2/12/2018

Blogger Jaman Now Nolak Tawaran Campaign? Yang Ada Malah Pada Rebutan, Iya Kan?

Sekarang ini makin banyak yang melek teknologi dan bahkan memanfaatkannya untuk mencari penghasilan. Memang ada banyak cara menghasilkan uang dari aktivitas online, namun disini aku bahas berkaitan dengan para blogger saja ya. Dimana saat ini memang banyak yang berpenghasilan dari blog-nya atau IG-nya atau twitter-nya. Yang blogger pasti paham maksudnya nih, ya kan???



Kalau ngomongin penghasilan mungkin penghasilkan mereka ada yang melebihi UMK, ya kan??? Kalo gak percaya tanya aja mereka yang sering dapat job. Tapi aku sarankan jangan sampai tanya jumlah penghasilan ke orang lain, karena itu urusan dapur banget, lagian ngapain juga kita ngepoin jumlah penghasilan orang lain, ya kan???

Berdasarkan pengamatan ngasal versi ketak-ketik, Blogger kalau ada job review atau semacamnya pasti rebutan, ya kan?? Kalau gak dapat pasti ada yang ngedumel atau bahkan pengen protes “ih kenapa yang dapat job orang itu-itu mulu sih?”. *sekali lagi ini hanya berdasarkan pengamatan ngasal versi ketak-ketik loh ya, kalau salah ya udah coret saja…*hehe…

Sementara aku sendiri kalau lihat ada yang bagi-bagi job lebih baik langsung MENOLAK dari pada ikut rebutan!!! *ih sombong ya…. Padahal aslinya memang hanya bisa nyimak, tanya kenapa? Ya karena aku merasa blog-ku gak masuk kreteria yang dicari oleh para brand itu. Lagi pula kadang selain blog juga dibutuhkan akun sosmed seperti IG dan twitter gitu kan? Lah akun sosmed-ku juga gak masuk kreteria dimana biasanya yang dicari yang followernya ribuan.

Ya aku sendiri sadar diri lah bahwa blog-ku memang gini-gini doang, visitornya juga segini-gini aja, disosmed juga gak terkenal alias miskin follower. Jadi kalau ngarepin dapat job review atau semacamnya sih mustahil. Kecuali kalau memang ada brand yang mau menerima apa adanya tapi ya itu tadi MUSTAHIL!

Kalau pun aku menerima tawaran campaign seenggaknya aku harus punya pengalaman memakai produk itu biar postingannya juga natural gitu loh alias gak ngayal doang. Kalau acara liputan ya pasti harus datang langsung atau kalau enggak nonton tayangan acara live-nya gitu.

Tapi sejauh ini sih belum menerima, karena ya itu tadi aku rasa blog-ku gak memenuhi kreteria. Dulu banget aku juga sudah pernah posting dengan judul Ngaku Bloger Tapi Jarang Ikut Event, Tanya Kenapa? dipostingan itu aku curhat ini itu yang ngasal aja tapi itu jujur dari ubun-ubun yang terdalam.

Tapi pernah sih ikut acara liputan, yakni acaranya duta damai BNPT di Tebing Breksi Jogja tapi itu modelnya lomba jadi gak ada kreteria khusus makanya aku ikutan. Liputan acara awal sampai akhir aku posting di blogdetik tapi sekarang blogdetik udah tutup jadi postingan udah gak bisa diakses. Salah satu bagian dari acara itu ada yang aku posting di blog ini yakni tentang Jemparingan, apa itu? Simak aja dipostingan Panahan Khas Ala Jemparingan Manunggal Rasa Tamtama Mejing Wetan Desa Ambarketawang Gamping Sleman.

Dan kalau misal (sekali lagi ini misal loh ya….), tiba-tiba ada yang nawarin campaign produk kosmetik untuk corat-coret alis misalnya. Si brand ini mau menerima blog-ku apa adanya, yang penting aku nulis aja terus aku selfie pakai produk itu. Kira-kira aku terima gak? Maka jawabnya TIDAK alias aku tolak! Kenapa ditolak? Ya karena aku gak pernah corat-coret alis dengan kata lain aku gak hobi dandan. Jadi kalau temanya tentang kosmestik atau kecantikan tentunya aku menolak, kecuali kalau misal produknya itu dipakai Syahrini, aku meliput tentang produk itu dan bagaimana Syahirni memakainya, apakah hasilnya cetar membahenol atau gimana gitu tinggal diceritakan dalam postingan blog.

