12/10/2019

Ngumpulin Uang Receh (Nabung) Lah Kok Dibilang Mata Duitan Seperti Mr Krabs?

Ketak-ketik receh ah, dari pada enggak posting. Ceritanya tuh, aku ngumpulin uang koin receh seratusan, dua ratusan, lima ratusan dan seribuan. Uang receh itu berasal dari sisa-sisa belanja entah beli sabun, sampo, dkk. Yang pasti bukan uang sisa beli sayur di pasar (karena gak pernah ke pasar atau lebih tepatnya gak bisa masak), bukan pula uang sisa beli bedak atau gincu (karena gak suka bedakan). Betewe, aku ini wanita macam apa sih? Udah gak bisa masak, gak suka bedakan pula? Ehmm entahlah... ^haha.

Oke, kembali ke receh. Uang-uang koin itu aku kumpulin sejak jaman embuh (alias lupa dari kapannya), masing-masing aku pisahin didalam botol plastik. Jumlahnya memang belum banyak, tapi yang penting niatnya (*ehemmm).



Memang niatnya ngumpulin uang receh itu apa?


Pertama-tama niatnya adalah 'nyelengin' alias ditabung biar uang-uang koin itu tersimpan rapi. Karena sifat uang koin itu adalah 'ambyarrrr' jadi lebih baik dikandangin pada tempatnya. Kebetulan aku pilih botol plastik bekas sebagai tempatnya, sekalian pencitraan ikutan mengurangi limbah plastik (gak dhing, lah wong cuma empat botol doang kok).

Nabung kok koin recehan? Miskin atau gresek-gresek sih? Ehmmm, yang namanya nabung itu bebas mau berapapun juga boleh, seratus rupiah juga boleh ya kan??? karena nabung itu beda dengan bayar angsuran yang harus ratusan ribu atau jutaan. Dan karena nabung itu pangkal kaya yang artinya kaya itu nabung dulu, bukan nunggu kaya baru nabung. (Aslinya sih emang punyanya uang receh dhing, tapi berlagak sok bijak gitu ^haha. Kalo nabung uang dalam jangka panjang itu sepertinya gak begitu pangkal kaya, misal dulu uang sejuta itu banyak, lah kalau disimpen dibawah bantal lalu dikeluarin sekarang, sejuta itu dapat apa?).

Kembali lagi ke niat receh, niat aslinya memang nabung gitu ya, tapi terbesit juga niat pencitraan untuk nyontohin ponakan biar ikutan nabung atau nyelengin, biar gak gampangan jajan gitu. Lalu apakah berhasil? Tentu tidak! Sekali lagi... TIDAK!!!!

Boro-boro ponakan termotivasi untuk rajin nabung, lah wong aku malah dibilang mata duitan. Aku tanya "emang mata duitan ki opo?", Dia bilang "kae loh kayak mister krebbbb". Siapa itu mister kreb?



Tentang Mr Krabs


Mister kreb yang dimaksud adalah Mr Krabs pemilik restoran cepat saji di Bikini Bottom. Yah, ponakan yang menuduhku mata duitan itu adalah penonton kartun spongebob garis keras. Dan ketika aku tanya lebih lanjut ternyata dia paham masing-masing karakter, kalo mister kreb itu dia anggap mata duitan, spongbob itu kadang ceroboh tapi pekerja keras, petrik itu pemalas suka makan, Skuitwed tukang kasir yang suka marah-marah dan hobi main klarinet, Sendi itu pintar suka menolong, Plangtonnn itu licik karena pengin nyuri resep rahasia krebi peti. (Penulisan nama sengaja pake ejaan ucapan).

Kenapa dia berfikir Mr Krabs itu mata duitan? Karena memang dalam kartun itu terpampang nyata bahwa Mr Krabs itu suka banget sama yang namanya duit, kalo udah liat duit maka seketika matanya ngejreng, uang koin pun dikumpulin, gelinding satu pun tak rela. Dan bahkan kadang perhitungan banget padahal ke anak dan emaknya sendiri.

