2/08/2019

Nyepeda Atau Berkendara Di Pedesaan Justru Harus Lebih Hati-hati, Tanya Kenapa?

Ada yang hidupnya si desa? Gak ada? aku doang yang ndeso ya. Aku tinggal disebuah desa daerah Klaten. Sebelumnya sempat tinggal di Jogja. Saat masih di Jogja sukanya sepedaan sekitar  Tugu Jogja, Malioboro, Alun-alun utara, Alkid, daerah Kota baru dll.

Namun bulan Desember 2018 akhirnya sepedanya dibawa pulang ke Klaten. Jadi gak lagi-lagi sepedaan di Malioboro dan sekitarnya. Apakah sepedanya dikayuh dari Jogja sampai Klaten? Tentu tidak, aku paketin pakai kereta caranya gampang kok udah aku posting di ‘Cara Mudah Kirim Paket Sepeda, Motor dll Dengan Kereta’.

Dulu jaman masih muda memang pernah nyoba naik sepeda ontel dari Jogja (dareah Tamansiswa) sampai Klaten (daerah Trucuk). Kalau sekarang suruh coba lagi gitu ya bisa-bisa aja tapi takut lelah. (*alesan…. Ya gitu deh makin tua makin banyak alasan).

Nah meski kini gak lagi sepedaa di kota Jogja tapi tetap nyepeda di desa. Sebenarnya lebih asyik nyepeda di desa dengan pemandangan sawah dan gunung, apalagi kalau masih pagi sambil menyaksikan matahari keluar.

Tapi kalau nyepeda atau berkendara di pedesaan justru harus hati-hati, lah kenapa coba? Bukankah di desa itu sepi dan gak ada polisi? harus hati-hati karena:

Banyak Anak-anak


Banyak anak-anak disini maksudnya bukan anak-anak pada nyebrang loh ya tapi banyak anak yang naik motor. Jangankan anak SMP lah wong anak SD aja ada yang naik motor. Dan yang namanya anak-anak kalau naik motor ada yang ngebut kejar-kejaran, ada yang bonceng tiga, ada yang narik temennya yang naik sepeda. Dan ada-ada aja gitu deh.



Gambar diatas foto lama, gak sengaja lihat momen kayak gitu. Dan dulu foto ini pernah dicomot orang terus dikasih keterangan bahwa gambar itu diambil didaerah Banten padahal sih aslinya itu foto aku yang motret didaerah Klaten.

Kalau nyepeda atau berkendara lalu ketemu anak-anak bawa motor mending melambat atau menjauh gitu. Kalau ngarep merekanya yang hati-hati itu susah karena yang namanya anak-anaik naik motor itu semakin marak. Mereka motoran gak hanya saat pergi main tapi juga saat pergi ke sekolah.

Kenapa anak-anak banyak yang naik motor untuk ke sekolah padahal yang SMP pasti motor gak boleh masuk ke parkiran ya kan? itu karena disekitar sekolah pasti ada yang nyediain penitipan motor, guru bahkan polisi tau itu tapi ya dibiarkan saja. Jangankan guru atau polisi, lah wong orangtuanya aja cuek dan anaknya dibiarkan naik motor bahkan ada yang masih kecil pun udah diajarin.

Biasanya alasan anak naik motor ke sekolah adalah rumahnya jauh atau gak ada ongkot (males naik sepeda takut capek). 

Dan sebenarnya dari jaman aku dulu juga sudah ada sih anak-anak yang naik motor tapi lebih banyak sekarang. Aku dulu dari SD sampai lulus SMA ke sekolah naik sepeda ontel loh ya, dan apakah itu karena taat lalulintas? karena gak punya motor... hahaha...

Banyak Emak-emak Otodidak


Selain banyak anak-anak di desa juga banyak emak-emak otodidak. Maksudnya tuh tipe emak-emak yang belum lama belajar naik motor tapi kemana-mana dah berani naik motor.



Dan yang namanya emak-emak itu biasanya lebih kagetan atau panikan, misal gampang ‘mak tratap, mak jegagik dan semacamnya’. Orang kalo panikan itu bisa gampang jatuh atau bikin yang ada disekitarnya juga ikut kaget. Gak hanya emak-emak sih, bapak-bapak juga banyak bahkan embah-embah juga ada.

Yah intinya di desa itu gak ada polisi tapi tipe-tipe pengendaranya justru lebih variatif dan neko-neko jadi itulah mengapa harus hati-hati.