Terus gimana cara menolak tawaran campaign yang produknya dirasa gak dijiwai seperti itu? Ya pasti nolaknya baik-baiklah. Misal bilang terimakasih sudah menawarkan, tapi maaf tidak bisa karena gak pernah memakai produknya (ya kurang lebih seperti itu nolaknya).

Yah gitu deh, intinya kalau campaign yang dimaksud adalah tentang produk tertentu ya kalau disuruh nulis seengaknya aku harus punya pengalaman memakai produk itu atau pernah melihat orang lain memakai produk itu gitu. Kalau tema campaign-nya diluar produk maka salah satu tema yang aku tolak adalah yang berhubungan dengan politik.

Postingan ini hanya pandangan pribadi saja loh ya karena aku tahu bahwa pada umumnya orang justru nyari atau pengen banget dapat campaign gitu kan bukan yang menolak.


salam ketak-ketik,
dr pojokan

2/11/2018

Inilah Trik Ngeblog Sederhana Jika Ingin Berhasil Bikin Tren Sendiri, Hanya 2 Point Saja Loh!

Ngomongin soal tren, enakan mengikuti tren atau bikin tren sendiri sih? Jawabannya tentu tergantung selera masing-masing gitu ya, tapi kalau menurutku, sekali lagi ini menurutku loh ya!!!! Lebih enak bikin tren sendiri. Tapi kalo tren yang dimaksud disini dalam hal blogging jujur saja aku merasa kesulitan menciptakan tren karena aku ngeblog-nya ngasal dengan tema yang random. Seperti yang teman-teman lihat bahwa blog ini isinya benar-benar campur raduk.

Meski belum bisa bikin tren sendiri tapi rasanya enggan juga ngikutin tren ngeblog. Berdasarkan pengamatan ngasal versi ketak-ketik tren ngeblog yang lagi marak adalah tema traveling, kuliner dan kecantikan, iya gak sih? Dan kayaknya 3 tema itu banyak yang berbayar, iya kan?

Kenapa aku enggan ngikutin 3 tren ngeblog itu? Karena memang ketiganya gak aku banget!!!! Misal traveling, lah wong aku aja gak pernah piknik, kalaupun piknik ala-ala traveling gitu ya berat karena aku gampang mabok. Terus misal kuliner? lah wong aku aja gak hobi makan. Kalau kecantikan? Lah wong aku aja gak hobi dandan. Tamat deh… gak ada celah buat ngikutin tren ngeblog yang lagi ngehit.



Terus? Ya udah ngeblog-nya gini-gini aja, ketak-ketik segala hal alias gado-gado. Kalau mau bikin tren sendiri itu lebih mudahnya memang niche atau temanya gak yang gado-gado begini, misal traveling ya postingnya segala hal yang ada kaitannya dengan traveling, bisa cerita jalan-jalannya atau tempat wisata atau sekalian tentang kuliner juga masih nyambung sih. Selain itu, hal yang paling penting adalah disampaikan dengan gaya diri sendiri.

Aku pernah praktek giniaan tuh tapi di youtube, sebenarnya yang bikin sudah banyak tapi aku lihat bahasanya pada kaku semua, tapilan videonya juga semua sama. Dan saat itu aku coba bikin dengan tampilan video yang lebih sederhana, bahasa yang juga lebih sederhana bahkan cinderung lebay. Tapi hasilnya banyak orang yang suka, subscribe atau pelanggan di channel-ku kala itu hampir 29ribu (lumayan kan hampir 29K, gak nyangka banget, bagiku itu banyak banget). Ada komentar yang nyinyir tapi lebih banyak komentar yang positif atau suka dengan postingan-postingan-ku gitu. Tapi sayang channel youtub-ku itu kena suspend Januari 2018, yang bikin sedih adalah belum sempat pamitan pada para pelanggan setia yang kurang lebih selama satu tahun hahahihi bersama.

