7/15/2019

Ternyata Menjadi Pecinta Drakor Itu Tidak Mudah Dan Aku Menyerah!

Dulu sempat pengin banget coba-coba nonton drakor untuk hiburan, pertama nonton semangat banget sampek ngabisin kuota. Tapi setelah nonton 2 judul rasanya seperti bosan, ternyata menjadi pecinta drakor itu tidak mudah dan aku menyerah. Padahal kan dulu bayangannya kan lumayan tiap habis nonton bisa buat postingan di blog gitu, tapi ternyata tak seperti yang terbayangkan. Padahal dulu udah milih yang lucu-lucu biar menyenangkan dan gak ngebosenin tapi akhirnya bosan juga.



Yah mungkin nonton drakor itu ibarat hobi, kalo dasarnya gak suka ya gak bisa dipaksain. Bahkan pura-pura suka pun gak bisa, padahal sih di Trans TV itu makin sering muter drakor ini itu, di youtube juga banyak. Mungkin ini akibat terlalu negativ thinking seperti yang pernah aku ketak-ketik di postingan yang judulnya 4 Gambaran Ngeri Para Pecinta Drakor!

Dulu sebagai penonton drakor level pemula takut naik level jadi pecinta drakor garis keras, akhirnya ketakutan itu jadi nyata karena aku gagal naik level. Kira-kira kenapa kok gak bisa menjadi pecinta drakor sejati? Apakah karena pemain-pemainnya kurang ganteng/cantik? Apakah karena miskin kuota? Apakah karena gak kebagian colokan listrik? Tentu buka karena itu, ye kan? Eh tapi kalo karena miskin kuota ya agak-agak iya sih *hahaha…

Ya gimana ya, pertama tuh nonton 2 judul itu bisa sampek episode terakhir, tapi berikut-berikutnya nyoba nonton yang lain rasanya bosan. Kadang udah bisa nebak ceritanya gitu loh, kan jadi gak asik karena mikirnya “halah gitu doang”, “tuh kan gitu”.

Mungkin memang akunya yang gak cocok hidup diair ^eh gak cocok hidup mendrakor. Ya udah hiburannya kembali ke blog aja, meski hanya ketak-ketik ini itu gak konsisten bin gado-gado. Yang tadinya blog ini mau rutin posting label DRAKOR eh akhirnya enggak jadi.

Ah udahan ah… jualan nugget, sosis, ikan dori, kakap dll dulu di Supplier Frozen Food (www.supplierfrozenfood.com) dan jualan payung di Cetak Payung Murah (www.payunghargamurah.com).



Salam ketak-ketik,
dr pojokan

7/10/2019

Hasil Pendapatan Blog Kerjasama Dengan Babe Apps, Besar Atau Tidak?

Tahun 2018 aku pernah ketak-ketik pengalaman dapat tawaran kerjasama dengan babe apps. Jika yang dapat tawaran itu adalah blogger level atas mungkin gak akan banyak mikir untuk mengabaikan tawaran itu. Berhubung aku blogger receh maka kala itu iseng-iseng nyoba menerima tawaran itu dan hasilnya sudah sedikit aku ceritakan dipostingan sebelumnya yang judulnya Dapat Penawaran Kerja Sama dari BABE Apps (Baca Berita), Sebaiknya Gimana? Ambil Atau Tidak?



Dipostingan sebelumnya itu intinya secara pendapatan masih zonk tapi secara visitor ada peningkatan. Saat itu data belum bisa dilihat, karena masih awal-awal. Lalu sekarang setelah satu tahun apa kabar? Hal yang paling bikin penasaran tentunya adalah tentang hasil pendapatan blog kerjasama dengan babe apps besar atau tidak? Kira-kira banyak atau dikit hayo? piro hayo???? selama setahun aku sudah berapa kali dapat transferan dari babe apps? Piro hayo???

Jawabnya adalah…..

Adalah…..

Belum sama sekali dapat tranferan, ya bisa dilihat estimasi pendapat blog ini selama setahun dari babe apps adalah angka yang dikotakin warna merah biru.



Jelas ya, itu maksudnya adalah lima puluh enam ribu empat ratus sembilan puluh delapan rupiah bukan 56 juta apalagi $56,498.

Jika dilihat selama ini pendapatan tertinggi terjadi pada suatu hari yakni tanggal 1 Januari 2019 yakni sebesar lima ribu sekian rupiah. Dan jika di cek kala itu aku habis bikin postingan yang judulnya 4 Gambaran Gaya Hidup Memprihatinkan Para Pecinta Drakor!



