7/29/2018

Cara Asik Tanpa Toxic Untuk Bersihkan Diri Dari Polusi, Stres dan Gaya Hidup Tidak Sehat!

Setiap orang punya cara sendiri untuk relaksasi, misal ada yang pergi piknik, jalan ke mall, nonton atau bahkan sekedar baca buku di rumah. Nah kalau aku salah satunya adalah dengan cara bersepeda. Dengan bersepeda pikiran jadi rileks. Dan biasanya sengaja dari Klaten ke Jogja hanya untuk bersepeda disekitaran Jogja kota. Dulunya memang aku ngekos di Jogja tapi sekarang yang ngekos cuma sepedanya doang, akunya tinggal di Klaten. Sepeda sengaja aku titipin di Jogja jadi sewaktu-waktu ingin bersepeda tinggal makai gitu. Meski hanya melewati jalan yang itu-itu saja seperti kota baru, tugu Jogja, Malioboro, alun-alun dan sekitarnya tapi tak pernah bosan.

Panas, Debu dan Asap Bikin Stres

Nah tujuanku bersepeda adalah untuk refreshing namun bersepeda ditengah kota Jogja mau tak mau harus bergelut dengan panasnya terik matahari, debu-debu yang berterbangan bahkan asap kendaraan yang selalu mengepung. Terkadang yang tadinya ingin refreshing justru berubah jadi stres. Terus solusinya gimana? Pakai masker atau penutup hidung itu harus! Selebihnya mampir cari yang seger-seger. Biasanya aku mampir ke minimarket muter-muter lama padahal cuma mau beli yang receh-receh aja. Lalu kenapa lama? Modus numpang AC alias ngadem *hahaha.


Pengalaman Pribadi Agar Gak Gampang Sakit


Madu dan Lemon salah satu kasiatnya adalah meningkatkan kekebalan tubuh agar gak gampang sakit. Dan ngomongin soal sakit nih, aku punya pengalaman pribadi dimana dulu gampang flu atau batuk sekarang sudah tidak lagi. Dulu juga punya masalah pencernaan, sakit leher dan lainnya tapi sekarang sudah enggak. Rahasianya sangat sederhana yakni:

  • Hindari Gula dan Gorengan 


Minuman atau makanan yang manis banyak gula lebih baik dihindari karena gula itu bisa mengurangi sistem kekebalan tubuh. Penyakit yang mudah datang dalam kehidupan sehari-hari adalah flu dan batuk. Dan dengan menghindari gula atau gorengan minimal gak mudah terserang flu atau batuk. 

Gula dan gorengan memang dua hal yang amat melekat dalam kehidupan sehari-hari jadi mungkin susah untuk menghindari keduanya, iya kan? Misal pagi-pagi atau sore-sore ngeteh manis sambil gigit gorengan dengan mak nyusss-nya maka timbulah status disosmed “nikmat mana yang kau dustakan”.

Padahal ya gitu deh, kebanyakan mengonsumsi gula atau makanan yang berminyak adalah rahasia dibalik gampangnya terserang flu atau batuk. Jadi kalau bisa jangan terlalu banyak makan atau minum yang manis atau makanan yang berminyak. Kalau yang manis alami seperti buah, kurma, madu atau sejenisnya sih gak masalah.

Dan kalau pun ada yang bangga “ini loh gue banyak makan minum yang manis-manis bahkan gorengan tapi baik-baik saja, enggak pernah flu atau batuk”. Ya syukur deh kalau beneran gitu, karena apa yang aku tulis ini hanyalah pengalaman pribadi saja jadi kalau orang lain menyangkal ya syah-syah aja. Tapi aku tetap yakin bahwa kebanyakan gula (yang manis-manis entah dalam bentuk minuman atau makanan) itu gak baik bagi tubuh.  Karena aku sendiri sudah merasakan bahwa tubuh jauh lebih enak setelah mengurangi gula-gulaan entah itu dari minuman yang neko-neko atau kue-kuean dan semacamnya.

