Showing posts with label kuliah periklanan. Show all posts
Showing posts with label kuliah periklanan. Show all posts

9/10/2012

Merancang Format Iklan Outdor

Merancang format iklan outdoor mencakup merancang warna, ukuran dan ilustrasi. Penataan elemen-elemen mekanis yang sesuai dapat meningkatkan kemampuan iklan outdor untuk menarik perhatian.

a. Merancang Warna
Desain yang penuh dengan warna yang brilian dapat membangkitkan tanggapan emosional yang akan memberikan inspirasi kesan yang abadi. Dalam iklan sangat penting untuk membuat pesan mudah dibaca, maka harus dipilih warna dengan kontras yang tinggi, baik dalam identitas warna (hue) misalnya merah, kuning, biru maupun dalam nilai (value). Nilai merupakan ukuran kecerahan atau kegelapan yang dapat dipisahkan dalam kecerahan relatif terhadap warna (tint) atau kegelapan relatif terhadap warna (shade). Warna yang kontras dapat dilihat dari jarak yang cukup jauh, sedangkan warna yang kurang kontras akan bercampur dan akan mengaburkan pesan yang disampaikan.


b. Merancang Ukuran
Periklanan menyampaikan pesan yang benar kepada audien yang benar, waktu yang benar dan tempat yang benar. Kalau ukuran iklan outdoor bergantung pada jenis iklan outdoor dan tempat iklan outdoor tersebut diletakkan. Berdasarkan jenis iklan outdoor dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu Billboard, Transit, Street Furniture dan Alternative Media. Billboard ukuran standarnya lebar 48 kaki dan tinggi 14 kaki (lebar 14,6 m dan tinggi 4,2 m).

c. Merancang Ilustrasi
Ilustrasi merupakan sebuah representasi visual (gambar, foto, warna, kata, simbol, logo dsb.) yang digunakan untuk membuat beberapa subyek menjadi lebih jelas, menarik dan mudah difahami. Merancang ilustrasi dalam periklanan harus membuat pesan yang disampaikan menjadi jelas, menarik dan mudah difahami.



salam hormat dariku,
widhawati


5/09/2011

Strategi Merancang Logo Sebagai Identitas Merek

Logo merupakan suatu identitas merek yang mengkomunikasikan secara luas tentang produk, pelayanan dan organisasi dengan cepat. Logo tidak sekedar suatu label, tetapi menampilkan pesan kualitas dan semangat produk, salah satunya lewat pemasaran, periklanan dan kinerja produk. Logo sudah semestinya berbeda dengan pesaing, selain itu juga bersifat unik, mudah diingat dan dikenali. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain atau merancang logo antara lain:


a. Kelas dan bisa dibaca
b. Membedakan produk, pelayanan dan organisasi dari pesaing
c. Sesuai dengan usaha bisnis
d. Mengekspresikan semangat, kualitas, kepribadian produk, pelayanan dan organisasi
e. Konsisten dengan prinsip keseimbangan dan kesatuan
f. Menciptakan hubungan yang positif
g. Mudah diingat
h. Dapat bekerja pada reproduksi hitam dan putih serta berwarna.
i. Mudah diatur ukurannya baik dikecilkan atau dibesarkan.
j. Mempunyai dampak visual yang efektif.
k. Agar logo mempunyai dampak visual yang efektif harus berhubungan dengan karakteristik dasar desain, yaitu bentuk, tampilan, bobot dan kontras yang baik.

contoh logo apple:



salam hormat dariku,
IG @widhawatitok

4/30/2011

STRATEGI MERANCANG SLOGAN

Kesuksesan dalam periklanan akan lebih mudah didapat dengan menampilkan slogan dalam iklan. Slogan terdiri dari satu atau beberapa kata yang dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik dan bermakna. Slogan yang dituangkan dalam sebuah iklan baiknya dibuat sejelas mungkin agar mudah dibaca, apalagi jika media iklannya outdoor seperti space-space iklan dipinggir jalan. Slogan mempunyai dua fungsi utama, yaitu untuk menjaga keberlangsungan serangkaian iklan dalam kampanye dan untuk menyederhanakan sebuah strategi pesan periklanan pada pernyataan positioning agar menjadi ringkas, dapat diulang, menarik perhatian dan mudah diingat. Kita biasa mendengar kiasan “Gambar merupakan seribu kata”, sebaliknya dalam merancang slogan berlaku : Kata (Slogan) merupakan seribu gambar.



Misalnya, “Inspiring Beauty” merupakan slogan dari Wardah Cosmetic



“Gaya Islami”, slogan dari Shafira





salam hormat dariku,
IG @widhawatitok

4/13/2011

Fantasi (fantasy) dalam Strategi Merancang Gaya Iklan

Gaya ini bermaksud untuk menciptakan fantasi di sekitar produk tersebut atau penggunaannya. Dengan gaya ini pengiklan bisa mengiklankan produk dengan sebuah fantasi yang seolah-olah nyata. Produk menjadi bagian pusat dari situasi yang diciptakan oleh pengiklan. Dengan menguasai teknologi digital (multimedia), orang-orang kreatif di periklanan sekarang dapat menghasilkan urutan fantasi yang seolah-olah nyata Iklan kosmetik biasanya menggunakan gaya fantasi untuk menarik konsumen.





salam hormat dariku,
widhawati

3/13/2011

Daya Tarik Selebritis (STRATEGI DAYA TARIK IKLAN )

Blognya Mbak Widha akan menyambung postingan yang sebelumnya yaitu seputar STRATEGI DAYA TARIK IKLAN, salah satunya adalah Daya Tarik Selebritis. Produk atau merek dapat menonjol dalam periklanan salah satunya menggunakan daya tarik para figur masyarakat. Figur masyarakat tersebut dapat seorang tokoh, bintang TV, aktor, aktris, atlet, ilmuwan dan sebagainya. Selebritis adalah pribadi (tokoh, aktor, aktris, intertainer, atlet) yang dikenal masyarakat untuk mendukung suatu produk. Pengiklan atau agensi iklan membayar besar kepada selebritis yang sesuai dengan pasar sasaran dan berharap dapat mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen terhadap produk yang diiklankannya. Misalnya, sikap dan persepsi konsumen terhadap kualitas menjadi lebih sempurna setelah mendapat dukungan dari selebritis. Pertimbangan lain menggunakan selebritis berkait dengan popularitasnya, kemenarikan secara fisik, kredibilitasnya, profesinya, status kepemilikan terhadap perusahaan tersebut, pemakai merek tersebut, nilai-nilainya dan resiko kontroversinya.

