12/11/2019

Blogspot Ke Domain: Menunggu Ketersediaan Https Sedang Diproses, Berapa Lama?

Pernah mengubah blogger gratisan atau blogspot ke domain? Aku pernah beberapa kali yakni blog ini dan blog lainnya. Cara setting blogger atau blogspot ke domain cukup mudah. Tinggal masuk ke menu dasar setting, terus isi alamat domain yang sudah dibeli. Nanti bakal dapat kode-kode yang perlu diisikan ke setting DMS. Contoh seperti dibawah ini (maaf gambarnya burem).



Sebelumnya blog domain di blogger itu gak masalah soal setting https-nya, karena saat itu langsung bisa. Nah ceritanya tanggal 7 November 2019 ada blogspot yang aku domain-kan. Dan ternyata setting ketersediaan https ada keterangan masih diproses.



Rasanya bergejolak harus menunggu ketersediaan https berapa lama? Mau gak mau harus sabar. Dan agar domain bisa diakses maka seting httpsnya dinonaktifkan dulu aja. Caranya tinggal klik pilihan "TIDAK".



Lalu jika blogspot ke domain itu butuh waktu menunggu proses ketersediaan https berapa lama? Punya-ku itu dari tanggal 7 November 2019 dan https bisa aktif tanggal 11 November 2019. Umumnya proses ketersediaan https itu memang 3-4 hari.

Apakah pengaktifan https itu penting? Ya tentu saja, blogger pun menganjurkan itu. Konon https lebih aman dari pada alamat yang gak pakai s alias http doang. Contoh sederhananya jika menggunakan http maka blog mudah disusupin ini itu, misal yang pakai data internet XL akan muncul iklan dari XL, udah gitu biasanya iklannya muncul gede nutupin layar. Dan itu bisa jadi bikin pengunjung blog gak nyaman, dikiranya itu yang masang yang punya blog lah padahal itu dari provider yang dipakai untuk internetan.

Jadi buat yang pakai blogger mending https-nya diaktifin. Kalo yang pakai wordpress gimana? Ya mending diaktifin juga.

Itu-lah pengalaman sederhana ketika mengubah blogspot ke domain TLD tapi disertai masalah ketersediian https yang sedang diproses. Intinya sabar nunggu aja.


Salam ketak-ketik,
dr pojokan

12/10/2019

Ngumpulin Uang Receh (Nabung) Lah Kok Dibilang Mata Duitan Seperti Mr Krabs?

Ketak-ketik receh ah, dari pada enggak posting. Ceritanya tuh, aku ngumpulin uang koin receh seratusan, dua ratusan, lima ratusan dan seribuan. Uang receh itu berasal dari sisa-sisa belanja entah beli sabun, sampo, dkk. Yang pasti bukan uang sisa beli sayur di pasar (karena gak pernah ke pasar atau lebih tepatnya gak bisa masak), bukan pula uang sisa beli bedak atau gincu (karena gak suka bedakan). Betewe, aku ini wanita macam apa sih? Udah gak bisa masak, gak suka bedakan pula? Ehmm entahlah... ^haha.

Oke, kembali ke receh. Uang-uang koin itu aku kumpulin sejak jaman embuh (alias lupa dari kapannya), masing-masing aku pisahin didalam botol plastik. Jumlahnya memang belum banyak, tapi yang penting niatnya (*ehemmm).



Memang niatnya ngumpulin uang receh itu apa?


Pertama-tama niatnya adalah 'nyelengin' alias ditabung biar uang-uang koin itu tersimpan rapi. Karena sifat uang koin itu adalah 'ambyarrrr' jadi lebih baik dikandangin pada tempatnya. Kebetulan aku pilih botol plastik bekas sebagai tempatnya, sekalian pencitraan ikutan mengurangi limbah plastik (gak dhing, lah wong cuma empat botol doang kok).

Nabung kok koin recehan? Miskin atau gresek-gresek sih? Ehmmm, yang namanya nabung itu bebas mau berapapun juga boleh, seratus rupiah juga boleh ya kan??? karena nabung itu beda dengan bayar angsuran yang harus ratusan ribu atau jutaan. Dan karena nabung itu pangkal kaya yang artinya kaya itu nabung dulu, bukan nunggu kaya baru nabung. (Aslinya sih emang punyanya uang receh dhing, tapi berlagak sok bijak gitu ^haha. Kalo nabung uang dalam jangka panjang itu sepertinya gak begitu pangkal kaya, misal dulu uang sejuta itu banyak, lah kalau disimpen dibawah bantal lalu dikeluarin sekarang, sejuta itu dapat apa?).