  • Jaga Emosi dan Pikiran


Nah hal lain yang harus dijaga agar gak gampang sakit adalah masalah emosi dan pikiran. Dulu banget aku sering bermasalah dengan pencernaan, sakit leher dan sekitarnya. Setelah introspeksi diri ternyata itu adalah efek memendam emosi. Lalu setelah berdamai dengan diri sendiri, belajar ikhlas dan mengatur emosi serta pola pikir maka sakit-sakit yang dulu sering dialami itu kini sudah tidak ada lagi. Mungkin secara logika kesannya gimana gitu ya, karena masak iya emosi atau pikiran berkaitan dengan penyakit? tapi ya memang begitulah adanya. Kalau ingin tau lebih lanjut tentang kaitan emosi dan penyakit bisa baca buku atau informasi diinternet banyak yang bahas kok.

Ya gitu deh, selain toxic makanan atau minuman hal lain yang bisa menyebabkan penyakit adalah pikiran. Misal pikiran jengkel ke orangtua/ pasangan/ anak yang bandel atau ke bos yang suka ngomel atau mikirin kredit panci kulkas dan sekitarnya. Berdasarkan apa yang aku rasakan emosi yang paling ngefek ke penyakit adalah yang dalam bentuk jengkel tapi dipendam atau dendam. Jengkel yang dipendam ini seolah sepele tapi hati-hati loh efeknya bisa ke aneka penyakit. Kalau soal seberapa efek mikirin kredit atau utang ke penyakit aku kurang tau sih, karena gak ngalami tapi misal  ada yang stres karena mikirin kredit panci atau kredit lainnya maka obatnya hanya satu yakni harus segera dilunasi lalu tobat jangan kredit ini itu lagi. (*haduh amit-amit jangan sampai hobi ngutang).

Oh iya ada juga loh istilah "toxic people", sudah pernah dengar? toxic people adalah orang yang bisa membawa dampak negatif bagi kita, misal orang yang gak bisa jaga rahasia, orang yang suka memfitnah, orang yang suka komentar negatif, orang yang suka ngegosip tanpa sumber yang jelas dan lain sebagainya. Toxic people ini bisa berpengaruh negatif ke pikiran kita, contoh sederhananya adalah misal orang yang suka share hoax disosmed atau yang dikit-dikit share dari group sebelah tanpa sumber yang jelas, kalau orang sehat pasti gak nyaman dengan yang namanya hoax ya kan? tapi kalau kita nyaman dengan hoax berarti kita juga kaum toxic people? (*haduh amit-amit jangan sampai jadi toxic people bagi orang lain).  Pokoknya toxic people itu menjengkelkan gitulah ya, maka dari itu kita harus selalu bisa jaga emosi dan pikiran agar tidak sampai terbawa stres.

Bekerja Di Rumah dan Ancaman Gaya Hidup Tidak Sehat

Aku bukanlah pekerja kantoran yang ada digedung megah perkotaan. Tapi aku bikin kantor sendiri dipojok kamar, kerjanya ngapain? kerjaannya gak jelas sih tapi yang pasti selalu berusaha untuk tetap  aktif produktif dari pojokan.

  • Ancaman Gaya Hidup Tidak Sehat


Yah karena hidup ini istilah jawanya "wang sinawang" misal si A lihat si B hidupnya enak sementara si B melihat si C lebih enak tapi si C justru melihat si A yang hidupnya paling enak. Jadi pasti ada aja orang yang memandang aku kerjaannya gak jelas atau enak cuma dirumah aja, padahal dirumah tuh aku belajar ini itu bahkan harus keluar biaya yang tidak murah untuk belajar ini itunya, mereka gak tau betapa galaunya aku dengan perjuangan yang akhir-akhir ini gak kunjung balik modal *hahaha. Tapi ya biarlah, namanya juga orang dan tadi juga sudah sedikit disinggung ada yang namanya toxic people, ya kan? jadi santai aja, omongan yang negatif sebisa mungkin diabaikan!

