Suka Nulis Itu Belum Tentu Cocok Nulis Buku

Baru-baru ini aku menemukan sebuah rumus yang bunyinya "suka nulis itu belum tentu cocok nulis buku". Ini tercetus karena beberapa kali aku berkumpul atau ikut acara yang isinya adalah mereka para penulis buku atau orang-orang yang berambisi menulis sebuah buku.

Kalo sekedar suka nulis, ya aku memang suka nulis, tapi untuk nulis buku? Aku rasa aku tidak atau belum cocok. Kenapa? Karena memang gak berambisi nulis buku gitu. Menurut penelitian ngasal yang aku lakukan, dimana aku membandingkan diriku dengan dirinya yang memang penulis buku sebut saja Mini GK, aku menemukan rumus baru yakni "apa yang suka dibaca itu berkaitan dengan apa yang suka ditulis":
Misal aku suka-nya baca berita atau informasi terbaru wal hasil memang aku sukanya nulis sesuatu berkaitan dengan apa-apa yang sedang heboh seperti diblog ini. Nah, sementara itu waktu aku tanya ke Mini GK dirinya memang suka baca novel wal hasil memang dia sukanya nulis buku novel gitu. Kalo misal orang sukanya baca timeline ya mungkin dia sukanya nulis status gitu, apalagi kalo yang dibaca timeline-nya mantan, *eaaaaa....
Rumus umumnya adalah "penulis yang baik pastilah pembaca, pembaca belum tentu penulis".

Jadi meski rumus orang bilang" nulis itu gampang, nerbitin buku itu mudah", tapi kembali lagi ke gairah masing-masing, karena nyatanya modal suka nulis pun belum tentu cocok kalo nulis buku.

Disinilah aku merasa "pantes sih, aku gak jadi penulis buku, lahwong aku sukanya cuma baca berita-berita aja dan sama sekali gak suka baca buku apalagi novel". Menurutku baca novel atau sebangsanya itu serasa minum obat tidur, terus apalagi kalo novel itu fiktif, rasanya seperti ditipu karena mikirnya 'ah ceritanya kan gak nyata gitu'. Inilah letak kerusakan mindset-ku yang gak bisa iklas kalo baca novel fiktif karena merasa dibohongin. Aneh ya aku?

Jadi kalo misal aku ingin menulis buku harus berobat dulu, terapi mindset yang rusak dan kemudian rajin membaca, agar supaya puing-puing imajinasi bersemi dan menua menjelma menjadi sebuah buku dengan judul "anu apa gitu" misalnya.

Terkadang aku pun heran, kok aku suka ikut acara-acara dengan tema tulis menulis buku tapi aku-nya sendiri gak ada greget untuk menulis buku. Mungkin aku ikut sekedar refreshing aja sih, atau modus kopdar biar jumpa makluk lainnya, yang jelas gak untuk berburu gudibiek gitu loh ya.

Endingnya, disinilah aku rasa cocok ngaku blogger aja bukan penulis novel atau sebangsanya. Gimana dengan kamu?


salam hormat,
dr pojokan

Comments

Baca Juga

Kissing Bugs di Indonesia Apakah Berbahaya?

PEMASARAN LANGSUNG (DIRECT MARKETING)

Tugas Account Executive/AE

Simple Tapi Tetep Produktif & Kreatif Dengan Yang Ringan Nan Tahan Lama Seperti ASUS Eeebook E202!

Mata Uang Termahal Di Dunia