Kembali lagi ke niat receh, niat aslinya memang nabung gitu ya, tapi terbesit juga niat pencitraan untuk nyontohin ponakan biar ikutan nabung atau nyelengin, biar gak gampangan jajan gitu. Lalu apakah berhasil? Tentu tidak! Sekali lagi... TIDAK!!!!

Boro-boro ponakan termotivasi untuk rajin nabung, lah wong aku malah dibilang mata duitan. Aku tanya "emang mata duitan ki opo?", Dia bilang "kae loh kayak mister krebbbb". Siapa itu mister kreb?



Tentang Mr Krabs


Mister kreb yang dimaksud adalah Mr Krabs pemilik restoran cepat saji di Bikini Bottom. Yah, ponakan yang menuduhku mata duitan itu adalah penonton kartun spongebob garis keras. Dan ketika aku tanya lebih lanjut ternyata dia paham masing-masing karakter, kalo mister kreb itu dia anggap mata duitan, spongbob itu kadang ceroboh tapi pekerja keras, petrik itu pemalas suka makan, Skuitwed tukang kasir yang suka marah-marah dan hobi main klarinet, Sendi itu pintar suka menolong, Plangtonnn itu licik karena pengin nyuri resep rahasia krebi peti. (Penulisan nama sengaja pake ejaan ucapan).

Kenapa dia berfikir Mr Krabs itu mata duitan? Karena memang dalam kartun itu terpampang nyata bahwa Mr Krabs itu suka banget sama yang namanya duit, kalo udah liat duit maka seketika matanya ngejreng, uang koin pun dikumpulin, gelinding satu pun tak rela. Dan bahkan kadang perhitungan banget padahal ke anak dan emaknya sendiri.

Meski Mr Krabs dianggap mata duitan tapi menurutku, ini menurutku loh ya! Ada hal-hal lain yang bisa dipetik dari seorang ^eh sekepiting Mr Krabs.

1. Berani Memilih Menjadi Dirinya Sendiri


Kakeknya Mr Krabs adalah bajak laut, harapan kakeknya si Krabs bisa meneruskan kiprahnya menjadi bajak laut yang garang dan sukses. Krabs sebenarnya tidak nyaman jika harus menjadi bajak laut. Sang kakek melatihnya dan memang si Krabs kala itu sudah mencoba menjadi bajak laut tapi ternyata rugi, padahal penghasilan dari membajak itu banyak tapi anehnya buat bayar prajuritnya pun kurang. Lalu diluar sepengetahuan kakeknya si Krabs buka The Krusty Krab sebuah restoran cepat saji dengan menu utama Krabby Patty.

Pada suatu ketika sang kakek bilang ingin mengunjungi Mr Krabs. Otomatis Krabs panik karena takut kakeknya marah kalo tau kini Krabs jadi pengusaha restoran dan bukan menjadi bajak laut. Saat itu dengan bantuan Spongebob dkk akhirnya Mr Krabs pura-pura jadi bajak laut.

Awalnya kakeknya kagum karena Krabs berhasil jadi bajak laut, tapi akhirnya penyamaran terbongkar, Krabs minta maaf serta mengaku bahwa selama ini dia buka restoran bukan jadi bajak laut. Apakah sang kakek marah? Ternyata tidak, sang kakek justru bangga karena Krabs bisa menghasilkan uang dengan caranya sendiri.

Mr Krabs berani memilih menjadi dirinya sendiri yakni memilih jalan menjadi pengusaha restoran, dia tidak memaksakan diri menjadi bajak laut seperti kehendak kakeknya. Hidup ini pilihan, mau pilih jadi apa terserah ya kan? Asalkan bisa mempertanggungjawabkan pilihannya itu, gitu.....

2. Peduli Kepuasan Pelanggan dan Melakukan Inovasi


Sebagai pemilik The Krusty Krab ia sangat peduli dengan kepuasan pelanggan. Ia selalu berusaha agar pembelinya datang kembali. Bahkan melakukan inovasi seperti berdagang keliling menggunakan kapal selam, membuat isi krabby patty spesial (walau akhirnya Spongebob tidak setuju karena isi yang dibuat itu mengorbankan banyak ubur-ubur), membuat pelayanan khusus untuk anak-anak dan lain sebagainya.

Nonton kartun Spongebob itu memang secara logika vulgar ceritanya nampak konyol tapi kalo dari logika versi ketak-ketik yang demikian itu tersirat pesan bahwa kepuasan pelanggan dan inovasi (pelayanan atau produk) itu sangat penting dalam sebuah bisnis.