Jadi kesimpulan dari kerjasama dengan babe apps selama setahun itu aku tuh belum pernah dapat transferan, karena untuk bisa dapat transferan minimal estimasi pendapatan adalah sejuta alias 1jt alias sak nyuto. Lah kalo selama setahun dapatnya lima puluh ribu alias seket ewu lalu butuh berapa tahun aku bisa dapat transferan dari babe apps? Berapa tahun hayo0o? dah ya gak usah dihitung. *hahaha…

Kenapa hasilnya sedikit itu? menurutku, ini menurutku loh ya, Ini semua karena blog ini memang jarang update, dan lebih dari itu nilai klik atau pendapatan dari babe apps itu memang tidak banyak alias receh banget. Kalau misal rajin pakek "ngoyo banget" gitu ya mungkin bisa-bisa aja PO tapi sama-sama ngoyo ya mending main google adsense aja, tapi ya terserah dhing.

Ya itu sedikit pengalaman receh ketak-ketik bersama babe apps. Soal mencari penghasilan dari blog itu bisa macem-macem misal dari google adsense, dari review, dari lomba blog, atau dari kerjasama macam babe apps itu atau lainnya. Tinggal pilih senyamannya aja, kalau aku selaku blogger yang gak pernah naik pangkat ya gitu deh, sukanya coba-coba ini itu, hasilnya zonk ya dinikmati aja. Bisa berbagi pengalaman receh gini aja udah seneng kok, karena rasa seneng itu gak melulu diukur dengan uang. *sok bijak... hehehe...


Salam ketak-ketik,
dr pojokan

4/20/2019

Kesal Nomor NIK Dipakai Orang Lain Untuk Registrasi Kartu Sim Card, Lalu Solusinya?

Lama gak ketak-ketik di blog ini, berhubung lagi kesal jadi tiba-tiba pengin nangis eh nulis. Jadi ceritanya mau registrasi nomor sim card baru, udah ketik nik dan kk tapi badalah jawabannya:

Maaf, NIK Anda sudah digunakan untuk registrasi 3 nomor. Untuk registrasi nomor selanjutnya kunjungi Gerai Indosat Ooredoo.

Padahal sebelumnya aku baru daftar 2 nomor dan nomor itu masih aktif semua. Aku penasaran lalu ketik info#nik kirim ke 4444. Jawabannya terpampang nyata, yang 2 nomor memang nomorku dan yang satu aku gak tau nomor siapa.

Aku coba telpon ke 185 (padahal aku tau sih pasti jawabannya suruh ke gerai). Telponku dijawab mbak CS dan iya aku disuruh ke gerai. Lalu aku tanya kalau nanti ke gerai entar nomor yang bukan nomorku itu bisa diunreg? Jawabnya kalau tau nomor lengkapnya bisa. Aku bilang lah itu bukan nomorku ya aku gak tau nomor lengkapnya.



Aku sempat mengeluh apa gunanya registrasi kartu kalau caranya bisa pakai nik orang lain gini. Dan mbak CS bilang “soal itu telpon saja ke mentri informatika”.

Aku masih aja ngeluh yang intinya masak pihak operator gak bisa ngasih solusi. Dan mbak CS bilang yang intinya itu kebijakan kominfo dan aku lagi-lagi disuruh telpon kominfo. (*pengen bilang situ gak ngasih pulsa nyuruh-nyuruh telpon... hehe gak dhing...).

Dulu sih aku biasa aja ketika baca keluhan orang yang nomor niknya dipakai orang lain. Dan setelah aku mengalami sendiri ternyata ngeselin.
Aku masih bingung apa gunanya registrasi? Toh daftar pakai nik orang tanpa ijin juga bisa ya kan? Kalau misal tanpa sepengetahuan kita nomor nik dipakai orang lain untuk penipuan atau kejahatan gitu apakah kita yang terlacak sebagai penjahat?

Dan lihat aja tuh setelah ada kebijakan registrasi kartu pakai nik apakah sms spam seperti udian berhadiah atau semacamnya juga lenyap? Enggak kan? Sms-sms bodong itu masih banyak.

Embuhlah, buat teman-teman coba dicek nik-nya masih aman atau apakah dipakai orang lain tanpa izin? Kalo indosat cara ngeceknya ketik info#nik kirim ke 4444. Kalau operator lain aku kurang tau karena nomorku indosat semua.

Kalau nik masih aman ya syukurlah, jaga terus privasi nik itu. Kalau ternyata setelah dicek ada nomor yang gak dikenal ya uda, yuk mari kesal berjamaah.

Dengan pengalaman ini maka solusinya ketika nik dipakai oranglain adalah datang ke gerai atau manut mbak CS telpon kominfo (paling entar kominfo bingung "siapa elu telpon2 gue atau "apa urusan anda menanyakan hal itu). "-tamat....."


salam ketak-ketik,
dr pojokan

3/06/2019

Pemburu Job Review Atau Content Placement Galau, Kenapa DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority) Turun?

Dunia blogger heboh dengan merosotnya DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority), terutama bagi para pemburu job review atau content placement pasti galau kenapa DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority) turun? apa penyebabnya? kalau aku sih jujur saja gak begitu memperhatikan DA atau PA. Kalaupun dicek ya pasti blog ini nilai DA/PA rendah karena blog ini jarang update postingan. Nah, buat pemuja DA/PA coba dicek pas minggu pertama bulan maret ini apakah nilainya turun?