Meski Mr Krabs dianggap mata duitan tapi menurutku, ini menurutku loh ya! Ada hal-hal lain yang bisa dipetik dari seorang ^eh sekepiting Mr Krabs.

1. Berani Memilih Menjadi Dirinya Sendiri


Kakeknya Mr Krabs adalah bajak laut, harapan kakeknya si Krabs bisa meneruskan kiprahnya menjadi bajak laut yang garang dan sukses. Krabs sebenarnya tidak nyaman jika harus menjadi bajak laut. Sang kakek melatihnya dan memang si Krabs kala itu sudah mencoba menjadi bajak laut tapi ternyata rugi, padahal penghasilan dari membajak itu banyak tapi anehnya buat bayar prajuritnya pun kurang. Lalu diluar sepengetahuan kakeknya si Krabs buka The Krusty Krab sebuah restoran cepat saji dengan menu utama Krabby Patty.

Pada suatu ketika sang kakek bilang ingin mengunjungi Mr Krabs. Otomatis Krabs panik karena takut kakeknya marah kalo tau kini Krabs jadi pengusaha restoran dan bukan menjadi bajak laut. Saat itu dengan bantuan Spongebob dkk akhirnya Mr Krabs pura-pura jadi bajak laut.

Awalnya kakeknya kagum karena Krabs berhasil jadi bajak laut, tapi akhirnya penyamaran terbongkar, Krabs minta maaf serta mengaku bahwa selama ini dia buka restoran bukan jadi bajak laut. Apakah sang kakek marah? Ternyata tidak, sang kakek justru bangga karena Krabs bisa menghasilkan uang dengan caranya sendiri.

Mr Krabs berani memilih menjadi dirinya sendiri yakni memilih jalan menjadi pengusaha restoran, dia tidak memaksakan diri menjadi bajak laut seperti kehendak kakeknya. Hidup ini pilihan, mau pilih jadi apa terserah ya kan? Asalkan bisa mempertanggungjawabkan pilihannya itu, gitu.....

2. Peduli Kepuasan Pelanggan dan Melakukan Inovasi


Sebagai pemilik The Krusty Krab ia sangat peduli dengan kepuasan pelanggan. Ia selalu berusaha agar pembelinya datang kembali. Bahkan melakukan inovasi seperti berdagang keliling menggunakan kapal selam, membuat isi krabby patty spesial (walau akhirnya Spongebob tidak setuju karena isi yang dibuat itu mengorbankan banyak ubur-ubur), membuat pelayanan khusus untuk anak-anak dan lain sebagainya.

Nonton kartun Spongebob itu memang secara logika vulgar ceritanya nampak konyol tapi kalo dari logika versi ketak-ketik yang demikian itu tersirat pesan bahwa kepuasan pelanggan dan inovasi (pelayanan atau produk) itu sangat penting dalam sebuah bisnis.

3. Branding dan Menjaga Resep Rahasia


Dari nama restoran, nama menu dan hal-hal lain yang ada di Krusty Krab itu nampak sekali gak asal buat. Nampaknya Mr Krabs paham dengan yang namanya branding. Disisi lain Mr Krabs juga sangat menjaga resep rahasia krabby patty. Dalam sebuah bisnis selain harus melakukan inovasi juga harus jaga rahasia apalagi usaha makanan.

Menjaga resep rahasia itu seperti menjaga jati diri, menjaga sesuatu yang khas, dan jangan terus dianggap pelit gitu loh ya. Dalam dunia nyata misal KFC, dia gak mungkin secara vulgar koar-koar tentang resep-resep ayamnya. Diluar sana banyak ayam-ayam krispi seperti KFC tapi pasti rasanya beda-beda, kecuali mati rasa jadi bilang semua ayam sama saja entah itu KFC, Popeye, Olive, Rocket dan sebangsanya.

