15 February 2018

Merasa Lebih Maskulin Ketimbang Feminim, Widha Ingin Jadi Widho?

Baiklah tema ODOP kali ini tentang sisi maskulin dan sisi feminim, sungguh ini temanya makin kesini makin ada-ada saja setelah kemarin tentang daerah perbatasan padahal aku gak pernah kemana-mana akhirnya cuma cerita berteman dengan orang luar daerah yang kuliah di Jogja tapi gak sampai lulus. Dan untuk kali ini lagi-lagi dari pada bingung mau cerita apaan mending aku ketak-ketik sebuah sejarah masa lampau saja lah.

Pada jaman dahulu……



Aku terlahir dengan teman disekitar yang semuanya anak laki-laki, gak hanya yang sebaya, yang lebih tua atau yang lebih muda juga laki semua. Alhasil aku mainnya sama anak-anak laki gitu kan, mainannya ketapel, tembakan, kelereng, sepakbola, mobil-mobilan dan lain sebagainya.

Bahkan waktu aku TK gak mau pakai seragam cewek, pokoknya gak mau pakai rok, maunya pakai celana. Alhasil aku jadi tontonan anak-anak SD yang ada disebelah TK. Sekali lagi tontonan loh ya bukan tuntunan *haha (meski ini peristiwa lama tapi aku masih ingat betul….).

Anak-anak SD itu seolah pada gak fokus, kalo jam istirahat atau jam kosong pada nemplok dicendela, ngapain coba? Nonton aku lah… Dimata mereka aku yang gak mau pakai seragam cewek ini adalah fenomena langka. Tapi aku ya yang biasa aja, sampai aku lulus TK aku tetep gak pakai rok!

Terus waktu SD gimana? Waktu SD pakai rok kok, tapi masalahnya kalau teman-teman main aku hanya bisa nonton doang, gak mau ikutan main. Tanya kenapa? Lah iya lah mereka mainannya lompatan tali, kerikil yang dilempar-lempar itu dan lain-lainnya yang aku gak bisa semua. Meski diajarin tetep aja gak bisa, karena biasanya main ketapel, kelereng, tembak-tebakan, petasan dan sekitarnya.

Itulah gambaran singkat dimana aku dari kecil serasa lebih maskulin karena memang pergaulannya dengan anak laki-laki. Dan dulu meski sekolah udah pakai rok ada tuh yang manggil Widho, aku ingat tuh yang sering manggil Widho guru kimia. Waktu kuliah ada juga yang manggil Widho, padahal udah pakai rok karena memang aturannya senin-kamis wajib pakai rok, kalau jumat baru boleh pakai celana.

Tapi ya yang manggil Widho itu hanya bercandaan, masak iya Widha jadi Widho? Kalau Widha jadi Widho pasti nama panjangnya Widho Roma, *eaaaaa…. Haha…

Ah.. aneh-aneh aja, aku Widha ya Widha aja gak ingin jadi Widho gitu loh meski ada bawaan maskulin. Lalu sekarang apakah udah feminim? Kalau feminim disini diartikan dalam hal dandan yang kemenor-menoran gitu maka itu ya gak aku banget. Aku pakai handbody aja bisa pusing loh, mencium aroma bau pewangi pakaian yang direndam-rendam itu juga pernah sampek mau pingsan. Gak tau deh emang aneh banget.


salam ketak-ketik,
dr pojokan

Related Posts

Merasa Lebih Maskulin Ketimbang Feminim, Widha Ingin Jadi Widho?
4/ 5
Oleh

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama aneh-aneh entah judul postingan blog atau produk jualan misal "obat anu apa gitu"