3. Branding dan Menjaga Resep Rahasia


Dari nama restoran, nama menu dan hal-hal lain yang ada di Krusty Krab itu nampak sekali gak asal buat. Nampaknya Mr Krabs paham dengan yang namanya branding. Disisi lain Mr Krabs juga sangat menjaga resep rahasia krabby patty. Dalam sebuah bisnis selain harus melakukan inovasi juga harus jaga rahasia apalagi usaha makanan.

Menjaga resep rahasia itu seperti menjaga jati diri, menjaga sesuatu yang khas, dan jangan terus dianggap pelit gitu loh ya. Dalam dunia nyata misal KFC, dia gak mungkin secara vulgar koar-koar tentang resep-resep ayamnya. Diluar sana banyak ayam-ayam krispi seperti KFC tapi pasti rasanya beda-beda, kecuali mati rasa jadi bilang semua ayam sama saja entah itu KFC, Popeye, Olive, Rocket dan sebangsanya.

Itulah beberapa hal tentang Mr Krabs yang meskipun dicap mata duitan tapi tetaplah ada sisi lainnya yang menarik (jadi jangan biasakan memandang sesuatu hanya dari satu sisi, tapi cobalah tengok dari sisi lainnya juga). Kok bisa tau tentang Mr Krabs? Ya karena aku biasanya ikutan nonton, itu anak-anak kalau gak diawasi kadang nontonin sinetron embuh-embuh gitu. Dulu sih gak setuju kalau mereka nonton Spongebob karena kadang ada kata kasar seperti (maaf) brengs*k, t*lol, dan semacamnya tapi sekarang enggak alias disensor.

Lalu, apakah aku ini benar seperti Mr Krabs? Mau bilang tidak tapi.... ah embuhlah. Aku introvert dan memang ada tipe introvert yang salah satu sifatnya cinderung ala-ala Mr Krabs, buat yang introvert pasti paham model introvert yang seperti apakah itu. Karena meski sama-sama introvert belum tentu sama persis, karena ada yang tipe feeling, thinking, sensing atau lainnya. Yang pasti aku adalah aku, sukanya ketak-ketik embuh gitu, kadang ngontel, biasa cuma sendal jepitan dan paling tidak nyaman kalau harus tampil seperti si A, si B, si C, ...., si Z.


Salam ketak-ketik,
dr pojokan

11/29/2019

Taman Wisata Alam Grojokan Sewu Tawangmangu, Apa Yang Paling Mengesankan?

Ketak-ketik tentang wisata alam ah, biar dikira rajin piknik. Kalau wisata alam deket-deket rumah yang tebing atau bukit kan udah pernah tuh, bahkan udah pernah diketak-ketik juga. Nah ini wisata alam yang agak jauh dari Klaten yakni Grojokan Sewu Tawangmangu Karanganyar. Dulu sih waktu masih SD pernah kesana, gak banyak yang aku ingat karena aku hanya ingat disana banyak anak tangga, monyet dan satu air terjun yang tinggi.



Nah, kini ketika sudah beranjak tua main lagi ke Grojokan Sewu Tawangmangu ternyata sangat berkesan. Apa yang paling mengesankan ketika berkunjung ke wisata alam grojokan sewu Tawangmangu? Yang mengesankan adalah……

Adalah….

Capeknya naik turun tangga, turunnya aja ngos-ngosan apalagi naik-nya dan entah berapa kali harus istirahat. Asli ngos-ngosan, saat itu rasanya nyesal banget karena terlanjur turun udah gitu pas naik gak sampek-sampek padahal dada udah nyesek gimana gitu. Dalam hati keluarlah sumpah serapah “kapok lombok, gak sudi rene meneh”. Andai saja anak tangga itu bisa berjalan sendiri kayak di emol-emol, pasti gak akan sekapok itu.

Tapi ini semua bukan salah wisata alam-nya atau anak tangga-nya itu loh ya, ini semua murni salah jasmaniku yang kurang olahraga jadi naik turun tangga di Grojokan Sewu itu berasa mengapokan jiwa raga.

Sebenarnya aku bertanya-tanya kenapa dinamai Grojokan Sewu? Apakah karena tiket masuknya seharga sewu alias seribu? Atau jumlah air terjun-nya seribu? Atau grojokan-nya dibikin selama seribu malam hingga akhirnya keburu dikokokin ayam gitu?

Dari pada jiwaku penasaran maka bertanyalah aku kepada sang maha google hingga akhirnya ku temukan jawabnya yang kenapa dinamai grojokan sewu. Dan ternyata penduduk setempat menamainya grojokan sewu karena eh karena ketinggian dari air terjun itu sejumlah 1000 jengkal kaki atau 81 meter.