Contoh iklan yang menggunakan daya tarik selebritis adalah gambar dibawah yang menggunakan gambar artis Nikita Willy tetapi sayang dalam iklan ini tidak dicantumkan alamat jelas perusahaannya jadi meski memakai daya tarik artis bisa aja masyarakat tidak percaya.




Bila butuh promosi via internet bisa melalui Jasa Review Murah di BMW, Promosinya sederhana tapi Jelas!


salam hormat dariku,
widhawati

3/11/2011

STRATEGI DAYA TARIK IKLAN

Periklanan yang inovatif dan kreatif akan menjadikan iklan lebih menarik dan dingat dibandingkan dengan promosi dengan aktivitas lainnya. Sebuah iklan yang menarik bisa mempengaruhi seseorang untuk membeli, Oleh karena itu dibutuhkan daya tarik agar pesan yang disampaikan mempunyai dampak. Ada berbagai macam daya tarik yang bisa digunakan untuk membuat sebuah pesan iklan antara lain adalah daya tarik selebritis, humor, kesalahan, perbandingan, rasional, emocional, seks, spiritual dan kombinasi. STRATEGI DAYA TARIK IKLAN meliputi:

1. Daya Tarik Selebritis.
2. Daya Tarik Humor
3. Daya Tarik Kesalahan
4. Daya Tarik Komparatif
5. Daya Tarik Rasional
6. Daya Tarik Emosional
7. Daya Tarik Seks
8. Daya Tarik Spiritual
9. Daya Tarik Kombinasi

Untuk masing-masing bahas dipostingan berikutnya dan bila butuh promosi diinternet bisa melalui Jasa Review Murah di BMW, promosinya sederhana tapi Jelas!

salam hormat dariku,
widhawati

3/07/2011

Strategi Kreatif Keputusan memilih pesan Iklan

Keputusan memilih pesan dibutuhkan strategi kreatif, melewati tahap pembentukan, evaluasi, seleksi dan pelaksanaan pesan. Pembentukan pesan terhadap produk pada prinsipnya merupakan manfaat utama yang ditawarkan merk sebagai pengembangan konsep produk. Pesan dari iklan harus dapat disampaikan secara kreatif, bahkan kreatifitas ini lebih penting daripada jumlah uang yang dikeluarkan. Pengembangan strategi kreatif dituntun oleh tujuan dan sasaran serta didasari sejumlah faktor meliputi peserta target, masalah dasar periklanan, sasaran pesan. Bagian penting dari strategi kreatif menentukan ide penjualan utama, yang akan menjadi tema pusat kampanye periklanan.

Beberapa pendekatan untuk mengerjakan strategi kreatif ini, antara lain menggunakan strategi generik, strategi preemtive, strategi unique selling proposition, strategi menciptakan suatu brand image, strategi positioning dan strategii resonansi.

Untuk lebih detailnya nanti setiap strategi aku bikin postingan sendiri-sendiri. bila butuh promosi diinternet bisa melalui Jasa Review Murah di BMW, promosinya sederhana tapi Jelas!



salam hormat dariku,
widhawati

3/02/2011

PERIKLANAN TANGGAP LANGSUNG (DIRECT RESPONS ADVERTISING)

'Blognya Mbak Widha' posting lagi terkait Periklanan dengan judul PERIKLANAN TANGGAP LANGSUNG (DIRECT RESPONS ADVERTISING). Walaupun periklanan (Advertising) merupakan alat komunikasi pemasaran tersendiri, “iklan tanggap langsung” lebih cenderung menjadi bagian Direct Marketing. Iklan tanggap langsung berbeda dengan iklan konsumen umum dalam beberapa hal sebagai berikut:

1. Iklan tanggap langsung memberi penawaran tertentu yang menghendaki tanggapan segera. Iklan tanggap langsung tidak dimaksudkan untuk mengarahkan konsumen dalam kerangka berpikir yang positif pada masa yang akan datang. “Iklan tanggap langsung” tidak mencoba membuat citra bagi pengiklan. Iklan tanggap langsung secara cepat mengarahkan para konsumen dalam kerangka berpikir yang positif untuk pembelian pada saat ini. Iklan tanggap langsung menginginkan penjualan: sekarang juga!



2. Naskah iklan lebih panjang, memuat semua informasi yang dibutuhkan prospek untuk mengambil keputusan. Isi pesan lebih infomatif, dan memiliki headline (judul) yang menjanjikan-keuntungan yang lebih kuat daripada iklan umum. Naskahnya mengemukakan secara rinci berbagai manfaat produk yang ditawarkan. Penulis naskah sebaiknya menyusun semua bukti yang ada untuk memberikan jaminan kepada para pembaca, khususnya jaminan uang kembali, dan bonus khusus untuk jawaban yang cepat. (Hal ini dikenal sebagai rumusan PAPA, yaitu sebagai: Promise [janji], Amplification [penjelasan], Proof [bukti], Action [tindakan].)

3. Iklan tanggap langsung diarahkan kepada audiens yang lebih selektif. Karakteristik sasaran “cukup” dikenali. Itu sebabnya iklan tanggap langsung harus lebih bersifat pribadi daripada iklan umum. Medium diarahkan secara pribadi, dan naskah sebaiknya dilukiskan dalam gaya yang sama sebagaimana surat pribadi atau penjualan melalui telepon.

4. Dalam iklan tanggap langsung, hasil-hasilnya segera diperoleh. Tidak seperti iklan-iklan umum (kecuali periklanan eceran), tanggap langsung menyediakan ukuran keberha¬silan yang berjangka pendek, teliti, dan berhubungan dengan penjualan. Iklan tanggap langsung memuat penggunaan sarana untuk melakukan respon (kupon, no telepon, atau keduanya) untuk memfasilitasi tindakan langsung. Mekanismenya harus mudah (mis telp bebas pulsa) Peribahasa lama yang mengatakan, “Iklan adalah petugas penjualan dalam bentuk cetak,” barangkali merujuk kepada tanggap langsung.