Itulah beberapa hal tentang Mr Krabs yang meskipun dicap mata duitan tapi tetaplah ada sisi lainnya yang menarik (jadi jangan biasakan memandang sesuatu hanya dari satu sisi, tapi cobalah tengok dari sisi lainnya juga). Kok bisa tau tentang Mr Krabs? Ya karena aku biasanya ikutan nonton, itu anak-anak kalau gak diawasi kadang nontonin sinetron embuh-embuh gitu. Dulu sih gak setuju kalau mereka nonton Spongebob karena kadang ada kata kasar seperti (maaf) brengs*k, t*lol, dan semacamnya tapi sekarang enggak alias disensor.

Lalu, apakah aku ini benar seperti Mr Krabs? Mau bilang tidak tapi.... ah embuhlah. Aku introvert dan memang ada tipe introvert yang salah satu sifatnya cinderung ala-ala Mr Krabs, buat yang introvert pasti paham model introvert yang seperti apakah itu. Karena meski sama-sama introvert belum tentu sama persis, karena ada yang tipe feeling, thinking, sensing atau lainnya. Yang pasti aku adalah aku, sukanya ketak-ketik embuh gitu, kadang ngontel, biasa cuma sendal jepitan dan paling tidak nyaman kalau harus tampil seperti si A, si B, si C, ...., si Z.


Salam ketak-ketik,
dr pojokan

11/29/2019

Taman Wisata Alam Grojokan Sewu Tawangmangu, Apa Yang Paling Mengesankan?

Ketak-ketik tentang wisata alam ah, biar dikira rajin piknik. Kalau wisata alam deket-deket rumah yang tebing atau bukit kan udah pernah tuh, bahkan udah pernah diketak-ketik juga. Nah ini wisata alam yang agak jauh dari Klaten yakni Grojokan Sewu Tawangmangu Karanganyar. Dulu sih waktu masih SD pernah kesana, gak banyak yang aku ingat karena aku hanya ingat disana banyak anak tangga, monyet dan satu air terjun yang tinggi.



Nah, kini ketika sudah beranjak tua main lagi ke Grojokan Sewu Tawangmangu ternyata sangat berkesan. Apa yang paling mengesankan ketika berkunjung ke wisata alam grojokan sewu Tawangmangu? Yang mengesankan adalah……

Adalah….

Capeknya naik turun tangga, turunnya aja ngos-ngosan apalagi naik-nya dan entah berapa kali harus istirahat. Asli ngos-ngosan, saat itu rasanya nyesal banget karena terlanjur turun udah gitu pas naik gak sampek-sampek padahal dada udah nyesek gimana gitu. Dalam hati keluarlah sumpah serapah “kapok lombok, gak sudi rene meneh”. Andai saja anak tangga itu bisa berjalan sendiri kayak di emol-emol, pasti gak akan sekapok itu.

Tapi ini semua bukan salah wisata alam-nya atau anak tangga-nya itu loh ya, ini semua murni salah jasmaniku yang kurang olahraga jadi naik turun tangga di Grojokan Sewu itu berasa mengapokan jiwa raga.

Sebenarnya aku bertanya-tanya kenapa dinamai Grojokan Sewu? Apakah karena tiket masuknya seharga sewu alias seribu? Atau jumlah air terjun-nya seribu? Atau grojokan-nya dibikin selama seribu malam hingga akhirnya keburu dikokokin ayam gitu?

Dari pada jiwaku penasaran maka bertanyalah aku kepada sang maha google hingga akhirnya ku temukan jawabnya yang kenapa dinamai grojokan sewu. Dan ternyata penduduk setempat menamainya grojokan sewu karena eh karena ketinggian dari air terjun itu sejumlah 1000 jengkal kaki atau 81 meter.