Dari sekedar coba-coba itu seenggaknya aku bisa mengambil pelajaran bahwa sebenarnya niche atau tema tertentu (yang disukai) dengan gaya bahasa yang khas itu adalah point pentingnya ketika kita mau menciptakan tren. Misal suka drakor terus ngeblog tentang drama korea, ya yang dibahas khusus yang berkaitan dengan drama korea dan ya itu tadi pakai bahasa yang khas. Kalau boleh aku bilang bahasa khas disini boleh kok yang lebay bin alay gitu, karena kebanyakan pembaca itu suka yang santai dengan nuansa hahahihi yang kental gitu.

Yah gitu deh, kalau mau praktek bikin tren sendiri 2 point sederhananya ya itu doang. Kalau aku sendiri untuk ngeblog personal sejauh ini masih gini-gini doang, karena kalaupun ngikutin tren seperti traveling, kuliner atau kecantikan aku kurang menjiwai. Lagi pula seperti postingan sebelumnya untuk saat ini aku ingin belajar jualan online dari enol lagi.

Ini ngeblog kayak gini sekedar menghibur diri aja, karena menulis itu bagaikan refleksi jiwa gitu kan walaupun yang ditulis juga ngasal doang kayak postingan ini. Udah gitu aja sih…



salam ketak-ketik,
dr pojokan

2/10/2018

Belajar Jualan Online Dari Enol, Apapun Hasilnya Akan Menjadi Pengalaman Berharga!

Terkait resolusi tahun 2018 sudah pernah aku singgung dipostingan Jualan Online Vs Adsense, dipostingan tersebut aku sempat bilang ingin kembali belajar jualan online. Dulu memang aku sudah pernah jualan online tapi berhenti karena tergoda adsense, ceritanya dulu itu seneng banget pengajuan akun google andsense disetujui jadi semangat banget nyobain adsense tapi kini sudah merasa capek jadi ya itu tadi kembali belajar jualan online.



Kenapa belajar lagi, bukankah sebelumnya udah jualan online dan tinggal meneruskan saja? Karena saat ini memang aku ambil produk yang berbeda. Kalau dulu kan aku jual produk langsung ke konsumen, jual eceran gitu lah. Kalau sekarang jual produk souvenir yang gak eceran.

Jualan Online Yang Dulu

Sebenarnya aku suka-suka aja jualan produk eceran, peluang targetnya lebih besar tapi sisi puyengnya adalah harus menghadapai banyak konsumen yang tipenya beda-beda. Ada tipe yang santai tapi ada juga tipe yang ribet misal baru bayar udah langsung ngejar-ngejar nomor resi, baru sehari udah protes kok gak nyampek-nyampek? Dan protes-protes lainnya yang butuh kesabaran tingkat ubun-ubun. Selain itu, dulu terkendala masalah dengan supplier misal barang sering kosong dan sekitarnya.

Jualan Online Yang Sekarang

Nah, yang sekarang ini terasa beda dan lebih berat karena target pasarnya lebih sempit, sangiannya juga sudah banyak, berasa banget belajar dari enol lagi gitu. Tapi ya tetep di coba, untuk tahab awal jual souvenir payung dengan domain www.drpojokan.com dengan judul Aneka Souvenir Widhadong. Si domain ini dulunya blog personal lalu dari pada tidak pernah update ya udah dimanfaatkan untuk jual aneka souvenir seperti grosir payung murah Widhadong, grosir tumbler murah, grosir pulpen murah, jual notesbook murah, selain itu juga melayani konveksi kaos murah. 

Intinya di Aneka Souvenir Widhadong itu hanya menjual payung, tumbler, pulpen, dll dengan jumlah yang banyak, misal untuk kebutuhan souvenir promosi, souvenir ulangtahun, souvenir pernikahan, souvenir tahlilan dan lain sebagainya. Souvenir payung promosi itu misalnya teman-teman pernah dapat hadiah payung gak? Entah itu dari undian, beli produk tertentu atau ikut acara sebuah event. Payung itu ada tulisan nama perusahaan, logo, merek produk dan lain sebagainya, Itu namanya souvenir payung promosi.