Sekiranya sekian cukup terkait PERIKLANAN TANGGAP LANGSUNG (DIRECT RESPONS ADVERTISING), jika butuh promosi bisa dengan Jasa Review Murah di BMW, Promosinya sederhana tapi Jelas!


salam hormat dariku,
widhawati

2/28/2011

Langkah-langkah Pemilihan Media Iklan

'Blognya Mbak Widha' menyambung postingan yang sebelumnya terkait Promosi dengan Iklan. Selelumnya dengan tema Kelebihan dan Kelemahan Media Iklan, Postingan kali ini mengulas mengenai Langkah-langkah pemilihan media Iklan. Dalam memilih media Iklan yang akan digunakan untuk promosi tentu perlu memperhatikan beberapa hal. Untuk memilih media iklan langkah-langkahnya antara lain adalah sebagai berikut:


1. Menentukan jangkauan, frekuensi dan dampak
Dalam memilih media seberapa jauh jangkauan dan freksuensi yang dibutuhkan harus diputuskan untuk mencapai sasaran periklanan. Jangkauan adalah jumlah orang maupun rumah tangga yang melihat jadwal media tertentu. Sedangkan frekuensi adalah jumlah berapa kali dalam periode waktu tertentu, rata-rata orang atau rumah tangga menerima pesan iklan. Dampak adalah suatu pembeberan iklan lewat media tertentu.

2. Memilih diantara jenis-jenis media utama
Perencanaan media harus mengetahui jenis media utama untuk mendapatkan jangkauan, frekuensi dan dampak iklan. Yang termasuk jenis media utama antara lain surat kabar, televisi, pengiriman lewat pos, radio, majalah dan media luar ruang.

3. Menetapkan jadwal media
Setiap perusahaan dapat mengubah-ubah iklanya mengikuti musiman, berlawanan dengan pola musiman, atau sama sepanjang tahun. Maka perusahaan harus meimilih pola periklanan yaitu berkesinambungan berarti menjadwalkan iklan merata dalam periode tertentu. Meletup berarti iklan tidak mendatar dalam periode waktu tertentu.

Aku kira sekian cukup terkait Langkah-langkah Pemilihan Media Iklan lajut lagi dengan tema lainya di postingan. Jika butuh promosi via internet bisa melalui Jasa Review Murah di BMW, promosinya sederhana tapi Jelas?


salam hormat dariku,
widhawati

2/26/2011

Pemilihan Media Iklan

Blognya Mbak Widha (BMW) kembali memasuki area dunia marketing dalam tema Pemilihan Media Iklan. Hal ini terkait pemilihan media iklan, HAL-HAL APASAJA YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMILIHAN MEDIA IKLAN? Media iklan memang begitu banyak alternatifnya sehingga para pengiklan bisa dengan leluasa memilihnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media iklan, antara lain sebagai berikut:

1. Tujuan periklanan
Tujuan periklanan perlu ditetapkan sebelum memilih media iklan, misalnya tujuan melakukan kegiatan periklanan adalah untuk meyebarkan informasi produk dengan cepat ke masyarakat luas, untuk mencapai tujuan tersebut bisa dicapai dengan memilih radio atau surat kabar sebagai media iklanya, karena radio dan surat kabar penyebaran informasinya lebih cepat.

2. Sirkulasi media
Sirkulasi media yang dipakai harusnya disesuaikan dengan segmen pasar yang dituju dan juga harus sesuai dengan distribusi produknya. Jika produk yang ditawarkan distribusi atau daerah penjualan untuk daerah lokal saja, maka media iklan yang dipilih baiknya yang menjangkau daerah penjualan produk tersebut. Misalnya, anda memiliki sebuah usaha mebel dengan pasaran di daerah Jogjakarta maka anda bisa memilih media cetak lokal jogja yaitu Harian Jogja atau Kedaulatan Rakyat (KR).

3. Waktu dan alokasi dimana keputusan membeli dibuat
Waktu dan alokasi dimana keputusan membeli dibuat sangat berpengaruh dalam pemilihan media iklan karena kemungkinan keputusan pembelian konsumen tidak selalu terjadi dirumah. Bahkan bisa jadi konsumen yang sudah merencanakan keputusan pembelian dari rumah akan berubah ketika melihat sebuah iklan.

4. Biaya yang harus dikeluarkan
Biaya yang harus dikeluarkan untuk beriklan harus diperhatikan agar tidak terjadi pembengkaan biaya karena aktivitas pereiklanan. Pemilihan media iklan perlu disesuaikan dengan dana yang tersedia dan seberapa jauh sirkulasi atau jangkauan penyebarannya. Biasanya semakin luas yang dijangkau oleh media iklan maka biayanya pun akan semakin mahal. Misalnya biaya iklan untuk TV lokal pastinya akan lebih murah dari pada TV nasional.

5. Kerja sama dan bantuan yang ditawarkan oleh media
Media iklan memang banyak tersedia, mereka berlomba menawarkan pelayanan yang berbeda-beda. Dalam memilih media iklan yang perlu diperhatikan salah satu diantaranya adalah kerja sama dan bantuan yang mereka tawarkan. Dan sebagai pihak yang memasang iklan sudah pasti akan memilih media yang menawarkan kerjasama yang baik dan bantuan promosi yang lebih besar.

6. Karakteristik media
Karakteristik media perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan pemilihan media. Karekteristik media yang dipilih baiknya disesuaikan dengan jenis produk yang akan diklankan. Jika produk yang akan diklankan sudah cukup digambarkan dengan tulisan, pilih saja media cetak sebagai media iklanya. Jika produk yang ditawarkan bisa digambarkan melalui suara, pilih saja radio sebagai media iklannya.

7. Kebaikan dan keburukan media
Kebaikan dan keburukan media perlu dipertimbangkan karena keberhasilan dalam periklanan yang akan dilakukan nantinya juga tergantung dari buruknya suatu media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan. Dari sekian banyak media iklan yang ada, masing-masing tentu memiliki kebaikan dan keburukan. Sebagai pemasang iklan tentunya akan memilih yang paling baik dan paling minim keburukanya.

Hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media iklan agar aktivitas iklan yang akan dilakukan dapat efektif dan efisian dalam mencapai tujuan. Sebagai pihak pemasang iklan memang perlu jeli dalam memilih media yang tepat sesuai dengan apa yang akan diiklankan. Sekiranya sekian cukup terkait Pemilihan Media Iklan lanjut lagi dipostingan lain.

Butuh souvenir payung untuk sarana promosi yang unik? pesan ditempatku aja ya murah loh. *eaaa... malah promosi hahaha...


salam hormat dariku,
widhawati

2/24/2011

Peran dan Fungsi Periklanan

Lama sekali aku tak bikin postingan seputar dunia marketing, kini saatnya "Blognya Mbak Widha (BMW)" kembali mengulas dunia marketing dengan tema fungsi dan peran periklanan. BAGAIMANAKAH FUNGSI DAN PERAN PERIKLANAN ITU? Periklanan memiliki berbagai fungsi dan peran yang bisa dijadikan sebagai dukungan bagi perusahaan untuk menjual produk-produknya, fungsi dan peran itu diantarannya adalah sebagai berikut:

1. Sumber informasi
Periklanan dapat meberikan informasi kepada khalayak tentang kejelasan seluk beluk suatu produk mulai dari harga, keunggulan dan informasi lainya. Iklan bisa membatu konsumen untuk mengetahui kreteria produk barang/jasa yang ditawarkan, sehingga dengan informasi yang mereka peroleh bisa menjadi bahan pertimbangan bagi mereka untuk membuat keputusan pembelian. Biasanya iklan dilakukan secara besar-besaran pada awal peluncuran jenis produk untuk membentuk permintaan awal.

2. Membujuk dan Mempengarui
Aktivitas periklanan berfungsi untuk membujuk pembeli potensial untuk membentuk permintaan selektif merek tertentu. Untuk bisa membujuk dan mempengaruhi biasanya iklan dilakukan dengan melakukan perbandingan dengan merek atau produk lain. Informasi dalam iklan menunjukan bahwa merek atau produk yang kita tawarkan lebih unggul dibanding merek atau produk lain. Dengan informasi yang dikemas sedemikian rupa akan menimbulkan perasaan menyenangkan sehingga bisa mempengaruhi pikiran orang untuk melakukan tindakan pembelian.

3. Menciptakan image
Produk yang sudah memiliki image yang baik akan dengan mudah mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian, suatu image yang baik akan membuat konsumen berfikir singkat untuk memutuskan pembelian karena mereka sudah menaruh kepercayaan yang begitu besar.

4. Sebagai alat komunikasi
Periklanan merupkan alat komunikasi antara penjual dan pembeli. Dengan periklanan dapat diketahui puas atau tidaknya pihak-pihak yang bersangkutan, sehingga pihak produsen bisa lebih meningkatkan kepuasan para konsumenya diwaktu yang akan datang.

5. Kegiatan Ekonomi
Periklanan membuat para pelaku ekonomi tetap memproduksi dan memperdagangkan produk mereka. Dengan kegiatan periklanan itu berarti usaha masih berjalan untuk berkembang menjadi lebih besar dari pada sekarang.

6. Pembagi Beban Biaya
Periklanan membantu terciptanya skala ekonomi yang besar bagi setiap produk, sehingga menurunkan biaya produksi dan distribusi per unit atas produk tersebut, dan pada gilirannya memurahkan harga jualnya kepada masyarakat.

7. Sumber dana media
Periklanan telah menunjang harga eceran atau langganan media surat kabar. Dengan adanya aktivitas periklanan selain pihak produsen yang diuntungkan juga ada banyak pihak yang untung diantaranya adalah para usaha yang bergerak dibidang media jasa iklan.

8. Identitas Produsen
Melalui kegiatan periklanan, masyarakat akan mengetahui produsen. Sehingga masyarakat bisa lebih mengenal karakteristik khas yang dimiliki oleh produsen dan bisa memposisikan produsen dalam benak mereka.

9. Sarana Kontrol
Melalui kegiatan periklanan, masyarakat dapat membedakan produk-produk yang asli dan produk-produk tiruan. Dalam dunia iklan sering kali kita jumpai berbagai merek yang mirip, misalnya Aqua dengan Aquaria, teh sosro dengan teh sisri, dan lain-lainya. Dengan adanya aktivitas iklan masyarakat bisa memperoleh informasi mana yang asli dan mana yang tiruan karena dipasaran banyak sekali produk-produk yang mirip.

Periklanan merupakan komponen integral dari pemasaran sebagai salah satu metode komunikasi yang akan lebih efektif jika didukung dengan metode komunikasi lainya. melalui periklanan produk barang/jasa bisa dikenal khalayak sehingga bisa membentuk sikap dan opini masyarakat. Aktivitas periklanan begitu berfungsi dan berperan penting dalam kegiatan usaha, maka dari itu jangan lupakan periklanan untuk mengkomunikasikan usaha kita kepada khalayak. Sekiranya sekian cukup,jumpa lagi dilain postingan.

Butuh souvenir payung untuk sarana promosi yang unik? pesan ditempatku aja ya murah loh. *eaaa... malah promosi hahaha...

salam hormat dariku,
widhawati

7/13/2010

PRINSIP-PRISIP DASAR IKLAN

Piala Dunia udah kelar, Berita Hot Aril-Luna-Cut Tari dah jenuh, mending kembali lagi ke Dunia Marketing dalam BERITA'KU aja dah. Langsung saja masuk ke area PRINSIP-PRISIP DASAR IKLAN. Sebagai salah satu bentuk promosi, jelas bahwa iklan memiliki prinsip-prinsip dasar. Prinsip-prinsip dasar iklan tersebut perlu diketahui sebelum membuat atau mengiklankan usaha bisnis agar iklan yang dibuat nantinya tidak melenceng dari tujuan. Ada beberapa prinsip dasar iklan antara lain:

1.Adanya pesan tertentu.

Dalam sebuah iklan pasti ada pesan tertentu yang tersirat untuk pihak lain. Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan, itu berarti tanpa pesan iklan tidak akan berwujud. Pesan yang disampaikan dalam sebuah iklan, dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan non verbal.
Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan berupa kata-kata. Dalam pesan verbal, iklan merupakan rangkaian kata-kata yang tersusun dari huruf vokal dan konsonan yang membentuk makna tertentu. Betuk pesan verbal lisan dapat disampaikan melalui media audio maupun audio visual. Sementara pesan verbal tulisan dapat disampaikan melalui media cetak dan audio visual.


Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
Semua pesan yang bukan pesan verbal ádalah pesan non verbal. Sepanjang bentuk non verbal tersebut mengandung arti, maka ia dapat disebut sebagai sebuah pesan komunikasi. Pesan non verbal dapat berupa non verbal visual, non verbal auditif dan non verbal non visual. Pesan non verbal visual adalah pesan yang dapat diterima khususnya melalui indra mata. Pesan non verbal visual secara umum terdapat tiga jenis, yaitu berbentuk kinestik, proksemik dan artifaktual. Pesan non verbal visual kinestik berwujud gerakan-gerakan tubuh/badan. Ia dapat berupa gerakan dari sebagian atau seluruh badan.

2.Dilakukan oleh komunikator (sponsor)

Pesan iklan ada karena dibuat oleh komunikator. Sebaliknya, bila tidak ada komunikator, maka tidak akan ada pesan iklan. Dengan demikian, ciri sebuah iklan adalah bahwa pesan tersebut dibuat dan disampaikan oleh komunikator atau sponsor tertentu secara jelas. Komunikator dalam iklan dapat datang dari perseorangan, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi bahkan negara.

3.Dilakukan dengan cara non personal.

Dari pengertian iklan yang diberikan, hampir semua menyepakati bahwa iklan merupakan penyampaian pesan yang dilakukan secara non personal, meskipun ada juga iklan secara personal. Non personal artinya tidak dalam bentuk tatap muka secara langsung melainkan melalui sebuah media atau saluran. Penyampaian pesan dapat disebut iklan bila dilakukan melalui media baik itu media cetak seperti koran, brosur dan lainya ataupun audio seperti radio dan televisi.

4.Disampaikan untuk khalayak tertentu.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam beriklan, sebaiknya khalayak sasarannya bersifat khusus yaitu ditujukan untuk khalayak tertentu saja. Pesan yang disampaikan dalam sebuah iklan tidak diberikan kepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu sesuai dengan produk yang dijual. Sasaran khalayak yang dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memiliki keinginan, kebutuhan, kesukaan, karakteristik dan keyakinan yang khusus. Dengan demikian, pesan yang diberikan harus dirancang khusus yang sesuai dengan target khalayak.

5.Dalam penyampaian pesan tersebut, dilakukan dengan cara membayar.

Penyampaian pesan yang dilakukan dengan cara bukan membayar oleh kalangan pengiklan, dianggap bukan iklan. Pesan komunikasi yang disampaikan dengan cara tidak membayar, akan dimasukkan dalam kategori kegiatan komunikasi yang lain. Pesan komunikasi yang disampaikan dengan cara tidak membayar, akan dimasukkan dalam kategori kegiatan komunikasi yang lain. Dalam kegiatan periklanan, istilah membayar sekarang ini harus dimaknai secara luas. Sebab, kata membayar tidak saja dilakukan dengan alat tukar uang, melainkan dengan cara barter berupa ruang, waktu dan kesempatan.

6.Penyampaian pesan tersebut, mengharapkan dampak tertentu.

Dalam sebuah visualisasi iklan, seluruh pesan dalam iklan semestinya merupakan pesan yang efektif, artinya pesan tersebut mampu menggerakkan khalayak. Semua iklan yang dibuat oleh pengiklan dapat dipastikan memiliki tujuan tertentu, yaitu berupa dampak tertentu di tengah khalayak misalnya agar khalayak mengikuti pesan iklan, seperti membeli barang dengan segera, tetap setia menggunakan produk yang diiklankan dan lain-lainya.


Salam ketak-ketik
IG @widhawatitok

6/29/2010

Tujuan Iklan bagian ke Empat

Dikala lemotnya loding tersirat keinginan untuk melanjutkan postingan Marketing dalam BERITA'ku untuk menyambung postingan sebelumnya. Pastikan bahwa anda sudah menyimak Tujuan Iklan bagian Pertama, Tujuan Iklan bagian Kedua, Tujuan Iklan bagian keTiga sebelum menyimak Tujuan Iklan bagian KeEmpat ini. Langsung saja, Selain tujuan-tujuan diatas, penggunaan tujuan iklan juga dapat dikelompokan menjadikan tujuan langsung dan tujuan tidak langsung.

Tujuan Langsung
Tujuan langsung adalah tujuan yang mencari respon perilaku dari khalayak. Respon perilaku dari penerima iklan mencakup tindakan-tindakan seperti pembelian produk yang diiklankan. Tujuan langsung bisa diterapkan ketika maksud periklanan adalah untuk menumbuhkan inisiatif perilaku atau tindakan tertentu. Contoh bentuk periklanan langsung adalah :

1. Periklanan oleh peritel yang dengan memajang produk secara langsung, sehingga menarik perhatian khalayak.

2. Periklanan respon langsung. Sebagian besar iklan dirancang untuk membangkitkan tindakan yang segera. Keadaan seperti ini merupakan keadaan yang sempurna untuk menyusun tingkat volume penjualan yang terencana sebagai tujuan iklan.

3. Iklan promosi-penjualan. Bentuk periklanan dipadukan dengan promosi penjualan yang dapat berupa kupon, kontes, dll yang diharapkan akan menghasilkan tindakan secepatnya dari pembeli, yang kemudian diukur dengan jumlah kupon yang dikirim kembali atau jumlah kontestan.

4. Iklan bisnis ke bisnis. Bisnis yang memasarkan produk mereka untuk bisnis lainnya, bukan sekadar pada konsumen akhir. Tujuannya menciptakan prospek bagi salesman.


Tujuan tidak langsung

Ditujukan pada respon praprilaku atau dengan kata lain mencapai hasil-hasil komunikasi yang mendahului perilaku. Tujuan tidak langsung atau komunikasi lebih memungkinkan bisa diterapkan dalam segala situasi periklanan lainnya, dibandingkan dengan tujuan langsung. Hal ini khususnya dilakukan oleh para pengiklan nasional, berlawanan dengan pengiklan lokal.