Intinya semua hal ada suka dukanya jadi dinikmati saja dan masalah utama yang timbul ketika bekerja di rumah itu bukan soal cibiran si toxic people tapi soal ancaman gaya hidup tidak sehat, Misalnya:

  • Kurang Gerak Tapi Banyak Ngemil

Bagi yang fulltime blogger atau Imers pasti tuh kerjaannya kebanyakan duduk didepan laptop jadi cinderung kurang gerak. Belum lagi kalau pakai acara ngemil ini itu sembarangan. Ngemil sih boleh saja, tapi masalahnya adalah ketika tak terkontrol hingga apapun dikunyah tanpa peduli efek cemilan itu bagi tubuh.

  • Istirahat Tidak Teratur / Rajin Begadang

Ya namanya juga ngantor dirumah sendiri jadi gak aja jadwal kerja gitu kan, mau masuk jam berapa aja terserah. Bahkan kadang sering begadang sehingga istirahat jadi gak teratur atau bahkan justru kurang istirahat. 

  • Kebanyakan Ngopi

Terkadang rasanya gak ada ide atau belum plong kalau belum ngopi.  Ngopi sewajarnya itu tidak masalah yang jadi masalah adalah ketika kebanyakan. Dan aku pernah mengalami masa-masa ngopi berlebihan hingga tubuh memberikan tanda-tanda agar aku menguranginya.

Itu adalah contoh gaya hidup tidak sehat yang pernah aku alami bahkan mungkin kebiasaan seperti itu juga dialami oranglain. Tapi aku berusaha sedikit-sedikit mulai menghindari, misal ngopi sekarang sudah jauh berkurang dan kalau pun ngopi paling hanya setengah cangkir kecil itu pun kopi biasa yang sedikit gula. Dulu waktu masih kebanyakan ngopi dua jari kaki kanan yang tengah muncul gatal-gatal hingga kulit kering menghitam lalu mengelupas, setelah itu gatal lagi mengelupas lagi hingga berulang-ulang. Saat itu aku gak langsung periksa ke dokter karena takut, lalu aku coba cari berbagai informasi seputar gatal-gatal seperti itu. Dari informasi yang aku dapat intinya gatal itu adalah pertanda tubuh kelebihan racun dari makanan atau minuman yang terlalu banyak dikonsumsi. Hingga akhirnya aku tahu itu adalah kopi, saat itu aku memutuskan untuk menguranginya. Setelah mengurangi kopi kini sudah tidak muncul gatal-gatal lagi. Karena sudah mengurangi kopi maka kini juga sudah jarang begadang dan sudah mulai membiasakan untuk aktif bergerak.

Kalau ngomongin soal gaya hidup sehat maka jujur saja aku belum bisa sepenuhnya menerapkan gaya hidupnya sehat. Harap makelum karena aku manusia biasa yang kadang suka baca ini itu tentang gaya hidup sehat tapi prakteknya entar-entar. Meski mampu menghindari gula atau gorengan tapi kadang juga sedikit khilaf. Aku bercerita disini pakai kata "mengurangi" dengan kata lain aku bukannya anti sama gula, gorengan atau kopi tapi sebisa mungkin menghindari meski sesekali tetep mengonsumsi dalam jumlah yang sedikit alias tidak berlebihan. Selain itu juga selalu stok vitamin C dan madu di rumah, jadi kalau misal tenggorokan terasa panas-panas gimana gitu atau tubuh merasa gak enak maka langsung  dicegah dengan cara makan teratur lalu minum madu dan mengkonsumsi vitamin C sehingga gak sampai jatuh sakit.

Menurutku kasiat minum madu dan lemon (atau vitamin C) memang bener-benar bisa membantu jaga kesehatan, tapi ya itu tadi harus didukung dengan usaha lainnya misal yang paling sederhana adalah menghindari makanan minuman yang banyak gula atau yang berminyak seperti gorengan. Kalau mau yang lebih bagus sih dengan usaha menerapkan pola hidup sehat. 

Nah kalau ngomongin pola hidup sehat tentu harusnya rajin olahraga gitu ya? Pengin sih rutin olahraga seperti orang-orang yang rapi pakai sepatu terus lari atau apa gitu yang outdoor tapi sayang keinginan itu hanya wacana belaka.