Jadi grojokan sewu disini yang paling menarik dan mengesankan adalah turun naik tangga-nya. Logika sederhananya ketika kita berkunjung ke grojokan sewu maka sebenarnya kenikmatan utamanya adalah turun naik tangga-nya yang jumlahnya ribuan, selebihnya melihat air terjun-nya itu adalah bonusnya. Yakin deh, pasti banyakan orang yang bilang “waow…. Lututku (pegel)”, “waow … nafasku (ngos-ngosan) dan semacamnya ketimbang yang bilang “waow… air terjun-nya mempesona”. *ah embuh dhing, ini sih logika ngasal versi ketak-ketik ^hehe…

Ketika naik dan akhirnya melihat ucapan selamat seperti dibawah ini, rasanya seperti keluar dari mimpi buruk, karena akhirnya sampai juga gitu loh!



Tambah Sehat dan Sukses? Aamiin…… Dan Sampai Jumpa Lagi? Alias kesana lagi? Ah… mikir dulu deh… ^hahaha

Berdasarkan pengalaman sederhana kala berkunjung ke grojokan sewu maka alangkah baiknya jika hendak berkunjung maka pastikan lutut dan nafas sudah siap (biar gak pegal dan ngos-ngosan), jangan menenteng makanan atau minuman biar gak jadi rebutan genk monyet disana. Dan usahakan cari tempat parkir terdekat, karena aku kala itu salah pilih tempat parkir hingga harus jalan kaki jauh banget.

Penginapan dan Tiket Masuk Grojokan Sewu Tawangmangu


Untuk penginapan di Tawangmangu yang dekat grojokan sewu ada banyak tinggal pilih, ada hotel atau ada juga yang pakde-pakde dipinggir jalan bilang “kamar kosong mas, kamar kosong mb”. Tiket masuknya 15rb per orang, terus karcis masuknya hari biasa 5rb kalo hari libur 7.5rb. Jadi total biaya masuk ke grojokan sewu Tawangmangu itu kalo hari biasa 20rb, kalo hari libur 22.5rb.



Udah gitu aja sih ketak-ketik tentang grojokan sewu Tawangmangu. Yang menyenangkan didaerah Tawangmangu itu adalah hawanya sejuk (meski cinderung dingin), pemandangan pegunungan dan pemohonan itu lebih enak dipandang ketimbang harus jalan-jalan di emol-emol yang memusingkan kaum introvert sepertiku.




Salam ketak-ketik,
dr pojokan

11/25/2019

Cara Cari Penginapan Atau Hotel Murah di Jogja Dengan Mudah dan Cepat

Cara Cari Penginapan Atau Hotel Murah di Jogja Dengan Mudah dan Cepat || Aku sempat sempat jadi anak kos di Jogja beberapa tahun, kurang lebih sejak tahun 2009 hingga akhirnya tahun 2019 seratus persen benar-benar balik ndeso. Sebelum tahun 2019 udah sering dirumah hanya saja kadang masih ke Jogja walau hanya untuk bersepeda disekitaran malioboro. Kala itu aku memilih Jogja sebagai tempat merantau karena gak jauh dari rumah (Klaten). *gak niat merantau jadi yang dekat-dekat aja.

Jogja memang terkenal sebagai kota pelajar, banyak universitas favorit yang menjadi incaran para pencari ilmu. Meski tidak sekolah atau kuliah di Jogja tapi seenggaknya Jogja tetap menjadi tempatku untuk belajar, terutama belajar hidup mandiri, belajar blog, jualan online dan sekitarnya.



Jogja juga terkenal sebagai kota wisata, tapi sebagai golongan kurang piknik aku punya cara berwisata yang berbeda alias cuma nyepeda doang muter-muter beberapa ruas jalan di kota Jogja. Ya gitu deh, meski cuma nyepeda gitu-gitu doang tapi sumpah deh gak pernah bosan.

Kalau ngomongin tempat wisata atau tempat yang bisa dikunjungi disekitaran Jogja kota ada banyak pilihan, contohnya kawasan Malioboro, Benteng Vredeburg, Keraton, Taman Sari, kalau mau belanja murah bisa tuh ke pasar Beringharjo, wisata yang sangat cocok untuk anak-anak ada taman pintar dan gembiroloka. Kalau malam yang asyik buat jalan-jalan tuh ya jln Malioboro, Alun-alun Kidul (alun-alun selatan) yang biasa ramai dengan odong-odong, Alun-alun Utara biasanya ramai kalau pas ada acara seperti misalnya sekaten.