Kriteria Tujuan Periklanan yang Baik
1.Mencakup suatu pernyataan yang pasti tentang siapa (who), apa (what), dan kapan (when).
2. Kuantitatif dan dapat diukur
3. Menyatakan jumlah/besarnya perubahan yang diinginkan.
4. Realistis
5. Konsisten secara internal
6. Jelas dan tertulis

Contoh penetapan tujuan Periklanan dan cara promosi yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan:

1. Membangun kesadaran merek audien bisa menggunakan pengulangan pesan dengan media majalah, TV, Radio.

2. Membangun ketertarikan atas merek audien dengan cara memberikan informasi mengenai keunggulan produk dan keuntungan menggunakan produk tersebut.

3. Menciptakan perasaan positif terhadap merek dengan cara memberikan informasi sedetail mungkin untuk menghilangkan rasa kawatir para konsumen

4. Mendorong pembelian sekarang dan pembelian ulang dengan cara manggunakan sampel dan kupon.

5. Membangun dan memelihara regular penggunaan merek dengan cara menggunakan reinforcement advertising, kupon dan promotions.

Jika tujuan-tujuan diatas terpenuhi atau berhasil tentunya keuntungan usaha bisnis yang kita jalankan sudah akan mendapat keuntungan yang lebih, sehingga akan lebih mudah untuk berkembang.

Udahan dulu deh, lemotnya gak nguatin...



salam hormat dariku,
dari pojokan

6/22/2010

Tujuan Iklan bagian Ketiga

Kembali lagi ke Dunia Marketing dalam BERITA'Ku, masih dalam ranah TUJUAN IKLAN, dimana pembahasan ini adalah kelanjutan dari TUJUAN IKLAN bagian Kedua, ini adalah TUJUAN IKLAN bagian Ketiga. Jadi untuk rangkaian lengkapnya lihat dulu Tujuan Iklan bagian pertama, Tujuan Iklan bagian Kedua, dan kemudian baru yang Tujuan Iklan bagian ke tiga ini. Langsung saja dah, Penetapan tujuan periklanan harus berdasarkan pasar sasaran, penentuan posisi pasar dan bauran pemasaran dan juga untuk meningkatakan penjualan yang menguntungkan perusahaan. Setelah pasar sasaran, strategi penentuan posisi dan bauran pemasaran jelas, baru menetapkan tujuan periklanan. Jika dilihat berdasarkan sasaranya, periklanan memiliki tujuan sebagai berikut:

1.Iklan Informatif
Iklan informatif merupakan iklan yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang produk kepada para konsumen. Iklan informatif adalah iklan untuk membentuk permintaan pertama dengan memberitahukan kepada pasar tentang adanya produk baru, menjelaskan kegunaan produk tersebut, menjelaskan cara kerja suatu produk, menjelaskan pelayanan yang tersedia, mengoreksi kesan yang salah, mengurangi kecemasan pembeli, membangun citra perusahaan, dan juga menginformasikan harganya. Iklan informatif hendaknya memberikan informasi sejelas-jelasnya untuk memudahkan konsumen dalam mempelajari mengenai produk yang ditawarkan dan biasanya iklan informatif ini perlu dilakukan diawal-awal peluncuran produk.

2.Iklan Pembujuk

Iklan persuasif bertujuan untuk membentuk permintaan selektif atas suatu merek tertentu. Iklan untuk membujuk ini biasanya dilakukan dalam tahap kompetitif/bersaing. Tujuannya adalah membentuk permintaan selektif tidak langsung dengan memberikan informasi tentang kelebihan produk yang dikemas sedemikian rupa sehingga menimbulkan perasaan menyenangkan yang akan mengubah pikiran, tidak hanya mampu mendorong atau mempengaruhi perilaku pembelian konsumen tetapi juga memfasilitasi proses pembelian, misalnya memberikan layanan jasa antar, pembayaran kredit dan lain sebagainya disesuaikan dengan usaha yang dijalankan. Pada umumnya iklan yang bersifat persuasif ini digunakan untuk usaha bisnis yang sudah memasuki tahap pertumbuhan (growth stage).

Dengan iklan persuasif ini diharapkan bisa membentuk prefensi merek, mendorong alih merek, mengubah persepsi pembeli tentang atibut produk, membujuk pembeli agar membeli sekarang, membujuk agar membeli lagi diwaktu yang akan datang, dan mendorong agar konsumen tetap menggunakan produk yang diiklankan. Dalam hal iklan berfungsi sebagai pembujuk (persuasif) untuk meyakinkan konsumen bahwa produk mereka benar-benar berbeda atau bahkan lebih baik dibandingkan produk pesaing. Aktifitas iklan yang berhasil dapat membantu perusahaan untuk mencapai dan mempertahankan “market power” (kekuasaan pasar).

3.Iklan Pengingat

Iklan pengingat sudah pasti ditujukan untuk mengingatkan suatu produk yang sudah mapan. Hal-hal yang biasanya perlu diingatkan antara lain mengemukakan bahwa produk yang ditawarkan memang dibutuhkan konsumen, mengingatkan dimana tempat membelinya, mengingatkan agar konsumen tetap menggunakanya, membuat pembeli tetap ingat produk itu walau tidak dalam sedang musimnya, dan mempertahankan kesadaran puncak.. Dengan iklan pengingat maka produk kita tidak akan terlupakan dari pikiran konsumen dan kemungkinan pembelian atau pemakaian ulang lebih besar.

4.Iklan Penambah Nilai

Iklan penambah nilai ini bertujuan untuk meningkatkan nilai merek dalam persepsi konsumen dengan melakukan inovasi, perbaikan kualitas, dan penguatan persepsi konsumen. Iklan yang bagus dan efektif akan menjadikan produk yang diiklankan dipandang lebih elegan, bergaya, lebih unggul dalam persaingan dan lebih meyakinkan konsumen. Dengan demikian sebuah iklan juga bisa menambah citra perusahaan ataupun merek dan produk yang bisa menambah kepercayaan konsumen.