Kalau soal bersepeda itu sebenarnya aku sukanya karena untuk refreshing bukan niat untuk olahraga. Dan memang gak hanya di Jogja aja suka nyepedanya, kalau di rumah (daerah Klaten) juga suka sepedaan bahkan terasa lebih menyenangkan karena bisa melewati area persawahan dengan aneka tanaman yang hijau-hijau entah padi, jagung, tembakau, tebu atau lainnya sesuai musim serta pemandangan aneka gunung yang jauh dimata tapi seolah mengililingi. Lebih asyik lagi kalau nyepedanya pagi hari disaat udara masih sejuk menyegarkan sembari menyaksikan matahari terbit. Melihat pemandangan alam (yang seperti gambar dibawah ini contohnya) rasanya jauh lebih nikmat ketimbang nyeruput teh manis dan gorengan dipagi hari.



Mungkin ada juga yang mikir aku kayak orang kurang kerjaan karena pagi-pagi udah naik sepeda gak jelas, tapi biarlah orang berkata apa karena memang bersepeda adalah caraku untuk relaksasi atau refreshing. Bahkan dulu (tahun 2011) pernah nyepeda dari Jogja sampai rumah (Klaten) dengan waktu tempuh 3 jam tanpa henti, demi apa? Gak demi apa-apa, cuma karena suka bersepeda aja. Yah mungkin kalau soal bersepeda itu bisa dibilang refreshing sambil sedikit berolahraga gitu lah ya, karena memang dengan bersepeda tubuh jadi gerak alias gak hanya melulu duduk diam ketak-ketik dari pojokan.

Aku yakin sebenarnya sudah banyak yang paham tentang mana gaya hidup sehat dan mana yang tidak. Tapi kadang kitanya yang bandel dengan dalih hidup hanya sekali maka harus dinikmati dan salah satu cara menikmatinya adalah dengan makan ini itu yang enak-enak. Apapun dicobain, bahkan kita tak peduli dengan anjuran "berhentilah makan sebelum kenyang".  Hingga akhirnya akan ada masanya syok ketika lihat timbangan, saat itulah ada yang panik pengin diet tapi ada juga yang santai aja karena merasa yang terjadi adalah takdir (*hahaha). Itu baru efek ke timbangan atau berat badan dan pastinya akan lebih panik lagi kalau efeknya sudah menjurus ke penyakit tertentu hingga harus melakukan banyak diet ini itu yang pasti gak enak banget. (*haduh jangan sampai sakit lah ya, semoga kita selalu diberi kesehatan).

Kita memang biasanya cinderung lalai atau bahkan mengabaikan segala hal karena merasa saat ini masih baik-baik saja. Aku atau kamu mungkin masih merasa termasuk orang yang berkutat dengan gaya hidup tidak sehat, tapi seenggaknya mari kita mulai lakukan hal-hal sederhana nan positif yang sekiranya bisa membuat tubuh tetap sehat. Misalnya menjaga emosi atau pikiran agar tidak stres, mengurangi atau menghindari makanan minuman yang sekiranya bisa mengganggu kesehatan dan misal belum bisa rutin olahraga ya minimal melakukan gerakan-gerakan tubuh seperti jalan ditempat atau lari ditempat, senam tipis-tipis atau apalah gitu agar tubuh terbiasa aktif gerak. Pokoknya untuk memulai itu bisa dari hal sederhana tapi praktek nyata (sesuai sikon masing-masing) gitu aja, dari pada kebanyakan teori tapi gak praktek, ya kan??? ya dong!!!!!

Pada dasarnya jika kita bisa sedikit lebih peka terhadap tubuh kita maka kita bisa merasakan bahwa sakit atau stres itu bisa jadi muncul karena hal tidak baik yang  mungkin terlihat sederhana atau sepele tapi jadi kebiasaan sehari-hari entah itu dari pola makan atau pikiran. Maka dari itu untuk mengatasinya juga bisa dimulai dari hal yang sederhana dengan cara introspeksi diri sehingga kita bisa tau kebiasaan buruk apa yang harus kita rubah. 