Jadi grojokan sewu disini yang paling menarik dan mengesankan adalah turun naik tangga-nya. Logika sederhananya ketika kita berkunjung ke grojokan sewu maka sebenarnya kenikmatan utamanya adalah turun naik tangga-nya yang jumlahnya ribuan, selebihnya melihat air terjun-nya itu adalah bonusnya. Yakin deh, pasti banyakan orang yang bilang “waow…. Lututku (pegel)”, “waow … nafasku (ngos-ngosan) dan semacamnya ketimbang yang bilang “waow… air terjun-nya mempesona”. *ah embuh dhing, ini sih logika ngasal versi ketak-ketik ^hehe…

Ketika naik dan akhirnya melihat ucapan selamat seperti dibawah ini, rasanya seperti keluar dari mimpi buruk, karena akhirnya sampai juga gitu loh!



Tambah Sehat dan Sukses? Aamiin…… Dan Sampai Jumpa Lagi? Alias kesana lagi? Ah… mikir dulu deh… ^hahaha

Berdasarkan pengalaman sederhana kala berkunjung ke grojokan sewu maka alangkah baiknya jika hendak berkunjung maka pastikan lutut dan nafas sudah siap (biar gak pegal dan ngos-ngosan), jangan menenteng makanan atau minuman biar gak jadi rebutan genk monyet disana. Dan usahakan cari tempat parkir terdekat, karena aku kala itu salah pilih tempat parkir hingga harus jalan kaki jauh banget.

Penginapan dan Tiket Masuk Grojokan Sewu Tawangmangu


Untuk penginapan di Tawangmangu yang dekat grojokan sewu ada banyak tinggal pilih, ada hotel atau ada juga yang pakde-pakde dipinggir jalan bilang “kamar kosong mas, kamar kosong mb”. Tiket masuknya 15rb per orang, terus karcis masuknya hari biasa 5rb kalo hari libur 7.5rb. Jadi total biaya masuk ke grojokan sewu Tawangmangu itu kalo hari biasa 20rb, kalo hari libur 22.5rb.



Udah gitu aja sih ketak-ketik tentang grojokan sewu Tawangmangu. Yang menyenangkan didaerah Tawangmangu itu adalah hawanya sejuk (meski cinderung dingin), pemandangan pegunungan dan pemohonan itu lebih enak dipandang ketimbang harus jalan-jalan di emol-emol yang memusingkan kaum introvert sepertiku.




Salam ketak-ketik,
dr pojokan

11/25/2019

Cara Cari Penginapan Atau Hotel Murah di Jogja Dengan Mudah dan Cepat

Cara Cari Penginapan Atau Hotel Murah di Jogja Dengan Mudah dan Cepat || Aku sempat sempat jadi anak kos di Jogja beberapa tahun, kurang lebih sejak tahun 2009 hingga akhirnya tahun 2019 seratus persen benar-benar balik ndeso. Sebelum tahun 2019 udah sering dirumah hanya saja kadang masih ke Jogja walau hanya untuk bersepeda disekitaran malioboro. Kala itu aku memilih Jogja sebagai tempat merantau karena gak jauh dari rumah (Klaten). *gak niat merantau jadi yang dekat-dekat aja.

Jogja memang terkenal sebagai kota pelajar, banyak universitas favorit yang menjadi incaran para pencari ilmu. Meski tidak sekolah atau kuliah di Jogja tapi seenggaknya Jogja tetap menjadi tempatku untuk belajar, terutama belajar hidup mandiri, belajar blog, jualan online dan sekitarnya.



Jogja juga terkenal sebagai kota wisata, tapi sebagai golongan kurang piknik aku punya cara berwisata yang berbeda alias cuma nyepeda doang muter-muter beberapa ruas jalan di kota Jogja. Ya gitu deh, meski cuma nyepeda gitu-gitu doang tapi sumpah deh gak pernah bosan.

Kalau ngomongin tempat wisata atau tempat yang bisa dikunjungi disekitaran Jogja kota ada banyak pilihan, contohnya kawasan Malioboro, Benteng Vredeburg, Keraton, Taman Sari, kalau mau belanja murah bisa tuh ke pasar Beringharjo, wisata yang sangat cocok untuk anak-anak ada taman pintar dan gembiroloka. Kalau malam yang asyik buat jalan-jalan tuh ya jln Malioboro, Alun-alun Kidul (alun-alun selatan) yang biasa ramai dengan odong-odong, Alun-alun Utara biasanya ramai kalau pas ada acara seperti misalnya sekaten.