Lalu kalau soal kuliner yang populer itu gudeg ya, tapi aku dari awal ke Jogja hingga akhirnya balik ndeso gak pernah yang namanya jajan diwarung gudeg gitu. Ya gitu deh aku tuh seleranya cuma masuk angkringan jajan nasi kucing, masuk warung burjo jajannya mie instan, selebihnya warung soto.

Selaku blogger pendiam yang gak gaul awal-awal dulu di Jogja aku ikut gabung komunitas blogger Jogja walau jarang ikut ngumpul. Dan kala itu ada masanya aku jadi pejuang goodibag, dimana kalau ada event coba-coba ikut terus pulang-pulang bawa goodibag gitu. Tapi lama-lama aku mulai menarik diri terutama ketika sudah sering dirumah (Klaten), hingga akhirnya bulan Juli 2019 aku nongol lagi ikut event, dapat goodibag itu pasti tapi tujuan lain kala itu adalah untuk kesempatan jalan-jalan. Jadi saat itu memutuskan untuk menginap saja di Jogja walau hanya semalam.

Cari Penginapan Atau Hotel Murah di Jogja


Berhubung mendadak otomatis bingung mau nginep diamana? Dikosan ya gak mungkin-lah kan udah gak ngekos, kalau dikosan teman ya gak mungkin-lah kan aku gak punya teman *hehe gak dhing. Dari pada bingung akhirnya cari penginapan atau hotel murah di Jogja. Dan berhubung kini jamannya udah serba hp jadi gak usah ribet, tinggal manfaatin aja aplikasi buat cari dan booking hotel murah.

Entah mengapa aku lebih suka pakai Pegipegi untuk cari dan pilih-pilih hotel murah di Jogja. Karena menurutku Pegipegi mudah dipakai, pilihan hotel-nya banyak. Tinggal instal aplikasi, daftar lalu login dan pilih menu cari hotel.



Lalu pilih lokasi atau kota, tanggal check-in/out, klik cari kamar dah otomatis keluar banyak pilihan hotel murah di Jogja.



Untuk pembayaran hotel yang dibooking via Pegipegi juga mudah karena bisa pilih lewat transfer bank atau lewat minimarket. Ketika udah booking maka nantinya tinggal datang ke hotel lalu check-in tunjukin kode booking. Mudah kan?

Nah, kala nginep di Jogja malam itu aku manfaatkan untuk jalan-jalan di Malioboro lalu ke sekitaran titik 0. Kalau malam emang banyak yang nongkrong sih.



Ketika didepan kantor pos pusat Jogja seketika serasa teringat kembali saat-saat aku jadi buruh ketak-ketik dan mengandalkan gajian dari google. Lumayan kala itu tiap bulan dikasih surat oleh google untuk narik WU di kantor pos.



Setelah itu ketika ada acara lagi di Jogja akhirnya mutusin lagi untuk cari penginapan murah di Jogja dan pastinya mengandalkan Pegipegi lagi. Nah dibulan Agustus 2019 aku nginep lagi di Jogja dan setelah check-out mampir JEC bahkan sempat ketemu sebentar sama mbak Rahmi (emak irit), padahal kami kenal sejak ngeblog di blogdetik hingga blogdetik tutup kami baru ketemu tatap muka pertama kali dan langsung diajak foto yang padahal aku banci kamera alias syok kalau difoto, tuh liat anaknya mbak Rahmi juga sampai syok gitu *hehehe.



