup tidak bisa berbuat apa-apa. Gak mungkin juga kan itu kucing sekarat dipegang erat-erat biar nyawanya gak lepas? Atau diiming-imingi ayam krispy biar nyawanya gak jadi pergi? Kita gak mungkin bisa melawan kehendak Tuhan. Jadi harus ikhlas meski mungkin pelan-pelan, karena awal-awal pasti ada rasa-rasa sedih gimana gitu. Ya kan???

Dan rasanya masih penasaran sebenarnya dia mati karena sakit atau kecepit? Entahlah, yang pasti kini dia tiada. Aku suka memfoto atau memvideonya bahkan sempat beberapa kali posting dia di IG. Jadinya pengin pelihara kucing lagi tapi yang kucing kampung aja atau kucing liar yang tak bertuan.



Salam ketak-ketik, 
dr pojokan

25 August 2020

Tilik, Rewang, Arisan dll Itulah Sarang Gibah Realita Kehidupan Bertetangga

Demam film pendek Tilik nampaknya mulai meredup namun menyisakan aneka quote atau stiker WA ala bu Tejo seperti "Dadi Wong Ki Mbok Seng Solutip" dan semacamnya. Ada yang bilang film tilik itu gak ada faedahnya karena isinya full gibah. Silakan dipetik hikmahnya sendiri, karena pasti setiap orang punya sudut pandang berbeda.


Namun bagi yang merasa hidup di desa atau hidup bertetangga pasti merasakan betul bahwa gibah ala rombongan bu Tejo itu realita kehidupan. Gibah atau rasan-rasan itu serasa hal lumrah ketika ada kumpulan entah itu tilik (jenguk orang sakit), rewang (bantu-bantu ditempat hajatan), arisan dll.

Tim gibah itu pasti ada aja disekitar kita, yang kalo udah bergerilya dari mulut ke mulut dijamin viral sekampung tanpa harus melibatkan efbe, grup WA ataupun insta story. Kira-kira aku atau kamu masuk tim gibah atau sasaran gibah?

Kalo aku sih biasanya yang digibahin. Misal "kerjo opo to, gur nang ngomah wae", "ket biyen kok ra due opo-opo, senengane gur numpak pit", dll. Meski tau dipergunjingkan tapi aku biasa aja, biarin orang mau bilang apa. Seterah eh terserah....

Dan kadang pilih pura-pura bodoh walau tau sebenarnya sedang digunjing. Ikhlasin aja, seperti tanah walau diinjak, dikotori dll tapi tetep diam aja.

Apaaaa? Diam aja? lalu soal harga diri gimana? Ya kan seperti tanah, walau diinjak-injak dan diem aja tapi makin lama justru harganya makin mahal. Ya to???


Menurutku kalo cuma digibahin gitu gak akan ngurangin harga diri, gak akan rugi udah gitu aja. Dari pada mikirin apa kata orang lebih baik biasain nyuekin apa kata orang, selama kita gak ganggu hidup mereka ya udah biarin aja. Seperti misal aku digunjing soal "dirumah aja, kerja apa?" (bagiku kerja gak harus kantoran sehingga dianggah waow gitu), "dari dulu gak punya apa-apa (gak punya harta yang mencolok gitu maksudnya, bagiku punya uang bukan berarti harus tampil wah gitu, biasa aja gitu loh). Dan hal lainnya tentang kekurangan diri ini yang juga jadi omongan orang dan gunjingan ringan semacamnya. Bagiku itu bukan masalah justru mereka yang bermasalah karena ngapain banget mikirin bin ngepoin kehidupan gue? Iya kan????

Aku hanya orang biasa, dimana ketika ada kekurangan atau keburukan yang akhirnya jadi omongan orang ya sudahlah. Semoga mereka memaafkan kesalahanku. Aku memang intovert yang gak suka gabung ngerumpi dan bagi mereka aku dianggap aneh. 


Salam ketak-ketik, 
dr pojokan


26 July 2020

Suka Nimbun Barang Karena Merasa Nanti Masih Bisa Digunakan? Apakah Ini Berarti Aku/Kamu OCD?

Ketak-ketik kali ini tentang gejala OCD. Karena aku suka nimbun barang dengan dalih merasa siapa tau nanti bisa digunakan atau dibutuhkan dilain waktu, sehingga aku bertanya-tanya apa iya yang aku alami termasuk gejala OCD? Tapi kayaknya sih enggak 😊. Mengingat beberapa waktu yang lalu sempat viral curhatan embak-embak yang konon dikosnya ada kamar yang ditinggalkan penghuninya dan setelah dibuka ternyata kamar itu penuh sampah.

Padahal menurut cerita si penguni kos yang pergi tanpa kabar itu adalah pekerja kantoran yang riwayat kerjanya pun gak ecek-ecek gitu loh. Tapi kenapa bisa menimbun sampah hingga sedemikian rupa dikosnya? Dari cerita yang viral itu aku baca-baca ada istilah hoarding disorder yang merupakan salah satu bentuk OCD.