Kalo jaman dulu sih jalan-jalan tertentu di desa kadang memang berasa gimana gitu. Ya dulu itu kan kadang ada yang hobi ngoleksi pesugihan terus dilepas suruh cari makan. Kalau sekarang sih agak mending kayaknya. Tapi gak tau juga dhing, soalnya dulu aku bisa ngerasain hal-hal mistis tapi sekarang udah enggak. *Udah mati rasa…

Sekarang ngerasain horornya kalau nyepeda atau berkendara di jalan terus ketemu anak-anak naik motor ngebut atau ketemu yang model emak-emak otodidak. Aku sendiri kalau naik motor sukanya pelan-pelan, gak bakat ngebut takut mak tratap gitu. Tapi biasanya kalau keluar cuma beli kuota atau kemana gitu pilih naik sepeda aja.

Salam ketak-ketik,
dr pojokan

2/07/2019

Mendaki Bukit Pertapan Bayat, Wisata Baru di Klaten!

Kini hampir setiap daerah mengembangkan daerah perbukitan untuk wisata baru. Di daerah Klaten juga ada sejumlah perbukitan yang dikembangkan jadi tempat wisata. Bukit tempat wisata di Klaten itu ada di kecamatan Bayat. Misalnya Bukit, Patrum, Bukit Cinta, Watu Sepur, Pesona Puncak Arjuna dan Bukit Pertapan. Di daerah Wiro dekat Watu Sepur juga ada Bukit Wisata Karang Pandan Tugurejo tapi aku belum pernah nyobain kesana karena masih proses dibuat.



Orang saat ini memang cinderung suka jalan-jalan berfoto lalu update status. Sehingga tempat yang instagrammable atau tempat yang bagus untuk foto pasti sangat diburu. Buat yang orang Klaten sudah pada pernah ke Bukit Pertapan belum? Penasaran gak si Bukit Pertapan itu seperti apa?

Beberapa waktu yang lalu aku sudah nyobain mendaki bukit pertapan Bayat. Kalo soal jalan menuju bukit pertapan jangan tanya aku ya karena aku gak paham jalannya. Kalo pengen kesana bisa googling atau buka map menuju lokasi bukit pertapan Bayat Klaten.

Tiket Masuk Bukit Pertapan


Untuk masuk bukit pertapan waktu itu masih bayar seiklasnya alias belum ada harga tiket pasti. Kalau pun ada tiket masuk ke bukit pertapan ya mungkin 2rb karena umumnya segitu.

Bukit Pertapan Bagus Gak?


Saat aku kesana nampaknya bukit pertapan belum sempurna. Jalan menuju keatas sebagian masih berupa tanah biasa-biasa saja dan kebetulan waktu kesana masih agak becek karena habis hujan. Mungkin juga karena belum sempurna jadi tiket masuk masih seiklasnya.



Meski tempatnya belum sempurna tapi aku pribadi suka karena sekalian buat olahraga. Yang gak juka jalan pasti gak kuat sampai puncak karena jaraknya cukup jauh. Waktu aku kesana tempatnya masih sepi hanya bertiga bersama dua ponakan, ada rombongan emak-emak tapi mereka akhirnya puter balik karena gak sanggup sampek atas.

Emang diatas puncak bukit pertapan ada apa? Ada 3 gardu pandang yang cukup tinggi. Aku sendiri gak sanggup berlama-lama karena rasanya pusing gimana gitu, aku memang suka puyeng ditempat ketinggian. Ada juga tempat seperti pendopo tapi aku gak mendekat karena ngeri aja kayak kuburan.

Aku gak banyak foto-foto karena terlanjur capek jadi duduk aja nomgkrong sambil menikmati pemandangan. Bukit Pertapan cocok untuk yang suka keheningan sembari menyaksikan yang hijau-hijau atau lihatin kekarnya barisan gunung kidul atau bukit-bukit sekitarnya.



Ya kalau aku emang cocoknya tempat yang kayak bukit pertapan itu, duduk diam, plonga-plongo dan gak ada selfie-selfienya.

Dan mendaki bukit pertapan itu ada hal yang tak terlupakan yakni gak bawa minum plus banyak nyamuk. Aku pikir jaraknya gak sejauh itu dan aku pikir diatas ada yang jualan. Kalau mau naik ke bukit pertapan jangan lupa bawa bekal minimal minuman dan olesin atau pakai anti nyamuk.