Bagiku aplikasi seperti Pegipegi ini sangat membantu, karena kita bisa cari dan pilih hotel kapan-pun dimanapun. Kita bisa membandingkan harga lalu sesuaikan dengan dana atau lokasi tujuan, ya misal kita ingin jalan-jalan disekitar malioboro ya tinggal cari aja penginapan atau hotel yang dekat-dekat situ yang sekiranya dananya sesuai anggaran. Dengan Pegipegi kita gak perlu door to door untuk cari atau banding-bandingin harga penginapan atau hotel. Selain harga juga bisa lihat review atau komentar orang-orang yang sudah menginap sebelumnya, komentar positif atau negatif itu juga bisa jadi bahan masukan untuk pilih hotel yang mana gitu loh, ye kan?

Kalo aku sih gak hanya di Jogja aja, karena ketika ke Solo atau bahkan Tawangmangu maka cari hotelnya pasti melototin Pegipegi, scrolllll atas bawah sampai nemu yang harganya pas (murah). Oke deh, demikian ketak-ketik kali ini, pengalaman sederhana ketika cari hotel murah di Jogja yang sayang kalau gak diposting.



Salam ketak-ketik,
dr pojokan

11/21/2019

Candi Gana Klaten Cagar Budaya Yang Tak Sepopuler Candi-candi Tetangga

Ehem… sebenarnya kemarin pengin ikut lomba nulis tentang cagar budaya tapi gak jadi karna gak mampu ngejar deadline. Meski demikian tetap diketak-ketik saja deh, pakai gaya bahasa seperti biasa yang mencla-mencle embuh gitu. Karena kalo disuruh nulis pakai bahasa Indonesia yang baik apalagi baik dan benar susah aku tuh *hehe.



Kemarin pengin ngetik Candi Gana Klaten karena lihat teman facebook yang share tempat-tempat wisata Klaten, rata-rata isinya berupa tebing, bukit dan taman bunga. Dan salah satu-nya ada Candi Gana, sebagai warga Klaten yang kurang piknik tentu saja aku tidak tau. Seketika mak cling… muncul ide buat ngulas atau beropini tentang Candi Gana yang tak sepopuler candi-candi tetangga terus niat ikut lomba tapi akhirnya gak jadi ikut lomba, takut menang ^eh gak dhing, sebenarnya aku banci kontes dan langganan kalah.

Oke kembali ke Candi Gana yang tak sepopuler candi-candi tetangga (candi-candi tetangga itu maksudnya candi-candi disekitarnya seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Lumbung dan Candi Plaosan).

Alamat Lokasi Candi Gana Klaten


Aku belum pernah ke Candi Gana jadi gak tau lokasinya dimana, tapi kang mas tau jadi bisa langsung cusss kesana tanpa kesasar. Lagian ternyata lokasi Candi Gana Klaten itu gampang dicari karena gak jauh dari komplek candi Prambanan. Pokoknya tuh jalan timur Candi Prambanan itu terus aja ke utara, lalu ada tanda panah masjid Al-Ikhsan masuk gang dikit sampek mentok, candi gana ada dikiri jalan. Alamat lokasi Candi Gana ada di Dusun Bener, Kelurahan Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.



Candi gana berada ditengah-tengah pemukiman penduduk, bentuknya memang nampak tak beraturan. Candi nampak menghadap ke arah barat, banyak relief berbentuk hewan, bahkan dimasyarakat sekitar menyebut Candi Gana itu Candi Asu (Asu itu bahasa jawa artinya anjing karena memang ada batu yang bentuknya seperti anjing). Namun ketika berkunjung ke Candi Gana aku hanya melihat dari luar pagar, karena lokasi benar-benar sepi gak tau kalau mau masuk lewat mana atau izin siapa gitu. Dari timur jalan nampak papan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.





Candi Gana ini hanyalah salah satu contoh peninggalan bersejarah yang masuk dalam cagar budaya Indonesia namun keberadaannya tidak diketahui banyak orang. Beda dengan candi prambanan yang telah mendunia. Yah semoga cagar budaya yang kini sepi seperti candi gana atau lainnya tidak musnah atau kalah pamor dengan wisata-wisata selfie kekinian. Karena saat ini tren-nya adalah wisata-wisata selfie seperti tebing, bukit, taman bunga dan wisata alam lainnya yang intinya didesain seinstagramable mungkin biar menghasilkan foto yang kece, ya kan?