Jadi yang sekarang ini targetnya pasarnya lebih sedikit, yakni ke perusahaan yang butuh souvenir atau ke perorangan yang sedang punya acara hajatan, atau ke penjual yang butuh barang dagangan untuk dijual ulang. Domain jualan payung onlinenya itu memang masih baru tapi sebenarnya pembuat payungnya udah ada bertahun-tahun sebelumnya.

Sekarang kan jual payung, enter bertahab jual produk seouvenir lainnya seperti misal tas spunbond. Ada yang tau tas spunbond? Teman-teman blogger yang rajin ikut event pasti tau, karena kadang ada sponsor yang bagi-bagi goodie bag dengan tas spunbond. 

Tahab awal ini memang masih butuh banyak belajar, proses belajarnya pun berlahan karena aku bukan tipe orang jenius. Masalahnya selain aku orang awam juga soal sangian sudah banyak, udah gitu pada jago seo semua tapi ya sudahlah, aku tetep semangat belajar (*sambil gemeteran dipojokan, ngeri lihat saingan… hahaha).

Aku mikirnya sekarang harus coba dan banyak belajar aja dulu, entar berhasil atau gagal tetep akan menjadi sebuah cerita gitu (bisa jadi bahan posting di blog entar..), jadi ya gak usah takut untuk mencoba. Intinya apapun yang akan terjadi anti bakalan jadi sebuah pengalaman gitu aja.


NB: Mulai 2019 udah gak jualan payung lagi, mulai 2019 hingga sekarang jual dori fillet Solo (Surakarta) dan Jual Slice Beef Untuk Grill dll Area Kartasura dan sekitarnya. 


salam ketak-ketik,
dr pojokan

2/09/2018

Mario Teguh Golden Ways Acara Talk Show Yang Pernah Jadi Idola Banyak Orang, Kamu Termasuk?

Jujur saja belakangan ini bahkan udah cukup lama aku jarang banget nonton tv, kadang nyalain tv ketika menjelang malam sekitar sejam gitu nonton acara random untuk sekedar mengamati tayang tv jaman now itu kayak gimana gitu, kadang juga cuma dinyalain doang gak disimak. Intinya sih di tv itu tetep aja ada sinetron yang gak mendidik karena ceritanya berantem, ngegenk, rebutan pasangan, rebutan harta, saling bully dan sekitarnya. Ada juga yang full acara dangdutan.

Nah waktu ngetik postingan ini nih siangnya sempat ditanya budhe yang kebetulan pulang kampung, si budhe heran kenapa aku gak pernah nonton tv? Aku cuma hahahehe dengan jawaban yang gak jelas. Kalau soal nonton tv sih pada dasarnya tergantung selera masing-masing gitu ya, kebetulan aja aku gak begitu kecanduan. Kalau nonton tuh sukanya acara yang positif, menginspirasi atau yang lucu-lucu gitu tapi lucunya ya gak yang kayak facebooker atau semacamnya, sumpah itu gak lucu.



Salah satu acara tv yang dulu selalu rutin nonton adalah acara talk show Mario Teguh Golden Ways. Tapi sekarang acara itu udah gak ada, karena ya gitu deh ada masalah nganu itu kan (soal masalahnya apa gak sudah dibahas ya, karena menurutku itu adalah masalah pribadi pak MT dan keluarganya). Disini aku hanya ingin cerita kenapa suka nonton acara itu, dimana menurutku acara MTGW itu bisa memberikan masukan positif. Mungkin sebagian besar orang sudah tau lah isi acara itu kayak gimana, karena memang MTGW itu termasuk talk show yang saat itu diminati banyak orang.

Intinya acara MTGW itu memberikan berbagai motivasi masalah kehidupan sehari-hari entah itu karir, percintaan dan lain sebagainya. Salah satu contohnya acara Mario Teguh judulnya "Capek Deh".