Dan asyiknya waktu kesana sedang musim kupu-kupu jadi bisa sambil nonton kupu berterbangan atau yang hinggap di bunga seperti ini:



Aku gak banyak foto karena ya itu tadi terlanjur capek leyeh-leyeh nikmati pemandangan sambil nahan haus, nahan pusing. Meski capek tapi kalau diajak kesana lagi pasti aku mau banget. Lumayan buat olahraga gitu loh. Dan saat itu setelah dari bukit pertapan ini langsung menuju ke Pesona Puncak Arjuna Di Bayat juga tempatnya.

Salam ketak-ketik,
dr pojokan

2/06/2019

Dampak Google+ Dihapus: Bagi Pengguna Blogspot Atau Blogger Segera Ubah Profil Pengguna Atau Profil Komentar!

Pasti sudah pada tau kan bahwa google memberikan pengumuman google+ akan dihapus? seketika aku sedih dan was-was gimana gitu. Sedihnya bukan karena google+ dihapus tapi mikirin gimana dampaknya untuk blog setelah penghapusan G+ karena aku pengguna blogspot, termasuk blog ini juga pakai bloggernya si google.



Aku mikir gimana nanti jadinya komentar blog yang biasa pakai g+, lebih dari itu juga was-was kalau template terpengaruh. Sebelum ada pengumunan itu sebenarnya beberapa blogku tiba-tiba bermasalah yakni tombol replay komentar tidak bisa diklik dan tampilannya jadi gak rapi, tidak lagi tersusun gituloh. Aku coba otak-atik ditambahin kode css dll akhirnya bisa sedikit rapi dan bisa diklik tombol replaynya tapi tetep aja ada yang gak berfungsi lagi misal emoticon sudah gak bisa muncul lagi di blog ini. Tapi jika dikembalikan ke template bawaan blogger susunan komentarnya bisa rapi dan tombol replay juga berfungsi dengan baik, mungkin sebenarnya blogspot ini maksa agar pakai template bawaan.

Jika penghapusan google plus ini berpengaruh lagi aku was-was takut harus ganti template karena udah benar-benar males ganti template blog. Menurutku hal yang paling boros waktu adalah ketika ganti template, iya gak sih? kalo dah utak-atik template gitu bisa jadi lupa segalanya.

Dan pagi-pagi ketika login blog ada pemberitahuan seperti ini, dan pasti semua pengguna blogspot dapet ginian:

  • Sebagai tindak lanjut dari pengumuman penghentian Google+ API yang dijadwalkan akan dilakukan pada Maret 2019, sejumlah perubahan akan dilakukan pada integrasi Google+ di Blogger pada 4 Februari 2019.
  • Widget Google+: Dukungan untuk widget “Tombol +1”, “Pengikut Google+”, dan “Badge Google+” pada Tata Letak tidak akan tersedia lagi. Semua instance widget ini akan dihapus dari blog Anda.
  • Tombol +1: Tombol +1/G+ dan link berbagi Google+ di bawah entri blog dan pada menu navigasi akan dihapus.
  • Perlu diketahui bahwa jika menggunakan template kustom yang menyertakan fitur Google+, Anda mungkin perlu memperbarui template Anda. Harap hubungi supplier template Anda untuk mendapatkan saran.
  • Komentar Google+: Dukungan untuk komentar Google+ akan dinonaktifkan, dan semua blog yang menggunakan komentar Google+ akan dikembalikan ke menggunakan komentar Blogger. Sayangnya, komentar yang diposting sebagai komentar Google+ tidak dapat dimigrasikan ke Blogger dan tidak akan muncul lagi di blog Anda.

Yah gitu deh, penghapusan google+ akhirnya berpengaruhnya ke blog. Terus gimana? ya mau gak mau harus menyesuaikan perubahan. Jika diamati diblog ini memang komentar belakangan ini banyak yang "unknown" karena mungkin yang komentar pakai G+ dan ia tidak punya akun blog.

Buat blogger atau yang punya akun blog lebih baik kalau blog walking terus ninggalin komentar pilih yang isi name dan url saja.

Cara Mengubah Akun Profil Atau Admin Blog Dari G+ ke Akun Blogger


Untuk blog ini sudah aku setting ke profil blogger karena sebelumnya aku pakai profil G+. Cara ganti profil pengguna gimana? masuk aja ke setelan pengguna lalu disitu kan ada dua pilihan yakni blogger dan google plus, lalu pilih aja yang blogger. Silakan diedit apa aja yang ingin ditampilkan di akun profil pengguna.