Nasib Cagar Budaya Tergantung Siapa?


Nasib cagar budaya itu tergantung siapa sih? Ya sebenarnya tergantung semua pihak baik pemerintah ataupun masyarakat. Pemerintah punya peran penting terhadap pelestarian cagar budaya. Meliputi proses pendataan (inventarisasi), pendaftaran (registrasi), membuat peringkat cagar budaya, membentuk tim ahli cagar budaya, menetapkan status cagar budaya hingga menyebarluaskan informasi tentang cagar budaya dengan tetap memperhatikan keamanan dan kerahasiaan data. Sementara itu masyarakat juga bisa berkontribusi misal ikut serta dalam hal pencarian cagar budaya, melaporkan dan mendaftarkan cagar budaya yang dimiliki atau diketahuinya, ikut serta memelihara dan menjaga agar cagar budaya tersebut tidak rusak dan musnah, tidak menjadi milik orang asing atau dikirim ke luar negeri.

Nah, selain itu tergantung juga pada para generasi penerus. Kalau sekarang sudah dirawat tapi kedepannya gak dipedulikan oleh generasi penerus ya lama-lama musnah, ye kan??? Mungkin hal-hal sederhana yang bisa dilakukan adalah menanamkan rasa cinta cagar budaya pada anak-anak misal yang selama ini study tour anak-anak sekolah tujuannya ke luar kota ya coba diajak aja dulu ke tempat-tempat cagar budaya setempat. Karena salah satu contoh menjaga kelestarian cagar budaya adalah dengan cara mengunjunginya.

Cagar budaya entah berupa candi atau bangunan kuno yang tak dibiarkan sepi akan lebih bagus nasibnya, karena kalau udah sepi gak dirawat lama-lama lumutan penuh semak belukar, lama-lama lagi jadi seram, lebih lama-lama lagi makin horor. Kalau sudah begitu nilai sejarah hilang, yang ada candi hanya dipandang sebagai batu, museum dianggap rumah hantu atau semacamnya. Ya bayangin aja nanti ketika Rafatar, Gempi, Jan Etes, atau La Lembah Manah tua nontonnya tempat-tempat horor atau jangan-jangan udah dibuldoser jadi hotel.

Ya intinya masalah menjaga kelestarian cagar budaya semua orang atau masyarakat umum bisa berkontribusi sesuai sikon masing-masing. Masyarakat setempat bisa ikut menjaga atau mengawasi cagar budaya dari tindakan pencurian. Atau sebagai pengunjung harus bisa jaga diri dari kealay-an skil dewa entah foto-foto jumpalitan atau vandalisme karena kadang ada orang alay yang datang ke suatu tempat lalu nulis-nulis embuh gitu misal “Paijo lope Paijem” atau semacamnya.

Blogger pun bisa berkontribusi dengan cara menulis atau membantu mempromosikan lewat postingan-postingan diblognya. Netizen yang aliran instagram garis keras juga bisa turut serta berbagi foto-foto instagramablenya biar cagar budaya itu tetap viral dikalangan milenial. Tapi kalau mempromosikan ya foto-fotonya sesuai kenyataanya aja loh ya, jangan fotonya diedit kebangetan sehingga difotonya terlihat bagus padahal aslinya embuh gitu dan agar supaya kalo ada orang berkunjung gak kecewa misal lihat foto di IG keren kok pas datang biasa aja, yang kayak gitu berasa kecele ye kan. Yah pokoknya lakukan apa yang bisa dilakukan untuk turut serta menjaga kelestarian cagar budaya Indonesia. Kalau bisanya nyinyir? ya mending diem aja, *hehe....



Salam ketak-ketik,
dr pojokan

Lapak Aneka Souvenir Promosi Widhadong

 









Konveksi Kaos Widhadong