Mario Teguh Capek Deh itu yang dibahas itu adalah pribadi-pribadi yang membosankan, meletihkan, ya pokoknya yang bikin capek deh. Pribadi yang meletihkan itu yang bagaimana? dia yang suka mengeluh, tidak tau tapi sok tau udah gitu sombong dan kalo dibilangin ngeyel. Pikir-pikir: Aku kayak gitu gak ya? (kayaknya iya-iya gimana gitu) Kalo kamu gimana? (silakan pikir sendiri)

Ada lagi yang aku ingat-ingat itu: jangan ikut menikmati humor, yang mana humor itu merendahkan sesama. Terus soal vote, dimana pertanyaanya aku lupa, tapi intinya gimana kalo anda punya teman yang membosankan itu, dengan pilihan jawaban yang aku lupa juga tapi kurang lebih sbb:

a. tetap temenan dan terus menasehati
b. meninggalkannya untuk urusan yang lebih penting
c. berdo’a bersama untuk mengeluarkan makluk halus yang menggaggunya

Kebanyakan jawab pilihan: a. tetap temenan dan terus menasehati, sebagaian jawab b, ada juga yang jawab c. Kalo aku waktu itu ikut vote pasti aku pencet b, tapi kalo kamu pilih mana? c ya?
Yang diatas hanya salah satu contoh saja ya, aku ingat intinya yang edisi "Capek Deh" itu sedemikian rupa karena memang dulu pernah aku posting di blog.

Meski banyak juga yang beranggapan negatif, misal ada yang bilang “hidup itu gak semudah omongannya MT” dan semacamnya yang menggunakan bahasa yang lebih kasar. Yah intinya kalau menurutku, sekali lagi ini menurutku loh ya! Acara itu banyak memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan acara lainnya yang ada saat itu.

Acara talk show lain yang dulu sempat rutin ditonton selain MTGW adalah kick andy dan hitam putih. Nah yang kick andy itu jadi jarang nonton karena keseringan lupa jadwalnya, kalau hitam putih gak pernah lagi nonton karena gak tertarik dengan tema-tema yang kadang bawain apa-apa yang sedang viral, atau bahas artis yang gimana gitu, pokoknya serasa gak menarik lagi gitu deh.

Bagiku tontonan itu juga mempengaruhi gaya atau tema posting di blog. Misal habis nonton acara Mario Teguh keesokan harinya bisa dijadikan postingan. Dulu aku kadang juga posting seputar artis terutama tema tentang bisnis artis (bisnisnya Syahrini, bisnisnya Luna Maya, bisnisnya Vicky Shu, bisnisnya Caesar sebelum kembali lagi joget di tv) atau hal menarik lainnya setelah nonton acara hitam putih atau semacamnya. Dan ada loh yang ngecap tukang gosip atau blognya dianggap blog gosip karena ada postingan seputar artis. Bahkan aku ingat banget pernah ditolak masuk sebuah komunitas blogger gegara blogku ada postingan seputar artis, katanya aku diterima asal postingan seputar artis itu dihapus. Pikirku ya udah deh gak jadi masuk, intinya aku ogah menghapus postinganku.

Kalau acara semacam ILC atau Mata Najwa? Meski banyak orang yang suka tapi jujur saja aku tidak karena gak tertarik dengan yang nuansanya perdebatan, politik atau semacamnya. Aku tau hal-hal yang heboh itu cuma modal ngamatin sosmed aja, lihat status orang-orang. Kalau misal pengen tau gitu baru deh baca-baca berita terkait.

Yah itulah sedikit ketak-ketik seputar acara talk show yang dulu pernah diidolakan oleh banyak orang, termasuk aku bahkan mungkin kamu juga, iya gak? Oh kamu enggak??? Maaf salah…. Haha.. Tapi jujur sekarang aku juga sudah gak ngikutin seputar pak MT meski dulu sempat suka nonton acara MTGW-nya di tv.



salam ketak-ketik,
dr pojokan

Lapak Aneka Souvenir Promosi Widhadong

 









Konveksi Kaos Widhadong