Itu saja sharing pengalaman sederhana dariku. Yuk mari aktif bergerak dan jangan sampai punya hobi "mager" alias malas gerak, kita isi hari-hari dengan hal positif nan penuh semangat.

salam ketak-ketik,
dr pojokan

7/19/2018

Inilah Perilaku Kehidupan Ayam Yang Sportif, Jago Parenting Hingga Romantis!

Kali ini ketak-ketik ingin memetik Hikmah Kehidupan Ayam Mulai Dari Berkelahi, Mencari Rezeki, Parenting Hingga Romantis! Ya gini deh, ketak-ketik itu postingnya random sehingga apapun bisa ditulis. Oke kembali ke ayam, dimana dibalik krenyesnya ayam grepek, kriyuknya ayam krispi atau gurihnya telur dadar ada hal menarik seputar kehidupan ayam. Ada beberapa hal yang lebih menarik dari sekedar perdebatan ayam dan telur duluan mana.



Tau gak, yang namanya ayam itu hidupnya gak hanya sekedar kukuruyuk, kawin dan bertelur. Ayam itu juga punya emosi, asmara bahkan naluri parenting yang tinggi. *(haduh… ngomong apa sih aku ini, omongannya kayak pernah jadi ayam aja…hahaha).

Oh iya yang dibicarakan disini adalah kehidupan ayam kampung loh ya, bukan ayam kampus atau ayam goreng pakai tepung dengan bumbu-bumbu rahasia. Orang pada umumnya pasti bodo amat dengan tingkah laku ayam semasa hidupnya, karena yang terpenting bagi manusia adalah dagingnya atau telurnya atau bahkan bulunya buat ngelitikin kuping biar geli-geli nganu gimana gitu.

Berikut adalah beberapa hal yang sempat aku lihat terkait kehidupan para ayam kampung:

1. Ayam Itu Sportif Ketika Berkelahi


Sebagai orang kampung aku beberapa kali lihat ayam berkelahi, dimana saat ayam itu asyik saling mematuk hingga mengkabruk jika dipisah tetap akan saling mengejar. Nah ketika salah satu ayam itu teriak “koekkkkkk….. “ maka tanpa dipisahpun mereka bertenti berkelahi dengan sendirinya.

Aku tidak tahu bahasa ayam tapi mungkin itu artinya adalah “ampun aku menyerah”. Setelah petarungan berakhir ya udah biasa aja, mereka tetap cari makan ditempat yang sama, ngumpul-ngumpul seolah tidak terjadi petarungan diantara mereka padahal sudah berdarah-darah.

Yah gitu deh, aku rasa ayam itu punya jiwa sportif kalau gak percaya tanya aja Via Vallen kan ada tuh lagunya “yo yo ayo….”. Dan berulangkali aku lihat ayam berkelahi itu pasti antara betina dan betina atau jantan dan jantan, aku belum pernah lihat ayam jantan berkelahi dengan betina.

Ayam itu kalau berkelahi meski terlihat hanya gedebrak-gedebruk tapi aslinya mereka itu jurusnya adalah mematuk, mengkabruk dan tendangan super. Ini adalah foto ayam yang aku dapat waktu heboh video bu dendy.



Entah mereka itu berkelahi karena rebutan pasangan atau rebutan makanan atau rebutan colokan listrik atau rebutan kuota? Hanya mereka yang tau!

2. Ayam Itu Mengajarkan Semangat Mengais Rezeki


Entah mengapa ayam yang punya anak itu perilakunya berbeda. Induk ayam biasa bangun waktu subuh lalu dengan berisiknya seolah membangunkan anak-anaknya untuk bersiap pergi cari makan. Aku rasa ayam itu kurang kerjaan banget, lah wong masih gelap kok udah berisik sedemikian rupa.



Aku rasa induk ayam itu mengajarkan semangat mencari rezeki dimulai dari bangun pagi-pagi. Dan itu hanya terjadi setiap kali si ayam punya anak, kalau si ayam sedang gak punya anak ya biasa aja, gak ada acara berisik dikala subuh. Aku sempat merekam video-nya tapi hp-nya udah rusak gak mau nyala.