Apa itu OCD? Kepanjangannya Obsessive-Compulsive Disorder yakni semacam gangguan mental. Orang dengan OCD punya pikiran dan dorongan yang tak terkendali bahkan berulang (obsesi), serta perilaku (paksaan) kompulsif. Misal mau pergi keluar rumah tapi selalu ragu apakah tadi kompor sudah dimatikan? Hingga melakukan cek kompor berulangkali. Atau misal tangan kena kotoran lalu cuci tangan berulangkali karena ingin bersihnya sempurna.

Bagi orang dengan OCD mungkin dia merasa tak ingin melakukan hal itu tapi disisi lain dia juga tak bisa menghentikannya. Faktor OCD bisa jadi karena keturunan, struktur otak dan konon yang paling berpengaruh adalah faktor lingkungan. Jadi misal dari kecil dibentak-bentak atau diejek tentang kekuranggannya hingga akhirnya pada diri orang yang selalu diejek itu terjadi dorongan untuk melakukan hal yang harus sempurna.



Ketika baca-baca tentang OCD aku sempat 'mak tratap' ada contoh lain gelaja OCD yakni suka nimbun barang karena yakin suatu saat nanti masih bisa digunakan. Sempat mikir-mikir kok aku kadang-kadang gitu ya? Aku tuh suka nimbun 'kresek plastik' karena berfikir nanti bisa dipakai buat wadah apa gitu, sampai kadang tempatnya gak muat dan nyatanya kresek-kresek plastik itu tetap gak kepakai. Meski dibuang sayang tapi kalo sudah muak karena menuhin tempat ya aku bakar gitu aja.

Dengan kata lain dan bermaksud menghibur diri maka aku yakin kebiasaanku nimbun plastik masih wajar karena meski suka nimbun tapi masih mampu untuk memusnahkan pada waktunya. Kalo misal aku suka nimbun tapi gak rela membuangnya hingga tempatnya penuh seperti tempat penampungan sampah ya mungkin pantas diri ini dicurigai kena gejala OCD.

Bagi orang dengan OCD gejala obsebsi atau kompulsif itu bisa mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Kalau udah mengganggu ya sebaiknya ditangani, kalau merasa ada yang kurang beres dengan diri sendiri bisa diam-diam cari tahu. Kita bisa baca-baca informasi dari berbagai sumber, namun mungkin yang paling mudah saat ini ya cari info diinternet misal di web halodoc.com tersedia berbagai informasi tentang kesehatan. Ada tentang OCD dan hal lainnya, jika kurang yakin bahkan bisa konsultasi atau chat dengan dokter spesialis.

Ketika kita merasa ada satu gejala yang sama apakah serta merta kita memvonis diri sendiri "oh pasti aku kena ini????", tentu gak gitu ya kan? Kita perlu konsultasi pada ahlinya, karena pasti ada banyak faktor penentunya. Misal seperti kebiasaan nimbun barang yang bisa jadi gejala OCD itu diantaranya aku kutip dari halodoc.com:


  • Kesulitan yang terus-menerus membuang barang, terlepas dari nilai aktualnya.
  • Desakan kuat untuk menyimpan barang dan kesulitan saat membuangnya.
  • Akumulasi barang-barang sedemikian rupa, sehingga tempat tinggal tidak lagi dapat digunakan sebagaimana fungsinya.
  • Mengalami gangguan fungsi di faktor keselamatan dan interaksi sosial karena senang menimbun.
  • Tidak adanya gangguan medis atau mental lain yang akan menyebabkan gejala sama.


Ya intinya banyak faktor untuk mastiin beneran masuk OCD atau enggak. Jadi misal punya hobi nimbun barang karena siapa tahu nanti bisa dipakai adiknya gitu bukan serta merta OCD, tapi itu mungkin karena jiwa hemat yang luar biasa, hehehe...

Kalau aku sih selaku blogger penginnya melakukan hal yang berulang dalam hal posting, jadi misal hari ini udah posting tapi besuk merasa ragu kemarin udah posting belum ya? Terus akhirnya posting lagi dan lagi gitu. *eaaa.... mana ada gejala yang begini? Ngarep bin ngayal, hehehe...

Oh iya btw, kalo misal kasusnya seperti penghuni kos yang viral itu gimana ya? Jadi misal kita tau tetangga kos kok ada yang aneh gitu harus gimana? Serba bingung pasti. Karena kalo orang OCD yang suka nimbun seperti itu pasti orangnya tertutup ya kan?, interaksi ke orang sekitar pasti kurang banget. Ya karena mungkin merasa malu dengan kebiasannya jadi milih menutup diri gitu. Jadi enaknya gimana dong? Cara deketinnya gimana? Share dong idenya. Gak mungkin juga kan kita nylonong gitu terus sok kenal sok dekat terus ujung-ujungnya "sini aku bantu buangin sampah elu", seketika bisa ilfeel dia, ya kan?. Aku sendiri selaku orang pendiam dan tertutup (karena introvert) merasa terganggu kalau ada orang yang sok deket lalu ingin cawe-cawe tentang hal yang bagiku itu aku anggap rahasia gitu loh, dengan kata lain auto menghindar 😊.


Salam ketak-ketik,
dr pojokan