25 August 2020

Tilik, Rewang, Arisan dll Itulah Sarang Gibah Realita Kehidupan Bertetangga

Demam film pendek Tilik nampaknya mulai meredup namun menyisakan aneka quote atau stiker WA ala bu Tejo seperti "Dadi Wong Ki Mbok Seng Solutip" dan semacamnya. Ada yang bilang film tilik itu gak ada faedahnya karena isinya full gibah. Silakan dipetik hikmahnya sendiri, karena pasti setiap orang punya sudut pandang berbeda.


Namun bagi yang merasa hidup di desa atau hidup bertetangga pasti merasakan betul bahwa gibah ala rombongan bu Tejo itu realita kehidupan. Gibah atau rasan-rasan itu serasa hal lumrah ketika ada kumpulan entah itu tilik (jenguk orang sakit), rewang (bantu-bantu ditempat hajatan), arisan dll.

Tim gibah itu pasti ada aja disekitar kita, yang kalo udah bergerilya dari mulut ke mulut dijamin viral sekampung tanpa harus melibatkan efbe, grup WA ataupun insta story. Kira-kira aku atau kamu masuk tim gibah atau sasaran gibah?

Kalo aku sih biasanya yang digibahin. Misal "kerjo opo to, gur nang ngomah wae", "ket biyen kok ra due opo-opo, senengane gur numpak pit", dll. Meski tau dipergunjingkan tapi aku biasa aja, biarin orang mau bilang apa. Seterah eh terserah....

Dan kadang pilih pura-pura bodoh walau tau sebenarnya sedang digunjing. Ikhlasin aja, seperti tanah walau diinjak, dikotori dll tapi tetep diam aja.

Apaaaa? Diam aja? lalu soal harga diri gimana? Ya kan seperti tanah, walau diinjak-injak dan diem aja tapi makin lama justru harganya makin mahal. Ya to???


Menurutku kalo cuma digibahin gitu gak akan ngurangin harga diri, gak akan rugi udah gitu aja. Dari pada mikirin apa kata orang lebih baik biasain nyuekin apa kata orang, selama kita gak ganggu hidup mereka ya udah biarin aja. Seperti misal aku digunjing soal "dirumah aja, kerja apa?" (bagiku kerja gak harus kantoran sehingga dianggah waow gitu), "dari dulu gak punya apa-apa (gak punya harta yang mencolok gitu maksudnya, bagiku punya uang bukan berarti harus tampil wah gitu, biasa aja gitu loh). Dan hal lainnya tentang kekurangan diri ini yang juga jadi omongan orang dan gunjingan ringan semacamnya. Bagiku itu bukan masalah justru mereka yang bermasalah karena ngapain banget mikirin bin ngepoin kehidupan gue? Iya kan????

Aku hanya orang biasa, dimana ketika ada kekurangan atau keburukan yang akhirnya jadi omongan orang ya sudahlah. Semoga mereka memaafkan kesalahanku. Aku memang intovert yang gak suka gabung ngerumpi dan bagi mereka aku dianggap aneh. 


Salam ketak-ketik, 
dr pojokan


Related Posts

Tilik, Rewang, Arisan dll Itulah Sarang Gibah Realita Kehidupan Bertetangga
4/ 5
Oleh

Silakan Berkomentar di Blognya Mbak Widha (BMW), Agar komentarnya rapi mohon komentar menggunakan NAMA anda, hindari pemakaian nama yang aneh-aneh biar gak masuk Spam!