Lalu kalau soal kuliner yang populer itu gudeg ya, tapi aku dari awal ke Jogja hingga akhirnya balik ndeso gak pernah yang namanya jajan diwarung gudeg gitu. Ya gitu deh aku tuh seleranya cuma masuk angkringan jajan nasi kucing, masuk warung burjo jajannya mie instan, selebihnya warung soto.

Selaku blogger pendiam yang gak gaul awal-awal dulu di Jogja aku ikut gabung komunitas blogger Jogja walau jarang ikut ngumpul. Dan kala itu ada masanya aku jadi pejuang goodibag, dimana kalau ada event coba-coba ikut terus pulang-pulang bawa goodibag gitu. Tapi lama-lama aku mulai menarik diri terutama ketika sudah sering dirumah (Klaten), hingga akhirnya bulan Juli 2019 aku nongol lagi ikut event, dapat goodibag itu pasti tapi tujuan lain kala itu adalah untuk kesempatan jalan-jalan. Jadi saat itu memutuskan untuk menginap saja di Jogja walau hanya semalam.

Cari Penginapan Atau Hotel Murah di Jogja


Berhubung mendadak otomatis bingung mau nginep diamana? Dikosan ya gak mungkin-lah kan udah gak ngekos, kalau dikosan teman ya gak mungkin-lah kan aku gak punya teman *hehe gak dhing. Dari pada bingung akhirnya cari penginapan atau hotel murah di Jogja. Dan berhubung kini jamannya udah serba hp jadi gak usah ribet, tinggal manfaatin aja aplikasi buat cari dan booking hotel murah.

Entah mengapa aku lebih suka pakai Pegipegi untuk cari dan pilih-pilih hotel murah di Jogja. Karena menurutku Pegipegi mudah dipakai, pilihan hotel-nya banyak. Tinggal instal aplikasi, daftar lalu login dan pilih menu cari hotel.



Lalu pilih lokasi atau kota, tanggal check-in/out, klik cari kamar dah otomatis keluar banyak pilihan hotel murah di Jogja.



Untuk pembayaran hotel yang dibooking via Pegipegi juga mudah karena bisa pilih lewat transfer bank atau lewat minimarket. Ketika udah booking maka nantinya tinggal datang ke hotel lalu check-in tunjukin kode booking. Mudah kan?

Nah, kala nginep di Jogja malam itu aku manfaatkan untuk jalan-jalan di Malioboro lalu ke sekitaran titik 0. Kalau malam emang banyak yang nongkrong sih.



Ketika didepan kantor pos pusat Jogja seketika serasa teringat kembali saat-saat aku jadi buruh ketak-ketik dan mengandalkan gajian dari google. Lumayan kala itu tiap bulan dikasih surat oleh google untuk narik WU di kantor pos.



Setelah itu ketika ada acara lagi di Jogja akhirnya mutusin lagi untuk cari penginapan murah di Jogja dan pastinya mengandalkan Pegipegi lagi. Nah dibulan Agustus 2019 aku nginep lagi di Jogja dan setelah check-out mampir JEC bahkan sempat ketemu sebentar sama mbak Rahmi (emak irit), padahal kami kenal sejak ngeblog di blogdetik hingga blogdetik tutup kami baru ketemu tatap muka pertama kali dan langsung diajak foto yang padahal aku banci kamera alias syok kalau difoto, tuh liat anaknya mbak Rahmi juga sampai syok gitu *hehehe.



Bagiku aplikasi seperti Pegipegi ini sangat membantu, karena kita bisa cari dan pilih hotel kapan-pun dimanapun. Kita bisa membandingkan harga lalu sesuaikan dengan dana atau lokasi tujuan, ya misal kita ingin jalan-jalan disekitar malioboro ya tinggal cari aja penginapan atau hotel yang dekat-dekat situ yang sekiranya dananya sesuai anggaran. Dengan Pegipegi kita gak perlu door to door untuk cari atau banding-bandingin harga penginapan atau hotel. Selain harga juga bisa lihat review atau komentar orang-orang yang sudah menginap sebelumnya, komentar positif atau negatif itu juga bisa jadi bahan masukan untuk pilih hotel yang mana gitu loh, ye kan?

Kalo aku sih gak hanya di Jogja aja, karena ketika ke Solo atau bahkan Tawangmangu maka cari hotelnya pasti melototin Pegipegi, scrolllll atas bawah sampai nemu yang harganya pas (murah). Oke deh, demikian ketak-ketik kali ini, pengalaman sederhana ketika cari hotel murah di Jogja yang sayang kalau gak diposting.



Salam ketak-ketik,
dr pojokan

Lapak Aneka Souvenir Promosi Widhadong

 









Konveksi Kaos Widhadong