5.Iklan Bantuan Aktivitas lain

Iklan ini bertujuan untuk memantau dan memfasilitasi usaha lain dalam proses komunikasi pemasaran. Dalam iklan bantuan aktivitas lain ini berarti ada lebih dari satu aktivitas yang saling mendukung dalam rangka mengiklankan produk. misalnya iklan membantu dalam pelepasan promosi penjualan (kupon), membantu wiraniaga (perkenalan produk), menyempurnakan hasil komunikasi pemasaran yang lain (konsumen dapat mengidentifikasi paket produk di toko, mengenal nilai produk lebih mudah setelah melihat iklan dan memperkenalkan alamat situs web).. Dengan demikian konsumen dapat mengidentifikasi produk dan mengenal nilai produk setelah melihat iklan. Contoh iklan bantuan aktivitas lain bisa dilihat pada gambar 5, iklan ini menampilkan produk dengan lengkap sehingga konsumen bisa mengenali produk meski tanpa penjelasan tenaga penjual, selain itu dalam iklan tersebut juga terdapat alamat kantor serta alamat webnya, konsumen bisa melihat sendiri secara online.


Selain tujuan-tujuan diatas, penggunaan tujuan iklan juga dapat dikelompokan menjadikan tujuan langsung dan tujuan tidak langsung. Simak saja di Dunia Marketing dalam BERITA'KU berikutnya.


Salam,
dr pojokan


6/09/2010

Tujuan Iklan bagian Kedua

Oke lanjut lagi posting materi marketingnya. Sebelumnya pada dulu kala telah mengulas Tujuan Iklan bagian pertama. Sehingga Pada kesempatan kali ini sambung menyambung yang sudah ada, saya tampilkan Tujuan Iklan Bagian Kedua. Iklan memang bukan satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan pemasaran dan dapat memberikan dampak peningkatan penampilan jangka panjang, meskipun demikian iklan merupakan salah satu kegiatan yang efektif dalam menunjang aktivitas pemasaran. Apakah tujuan dari iklan itu? Secara umum ada beberapa tujuan iklan yaitu:



1.Menciptakan pengenalan merek / produk / perusahaan
Melalui periklanan seorang pemilik usaha bisa memperkenalkan merek/produk/usaha bisnis, misalnya anda baru saja mendirikan sebuah warung makan baru dengan nama “ANEKA TAHU” yang menyediakan berbagai macam makanan dengan bahan utama dari tahu. Dengan mengiklankan usaha warung makan tersebut berarti anda telah mengenalkan merek usaha baru anda dengan nama “ANEKA TAHU” dengan produk berbagai macam makanan dengan bahan utama dari tahu.

2.Memposisikan produk dimata konsumen
Dengan mengiklankan produk barang/jasa itu berarti merupakan sebuah usaha memposisikan barang/jasa dibenak para konsumen. Tujuan mengiklankan barang/jasa tidak lain agar produk yang dijual masuk dalam posisi utama dibenak konsumen, sehingga mereka bisa menjadi pelanggan yang setia. Contonya dengan mengiklankan warung “ANEKA TAHU” maka orang-orang yang melihat iklan tersebut berarti telah mengenal dan sempat memasukan “ANEKA TAHU” dalam database pikiran mereka.

3.Mendorong konsumen untuk mencoba barang/jas yang ditawarkan
Iklan yang bagus adalah iklan yang menarik sehingga membuat orang yang melihat jadi penasaran untuk mencoba apa yang ditawarkan dalam iklan tersebut. Misalnya jika anda mengiklankan usaha “ANEKA TAHU” maka bikinlah yang menarik agar orang yang melihat iklan tersebut terdorong untuk mencoba membeli produk diwarung “ANEKA TAHU”.

4.Mendukung terjadinya pembelian ulang
Sebuah iklan juga dimaksudkan untuk mendorong konsumen melakukan pembelian ulang. Seandainya sudah ada konsumen yang pernah membeli produk yang dijual maka dengan adanya iklan diharapkan bisa mengingatkan para konsumen atas keberadaan barang/jasa yang dijual tersebut sehingga mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Misalnya jika warung “ANEKA TAHU”nya sudah berjalan kian waktu maka dengan adanya iklan bisa mengingatkan konsumen kembali akan produk dari warung “ANEKA TAHU”, kalau sudah ingat kemungkinan mereka akan terdorong untuk membeli kembali.

5.Membina loyalitas pelanggan
Salah satu harapan yang ingin dicapai setelah mengiklankan produk adalah membina loyalitas atau kesetiaan konsumen terhadap produk yang diiklankan. Dengan adanya iklan secara tidak langsung mampu mengingatkan konsumen atas keberadaan produk yang diiklankan itu dan bisa saja produk itu mampu menempati posisi yang bagus dibenak para konsumen sehingga mereka bisa menjadi pelanggan setia. Misalnya, dengan mengiklankan “ANEKA TAHU” itu berarti anda telah mencoba membina loyalitas konsumen atau kesetiaan konsumen agar tetap menggunakan produk yang dijual di “ANEKA TAHU”. Dengan iklan tersebut anda telah mengingatkan para konsumen atas keberadaan “ANEKA TAHU, sehingga para konsumen senantiasa terdorong untuk mengonsumsi produk dari “ANEKA TAHU”.

6.Menginformasikan barang/jasa baru dan keistimewaannya
Iklan juga bisa digunakan untuk menginformasikan produk baru dengan menjelaskan keunggulan dan keistimewaan dari barang bari tersebut. Misalnya, di warung “ANEKA TAHU” kini menjual makanan baru yaitu “TAHU GULUNG AYAM” dengan paduan Tahu dan ayam dibalut dengan daun singkong dengan rasa khas dan istimewa. Anda bisa menginformsikan menu baru itu kepada konsumen dengan cara mengiklankanya dengan selembar brosur yang penuh daya tarik.

7.Meningkatkan citra
Sebuah produk yang diiklankan kemungkinan kenaikan citranya lebih besar dari pada tidak diiklankan sama sekali. Jadi agar produk dari usaha kita bisa naik nilai citranya dimata konsumen maka ada baiknya diiklankan. Sebagaian besar konsumen Indonesia akan merasa bangga mengonsumsi produk-produk yang terkenal atau paling tidak yang pernah mereka lihat dari iklan atau dengar dari orang lain. Misalnya, dengan mengiklankan warung “ANEKA TAHU” maka diharapkan bisa menaikan citra dimata konsumen bahwa warung itu memang warung yang berkualitas.