3. Ayam Itu Peduli Dengan Generasi Muda


Beberapa kali juga aku sempat melihat anak-anak ayam yang sudah pisah dari ibunya mereka berkelahi lalu ayam dewasa nyamperin dan menghentikan perkelahian anak-anak ayam itu.



Aku rasa ayam dewasa itu peduli dengan ayam yang lebih muda, mereka gak rela melihat ayam yang menginjak usia cabe-cabean itu berkelahi. Mungkin bagi ayam dewasa kalau ayam kecil kerjaannya berkelahi entar gede mau jadi apa? Jadi manusia? *hahaha….

Sayangnya aku tidak tidak sempat merekam karena waktu melihat kejadian-kejadian itu saat gak sedang bawa hp. Jadi seayam ayamnya ayam mereka memiliki sisi parenting yang tinggi mulai dari mengajarkan bangun pagi cari makan hingga melerai ketika ada yang berkelahi.

4. Ayam Itu Berjiwa Romantis


Suatu ketika aku lihat ayam betina kesana kemari kebingungan karena kebelet bertelur. Lalu sang ayam jantan dengan paniknya ikut kesana kemari mencarikan tempat. Akhirnya hinggaplah mereka berdua disebuah kursi kosong. Si ayam jantan dengan berisiknya mendampingi ayam betina.

Aku gak tau si jantan ngomong apa tapi mungkin dia itu ngasih semangat “ayok sayang kamu bisa, kamu pasti kuat, sedikit lagi sayang….”.

Aku lihat si ayam betina makin merem melek gimana gitu lalu aku buru-buru ambil hp tapi sayang telat karena telurnya keburu keluar. Tapi seenggaknya masih sempat ambil gambar dimana si jago masih mendampingi si betina.

Aku rasa ayam jantan itu punya jiwa romantis dan siaga, seolah dia itu tanggungjawab gitu loh.



Dan itulah yang aku rasakan ketika pengalaman menjadi ayam…. *gak dhing. Tulisan ini aku petik ketika gak sengaja melihat moment-moment yang menarik seputar kehidupan ayam. Karena untuk menulis tentang ayam bukan berarti kita harus jadi ayam dulu yaaaaa kan????

Yah gitu deh, sehewan-hewannya hewan mereka tetep punya sisi positif, bahkan kadang manusia kalah. Dan manusia itu kadang lebih aneh, disaat mereka emosi marah-marah segala hewan dibawa-bawa misal anjing, tupai dibasa jawain bahkan kalau dalam dunia politik netizen ada kubu kampret dan kubu cebong dimana itu semua nama hewan loh ya.

Aku jadi ngebayangin jangan-jangan kalau ada ayam bertengkar gitu mereka bawa-bawa nama manusia, ayam satu bilang “dasar paijo”, ayam satunya bilang “elu tuh Agus”, ayam lainnya lagi bilang “elu bobby ngepet”. *hahaha….

Ah udahan ah ketak-ketik kali ini, meski hanya hahahihi semoga bermanfaat.

salam ketak-ketik,
dr pojokan

7/18/2018

Cerita Diusir Bule Di Taman Sari Jogja: Bule Itu Jahat, Apa Dosaku? (Lebay… hahaha)

((((Cerita Diusir Bule Di Taman Sari Jogja: Bule Itu Jahat, Apa Dosaku? (Lebay… hahaha) )))))| Ketak-ketik cerita piknik dikit ah. Sebenarnya ini terlalu ambigu kalau disebut piknik karena aku hanya mampir bentar doang di Taman Sari. Aku dulu pernah ke taman sari tahun 2010 bersama teman-teman yang kala itu sedang main ke Jogja. Aku sebenarnya sering lewat jln Taman Sari saat sepedaan tapi gak pernah mampir. Tapi tiba-tiba kemarin 17 Juli 2018 mampir gitu aja.



Ketika masuk lihat kolam sekilas biasa aja dan masih sama seperti yang dulu. Tapi ternyata tidak, saya kira sudah nampak berbeda. Sekarang lebih seger aja lihat kolamnya. Dan dulu seingatku yang sebelah selatan kolamnya belum dibuka.