Contoh tampilan profil admin atau author blog ketak-ketik ini kini jadi IG @widhawatitok seperti dibawah ini:



Terus untuk komentar yang sebelumnya pakai akun g+ gimana? entahlah, dari info-nya google diatas sih gak akan muncul tapi gak tau juga dhing. Jadi nyesel juga sih kenapa dulu pakai profil G+ di blog kalau akhirnya seperti ini, tau gitu dari dulu tetap pakai profil blogger, ye kan? ah sudahlah, sudah terlanjur.

Intinya dengan penghapusan ini maka selaku pengguna blogspot atau blogger harus menyesuaikan diri, termasuk kode meta tag yang berbau-bagu G+ di kode html.

Selain was-was efek penghapusan G+ aku juga sempat ngebayangin gimana kalau akhirnya blogspot dihapus oleh google? blogger pengguna blogspot sepertiku pasti kejang-kejang. Ah entahlah...


Salam ketak-ketik,
dr pojokan

2/04/2019

Taman Bunga Kebon Asri Bayat Tempat Selfie Bukan Seperti Tempat Wisata! (Di Klaten)

Ketak-ketik kali ini tentang sebuah tempat di Klaten. Orang Klaten mungkin pernah liat orang atau teman tebar foto dengan latar belakang bunga-bunga. Atau belum pernah tau dan penasaran dimana taman bunga Bayat itu berada? Kalau belum tau coba googling atau buka map jalan menuju taman bunga kebon asri Bayat yakni di Dukuh Ngepringan, Kebon Kecamatan Bayat Klaten.



Aku sendiri gak begitu paham jalannya karena hanya nebeng aja. Ketika melihat foto-foto orang di sosial media ya memang terlihat bagus. Tapi entah mengapa dalam hati kecil bicara bahwa pasti tak seindah aslinya. Aku sempat bilang “iki mesti yen diparani asline mak pecengik ngono tok”.

Dan tiba saatnya suatu ketika aku ikut berkunjung ke taman bunga kebon asri Bayat. Tadinya mau berangkat naik sepeda tapi gak jadi karena sekalian mau ke Bukit Pertapan dan Pesona Puncak Arjuna Sidowayah Bayat.

Hanya beberapa saat menempuh perjalanan akhirya sampailah di tempat yang dituju yakni taman bunga Bayat. Dan tempatnya itu…. Jreng jreng…sesuai dugaan sih, menurutku biasa aja. Yah kalau sekedar untuk ambil satu dua foto selfie sih lumayan bisa buat update status ye kan.



Tapi kalau niatnya untuk refreshing sepertinya tidak memuaskan. Karena tempatnya tidak begitu luas. Lokasi taman bunga Bayat itu ditengah pemukiman jadi sekitarnya itu rumah warga. Konon juga taman bunga itu milik pribadi tapi dibuka menjadi tempat wisata gitu.

Tiket Masuk Taman Bunga Kebon Asri Bayat


Untuk bisa menikmati pemandangan bunga taman kebon asri anda harus membayar 5rb per orang. Mahal gak? Menurutku sih mahal.



Tapi jika memang niatan untuk pergi foto-foto agar bisa update status ya tentu harga segitu gak mahal. Mungkin karena aku berharap bisa refreshing tapi ternyata serasa biasa aja jadi aku merasa harga 5rb itu mahal.

Yah buat yang suka foto-foto selfie silakan berkunjung ke taman kebon asri Bayat ya. Atau buat yang penasaran juga silakan aja siapa tau pandangan kita berbeda, misal aku bilang biasa aja tapi bisa jadi menurut anda bagus gitu.

Kini memang orang suka cari tempat yang instagramable, sekedar foto terus upload. Tapi kebetulan aku gak suka selfie ya, jadi waktu di taman bunga aku hanya foto kupu-kupu contohnya seperti ini:

Dan yang bikin aku bertanya-tanya adalah apakah taman bunga itu akan abadi? Karena kan bunga tak selamanya mekar, ada saatnya dia mengering ye kan? Atau mungkin sistemnya tambal sulam gitu, dimana ada yang kering lalu diganti yang baru.

Ah entahlah, aku gak bisa ngetik panjang karena ya memang gitu doang sih. Berikutnya akan ketak-ketik cerita pengalaman mendaki bukit pertapan.



Salam ketak-ketik,
dr pojokan

Lapak Aneka Souvenir Promosi Widhadong

 









Konveksi Kaos Widhadong