Tujuan Iklan bagian kedua Udahan dula deh, sambung lagi di Tujuan Iklan bagian selanjutanya dilain postingan.

Salam Hormat,
IG @widhawatitok

5/29/2010

Tujuan Iklan Bagian Pertama

Blog ini sudah memasuki tema Tujuan Iklan, berhubung agak panjang maka akan diulas menjadi beberapa episode. Sebagai pembukaan kita sambut Tujuan Iklan bagian Pertama. Agar promosi melalui iklan yang dilakukan tidak sia-sia, maka baiknya diarahkan untuk mencapai tujuan khusus dari periklanan. Tujuan-tujuan periklanan adalah tujuan-tujuan yang diupayakan untuk dicapai oleh periklanan. Ada tiga alasan utama, mengapa tujuan periklanan perlu disusun sebelum dibuat keputusan yang berhubungan dengan seleksi pesan dan penetapan media, yaitu:



1. Tujuan-tujuan periklanan merupakan ekspresi dari konsensus manajemen.

2. Penyusunan tujuan memandu aspek-aspek penganggaran, pesan dan media dari strategi periklanan suatu merek.

3. Tujuan-tujuan periklanan menyediakan standar-standar sehingga hasil-hasil periklanan dapat diukur.

Suatu tujuan bidang periklanan yang baik memang seharusnya mampu menunjukkan hubungan terhadap tingkat penjualan secara langsung tetapi itupun sebenarnya juga tidak bersifat operasional. Hal ini disebabkan oleh dua hal yaitu :

1. Iklan bukan satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan pemasaran

2. Iklan memberikan dampak bagi peningkatan penampilan perusahaan dalam jangka panjang.

Sekian dulu Tujuan Iklan bagian pertama, lanjut nanti di Tujuan Iklan bagian kedua


Salam hormat,

IG @widhawatitok



5/25/2010

Pengeritan Iklan dan Periklanan, Apa Bedanya?

Ngulas lagi tentang periklanan dan iklan, sebelumnya mungkin udah pernah tapi yah buat pembukaan aja,karena untuk berikutnya blog ini akan membahas mengenai PERIKLANAN. Untuk itu sebagai pembukaan kita sambut MENGENAL IKLAN. APAKAH IKLAN DAN PERIKLANAN ITU?Iklan dapat ditemui dimana saja, baik itu iklan terselubung ataupun iklan yang terang-terangan. Siapa saja bisa menjumpai iklan ketika membaca Koran, menonton TV, mendengarkan radio, saat melakukan perjalanan dan lain sebagainya.

 Dengan mudahnya orang menjumpai berbagai iklan, maka sudah dapat dipastikan bahwa hampir semua orang sudah tau dan pernah melihat iklan. Meski banyak orang yang tidak menyukai selingan iklan, seperti di TV atau diradio dan lainya namun iklan mampu menarik perhatian dan cukup berpengaruh bagi perilaku konsumen sehingga berpengaruh pula terhadap keputusan pembelian. Masyarakat cenderung merasa bangga memakai produk-produk yang diiklankan atau produk-produk yang terkenal ketimbang produk yang tidak pernah dilihat dalam iklan dan tidak terkenal.



Apa itu iklan? Iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk barang/jasa yang disampaikan lewat suatu media baik cetak maupun elektronik yang ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Dengan demikian iklan merupakan suatu alat komunikasi antara produsen/penjual dengan para konsumen/pembeli. Menurut Kotler (2000:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Menurut Rhenald Kasali, secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Agar iklan mimiliki perbedaan dengan pengumunan biasa maka akan lebih baik bila diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.

Apa itu Periklanan? Periklanan adalah keseluruhan proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan penyampaian iklan. Sebelum menyampaikan iklan kepada masyarakat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu Pertama, perlu mengenal dan menentukan sasaran khalayak-nya. Setelah itu menentukan Media yang akan digunakan. Baru kemudian merancang pesan iklan yang sesuai dengan kebutuhan.

Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari institusi/sponsor tertentu melalui media massa yang bertujuan memengaruhi/mempersuasi khalayak agar membeli suatu produk atau jasa. Iklan memiliki berbagai karakteristik antara lain merupakan suatu bentuk komunikasi yang berbayar, non personal komusikasi, menggunakan media masa sebagai penyebaran pesannya, menggunakan sponsor yang teridentifikasi, bersifat membujuk masyarakat, bertujuan untuk meraih khalayak sebanyak-banyaknya.

Iklan merupakan salah satu bagian dari aktivitas promosi, seorang pemilik usaha bisa menyebar luaskan usaha bisnisnya melalui iklan. Misalnya dengan iklan di koran, radio, spanduk, brosur dan lain-lainya. Salah satu bentuk promosi yang efektif dan efisien adalah iklan jadi tak ada salahnya untuk mencoba mengiklankan usaha bisnis kecil-menengah melalui iklan agar barang/jasa semakin banyak pembelinya sehingga keuntungan pun juga semakin besar.

Keberhasilan dari suatu perekonomian nasional banyak ditentukan oleh kegiatan-kegiatan periklanan dalam menunjang usaha penjualan yang menentukan kelangsungan hidup usaha bisnisnya. Negara-negara yang sudah maju senantiasa disemarakkan oleh kegiatan periklanan yang begitu gencar. Lain halnya di negera-negara yang ekonominya masih lemah kegiatan iklanya pun masih berada pada taraf yang belum maksimal.

Pada perusahaan-perusahaan kecil umumnya kegiatan iklan ditangani oleh seseorang di departemen pemasaran atau penjualan, yang bekerjasama dengan biro iklan. Sedangkan di perusahaan besar sering membentuk departemen periklanan sendiri. Periklanan merupakan salah satu tahapan dalam pemasaran yang mencerminkan produk barang atau jasa, baik penamaannya, pengemasannya, penetapan harga, dan distribusinya. Tanpa adanya periklanan berbagai produk belum tentu bisa sampai ke tangan konsumen atau pemakainya dengan mulus.

Demikian Semoga bermanfaat.

Salam hormat,
IG @widhawatitok

Lapak Aneka Souvenir Promosi Widhadong

 









Konveksi Kaos Widhadong