Nah ceritanya aku kan cuman sendirian tuh ke situ, dari awal beli tiket ngantri dibelakang rombongan bule. Waktu masuk menuju kolam renang itu juga nunggu dibelakang bule-bule itu karena mereka sedang foto-foto jadi aku gak enak kalau nyelonong gitu aja ya kan.

Setelah mereka selesai foto-foto aku masuk dan melihat air dengan suara krucuk-krucuknya. Karena dikolam didepan itu ramai aku lama-lama gak nyaman. Lalu aku jalan ke selatan dan gak taunya ketemu lagi rombongan bule itu sedang foto-foto disebuah ruangan.

Aku menghindar dari mereka lalu masuk ke kolam sebelah selatan yang dulu belum pernah aku lihat. Dikolam itu sepi jadi aku sempat merekam krucuk-krucuk suara air disebelah pojok. Lalu aku pindah ke pancuran yang dibagian tengah, tapi baru mau buka hp tiba-tiba ada suara orang teriak


(((((((( “excus me…” ))))))))))

Aku reflek lihat ke seberang kolam, terpampang nyata si bule dengan tangannya ngasih kode aku disuruh minggir!

Lalu reflek minggir gitu aja. Dalam hati “duh asem tenan diusir”.

Aku tahu sih si bule itu ingin ambil foto tapi aku mengganggu pandangannya. Tapi sebenarnya aku hanya butuh waktu beberapa detik untuk merekam video suara air. Habis itu aku pasti minggir.

Tapi ya sudahlah saya gak papa kok disuruh minggir, kalau dijudul postingan ini aku bilang bule itu jahat ya karena sengaja biar lebay gitu. :D

Ya enggak enaknya piknik ditempat ramai tuh gitu, enggak bisa menikmati dengan bebas karena terbentur dengan keasyikan orang lain terutama yang ingin foto-foto. Jadi memang harus peka dan mengalah itu lebih baik.

Kalau aku sendiri memang gak suka foto yang selfie-selfie gitu, jadi kalau ke suatu tempat gak ada penampakan fotoku. Padahal jaman IG seperti sekarang kan seru tuh kalau selfie-selfie ditempat yang instagramable.

Dan lepas dari kisah diusir bule itu, ternyata daleman kampung taman sari itu udah beda juga ya, sekarang lebih asri dengan banyak tanaman hias. Dan dulu itu pintu masuk dan keluar masih searah tapi sekarang sudah beda.

Jadi kalau misal dari kolam masuk ke arah perkampungan lalu balik lagi mau masuk ke kolam pasti disetop oleh penjaga. Tapi aku kemarin nyoba boleh sih balik masuk lagi ke kolam tapi disuruh nunjukin tiket. Lalu aku tunjukin tiket dan langsung masuk ke kolam lagi karena seneng aja lihat air. Dan baru beberapa saat didekat kolam tiba-tiba jreng-jreng ketemu sama rombongan bule itu lagi itu lagi. Enggak diusir sih tapi aku puter balik dengan sendirinya. Kemudian nongkrong disebuah pos ronda kayak orang ilang. Untung aja itu bule gak lewat pos ronda, takut disuruh minggir lagi gitu.

Terus tamat deh...

Kisah ini gak penting tapi maksain diketik biar aku kelihatan sok piknik… hahaha… (*padahal sih biasa banget…).


salam ketak-ketik,
dr pojokan

7/12/2018

3 Alasan Sederhana Kenapa Kita Perlu Bahkan Harus Menabung!

Udah lama gak update blog dan tau-tau pengin ketak-ketik seputar 3 Alasan Sederhana Kenapa Kita Perlu bahkan Harus Menabung. Postingan ini bukan dalam rangka endorse produk bank atau apa gitu loh ya, karena aku ini bukan buzzer. Dan gak laku juga jadi buzzer karena miskin follower. *eaaa…..