Meski gak peduli nilai PA/DA blog ini tapi yang sedikit aku tau tentang gimana cara agar DA/PA naik adalah dengan rajin posting, rajin promosi blog atau blogwalking atau ngebacklink atau semacamnya. Cuma dua itu aja sih, tapi ya soal posting juga harus diperhatikan misal bikin konten yang seo friendly dan kalau misal ngebacklink cari tempat backlink yang bagus. Pada dasarnya jika berharap dapat hasil yang bagus entah itu posting atau ngebacklink juga harus gak sembarangan gitu.

Dalam dunia SEO kadang ada yang namanya google update algoritma, nah ketika google melakukan update biasanya akan membawa dampak pada rating blog atau visitor blog yang bisa jadi naik atau turun (*tapi biasanya turun sih). Untuk SEO 2019 ini sepertinya google lebih suka konten blog yang unik, yang menjelaskan sesuatu secara detail yang sekiranya memberikan banyak manfaat bagi pembaca (isi postingan sesuai apa yang dicari pembaca). Meski jarang praktek SEO tapi aku biasanya ikut baca ini itu tentang perkembangan SEO (banyak teori atau video tentang SEO yang hanya untuk koleksi karena males praktek *hehe...). Jadi jika ada yang bertanya-tanya kenapa DA/PA turun coba tanyakan pada blog sendiri apakah sudah rajin update? jika google aja rajin update algo sementara blog kita kalah atau jarang update atau tidak menyesuaikan dengan algonya si google pasti bakalan jadi musibah ye kan.

Satu hal yang aku petik dari dulu sampai sekarang kunci utama yakni rajin posting. Jika rajin update postingan itu kemungkinan akan baik-baik saja walau google mungkin update atau apa gitu. Kalau postingnya gak tentu seperti blog ketak-ketik ini ya pasti visitornya juga gak tentu bahkan nilai PA/DA blog ini juga rendah. Dulu waktu aku masih main google adsense, aku cuma modal rutin update setiap hari, saat itu hanya mengandalkan google tren dan visitor bisa diatas 10K tiap hari bahkan kadang bisa tembus 20K. Aku postingnya pakai gaya nulis sendiri, bukan kopas. Tapi dah lama pensiun sih, blognya dah gak update lagi dan waktu itu cuma pakai blogspot gratisan loh ya. Salah satu hal yang bikin males adalah postingannya banyak yang ngopas, ya bayangin aja aku merangkai kata ini itu kadang sampai jam 12 malam sedangkan orang-orang itu tinggal kopas, kan ngeselin.

Akhirnya karena komplikasi aneka sebab aku jadinya malas ngeblog untuk adsense, nyobain jualan online belajar SEO supaya page one, tapi ya gitu deh saingannya berat. Entah mengapa aku kurang minat berburu job review atau konten placement, padahal job itu kini sedang hit banget ye kan. Tapi ya itu tadi job review atau Content placement biasanya ada syarat harus PA/DA sekian. Ya gitu deh, aku tuh minder kalo udah bawa-bawa nilai PA/DA apalagi kalo syaratnya juga harus follower IG atau twitter sekian ribu gitu. Makelum selain miskin DA/PA aku juga miskin follower. Ya gimana gak miskin DA/PA lah wong update aja jarang, terus itu IG juga isinya cuma koleksi foto serangga. Meski tau sebabnya tapi aku tetep ngeyel dan inilah mengapa aku ngeblognya gini-gini doang seperti yang pernah aku tulis tentang menjadi blogger Newbie Abadi!

Kalau udah jadi blogger hit dengan blog yang benar-benar berkualitas niscaya PA/DA gak bakalan ngaruh, dan bahkan ketika sudah dapat kepercayaan untuk job review atau content placement bisa nentuin rate sendiri tanpa ditanya DA/PA. (*logikanya ngapain juga nanya, karena kalo emang blog yang berkualitas biasanya nilainya juga tinggi).

Kembali lagi soal DA/PA, kalau misal males nyepam atau ngebacklik mungkin tip sederhana bagi yang ingin mempertahankan atau meningkatkan DA/PA dan juga visitor blog adalah rajin bikin konten yang bermanfaat bagi pembaca. Cuma rajin itu aja sih, silakan dicoba tiap hari minimal satu postingan lalu perhatikan apa yang akan terjadi. Sekali lagi "cobalah minimal satu hari satu postingan", bagi yang bakat jadi newbie abadi sepertiku pasti rajin posting itu berat ya kan? ya dong. Ya bayangin aja aku tuh udah jarang posting malas backlink gimana gak kena kutukan jadi blogger newbie abadi, ya gak?



Salam ketak-ketik,
dr pojokan

Lapak Aneka Souvenir Promosi Widhadong

 









Konveksi Kaos Widhadong