Aku termasuk orang yang suka dengan namanya menabung, bukan karena kerasukan slogan Menabung Pangkal Kaya tapi karena aku pikir memang menabung itu perlu karena manfaat menabung itu luar biasa. 3 Alasan sederhana kenapa nabung itu perlu menurut versi ketak-ketik adalah:

1. Menabung Itu Untuk Jaga-jaga

Roda kehidupan terus berputar dan kita tidak tau apa yang terjadi esok hari jadi salah satu keuntungan menabung itu adalah buat jaga-jaga dikemudian hari. Seperti misalnya aku yang kerjanya begini-begini aja tentu ada resiko yakni ketika suatu saat gak ada penghasilan. Dan ini beneran serius terjadi loh ya, aku kehilangan sumber penghasilan, ibarat orang kerja kantoran “aku dipecat tanpa pesangon”. Dan per postingan ini ke ketik maka sudah setengah tahun lamanya aku tidak gajian. *ngenes ya kan??????

Aku sedang melakukan usaha tapi ya mungkin butuh proses untuk bisa menghasilkan. Entah nanti berhasil atau tidak yang penting berusaha gitu aja.

Lalu untuk kebutuhan ini itu dari mana? Ya untungnya aku sebelumnya nabung, dengan kata lain pendapatan yang sebelumnya enggak aku hambur-hamburkan saat itu. Jadi ya lumayan bisa jadi penopang disaat gak ada pemasukan.

Lebih dari itu kalau kita menabung tuh bisa buat jaga-jaga keperluan lain misal suatu saat pengin piknik, pengin investasi tapi bukan yang bodong-bodong gitu loh ya, dan keinginan-keinginan lain yang asyik-asyik.

2. Menabung Itu Membawa Ketenangan

Mafaat menabung salah satunya adalah membawa ketenangan. Kalau punya tabungan itu sudah pasti hawanya tenang. Sehingga misal sewaktu-waktu gak ada pemasukan atau ada kebutuhan mendadak pun akhirnya gak panik gitu loh. Coba kalau gak punya tabungan pasti hawanya was-was, dan kalau ada kebutuhan mendadak pasti panik bukan main.

Ya ibaratnya sedekah yang bisa membawa ketenangan dunia akirat, nabung juga membawa ketenangan tapi versi dunia doang gak sampai akirat.

3. Menabung Itu Bisa Bikin Terhindar Dari Utang

Dan keuntungan menabung yang lainnya adalah bisa bikin kita terhindar dari utang. Ya coba bayangin kita biasa ngabisin duit tanpa punya tabungan sepeserpun, lalu suatu ketika tiba-tiba ada kebutuhan mendesak gimana? Jalan pintasnya adalah ngutang ya kan?

Tapi kalau kita punya tabungan seenggaknya menghindarkan diri kita dari yang namanya utang. Ya sih utang itu tidak dilarang, tapi yang namanya orang hidup itu jauh lebih tenang kalau gak punya utang. Bener gak?

Aku sangat enggan sama yang namanya utang, sebisa mungkin hidup ini jauhi utang apalagi kalau hanya untuk memenuhi hal-hal yang kurang penting semacam gengsi. Selain enggan utang aku juga enggan kalau diutangi, apalagi kalau orang yang diutangi tipe pelupa atau suka pura-pura lupa. Kita nagih-nagih gak dibayar, eh dia malah posting foto liburan. *syakietttt kan…..

Ya gitu doang sih ketak-ketik kali ini, namanya juga 3 alasan sederhana jadi gak usah panjang-panjang. Intinya nabung itu bisa buat jaga-jaga, membawa ketenangan dan bikin terhindar dari utang. Hidup sederhana gak neko-neko gak masalah, asal punya tabungan (meski gak banyak gak apa-apa) dan yang penting gak punya utang.

Kalau aku sih orangnya cuek, orang mau bilang apa ya biarin, dikatain kerja dari dulu gak punya apa-apa ya terserah. Yang penting aku gak bikin rusuh atau bikin masalah, kalau mereka suka ngomongin ini itu ya berarti itu yang bermasalah itu mereka yakni suka ngomongin orang. Udah gitu aja.


salam ketak-ketik,
dr pojokan

Lapak Aneka Souvenir Promosi Widhadong

 









Konveksi Kaos Widhadong